_Review NHW #6_
๐ *BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA* ๐
Bunda, terima kasih sudah membuat beberapa kategori tentang 3 hal aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda.
Dalam menjalankan peran sebagai manejer keluarga, *_manajemen waktu_* menjadi hal yang paling krusial.
Karena waktu bisa berperan ganda, memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya.
Masih ingat istilah *_DEEP WORK_* dan *_SHALLOW WORK_*?
Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat lebih jelas bagaimana caranya shallow work kita ubah menjadi Deep Work.
Kita akan paham mana saja aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita.
1⃣. *Refleksikan aktivitas dan kemampuan manajemen waktu kita selama ini*
Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatan kita menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak .Menurutnya, segala hal yang kita kerjakan dapat digolongkan kedalam salah satu dari empat kuadran tersebut.
Agar lebih jelas , silakan teman-teman belajar memasukkan aktivitas-aktivitas yang selama ini kita lakukan dalam kategori kuadaran di bawah ini.
2⃣ *Setelah aktivitas terpetakan, fokuslah pada hal-hal yang penting (baik mendesak atau tak mendesak) karena pada kegiatan yang penting inilah seharusnya kita mengalokasi paling banyak waktu yang kita miliki*
3⃣ *Rencanakan dengan baik semua aktivitas yang anda anggap penting*
Kita akan kehabisan waktu, tenaga dan sering gelisah jika kita sering melakukan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak.
Contoh : Mengumpulkan NHW matrikulasi itu anda masukkan kategori aktivitas Penting, karena kalau tidak mengumpulkan kita akan mendapatkan peluang tidak lulus.
Sudah ada deadline yang diberikan oleh fasilitator. Andaikata kita memasukkannya ke kuadran 2, artinya kita akan masukkan NHW dalam perencanaan mingguan kita, membuat hati lebih tenang. Tetapi kalau tidak kita rencanakan, NHW itu akan masuk ke aktivitas kuadran 1, dimana penting bertemu dengan genting (mendesak) paling sering membuat kita gelisah di saat detik-detik terakhir deadline pengumpulan.
Kalau ini berlangsung terus menerus, maka kita akan cepat capek dan stress yang berlebihan karena terlalu sering dibombardir oleh masalah dan krisis yang datang bertubi-tubi. Jika ini terjadi, secara naluriah, kita akan lari ke kuadran 4. yang sering kali tidak memberikan manfaat bagi kita.
Idealnya, semakin banyak waktu yang kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat dihindari.
4⃣ *Membuat kandang waktu ( time blocking) untuk setiap aktivitas yang harus anda kerjakan*
Membuat agenda mingguan dan harian dengan mengaplikasikan teori *_time blocking_*dan *_cut off time_*KIta bisa membagi secara rinci aktivitas harian dalam hitungan jam atau menit agar waktu tidak terbuang sia-sia
5⃣ *Unduh Aplikasi atau buku catatan untuk membantu kita mengorganized semua jadwal kita*
Saat ini ada banyak aplikasi organizer yang bisa membantu dan mengingatkan kita setiap saat.
Sampai disini mungkin ada diantara kita yang bertipe "unorganized" ( menyukai ketidakteraturan, termasuk waktu )
Sehingga muncul pertanyaan,
"Mengapa sih harus repot-repot dan sangat detail dengan manajemen waktu?"
Kalau menurut teori Cal Newport,
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin bagus pula kualitasnya.
Semakin bagus kontrolnya, semakin bagus pula efeknya.
Sekarang tinggal dipilih anda mau tipe yang organized shg menggunakan *_TIME BASED ORGANIZATION_* atau tipe yang unorganized dan menggunakan *_RESULT BASED ORGANIZATION_*
Kalau time based artinya kita akan patuh dengan jadwal waktu yang sudah kita tulis. Dan komitmen menerima segala konsekuensi apabila melanggarnya.
Apabila RESULT BASED ORGANIZATION anda perlu membuat pengelompokan kegiatan saja. Boleh dikerjakan kapanpun, selama Komitmen terhadap target/hasil yang sudah dicanangkan, bisa terpenuhi dengan baik.
Apapun tipe anda dan keluarga KOMITMEN tetap nomor satu.
Di Ibu Profesional, manajemen waktu ini wajib dikuasai dan diamalkan oleh para ibu sebelum masuk ke tahap bunda produktif.
Kita perlu menekankan pentingnya membuat rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan aktifitas yang penting.
Dengan demikian diharapkan kita dapat menjadi lebih produktif tanpa lelah dan stress yang berlebihan.
*_Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu_*
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber Bacaan_ :
_Materi Matrikulasi IIP batch #2 sesi #6, Ibu Manajer Keluarga handal, 2016_
_Hasil NHW#6, Peserta Matrikulasi IIP, 2016_
_Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008_
_Steven Covey, the seven habits, Jakarta, 1994_.
Selasa, 29 November 2016
Sabtu, 26 November 2016
Nice Home Work #6
Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu
Jumat, 25 November 2016
30 Menit Lebih Dekat dengan Pak Dodik
1. Dian
Mau tanya p dodik..bagaimana p dodik menempatkan diri sebagai ayah utk anak-anak? APakah ada perbedaan positioning kepada anak laki dan perempuan?
=>Ketika sudah masuk aqil baligh tentu ada perbedaannya. Secara umum saya belajar menjadi teman ngobrol mereka (meski kata mereka saya kadang2 menjadi teman yang menyeramkan hahaaa).
Rabu, 23 November 2016
Tanya Jawab Materi #6
1⃣ Bunda Yola :
T : Menanggapi materi motivasi ibu bekerja, kebetulan saya bekerja di ranah publik. Saya pribadi sangat menginginkan menjadi ibu bekerja di ranah domestik, namun karena alasan kebutuhan ekonomi saya bekerja di ranah publik, jadi motivasi saya bekerja bukanlah "Asal Kerja", "Kompetisi", maupun "Panggilan" tapi karena "Kebutuhan". Hal ini seringkali membuat saya tidak puas dan sedih karena tidak punya pilihan. Di satu sisi meninggalkan anak karena dinas luar sangat sering, di sisi lain membutuhkan manfaat ekonomi dari dinas luar itu. Bagaimana memperbaiki perasaan saya selama ini untuk bisa menjadi Ibu bahagia yang mampu menularkan kebahagiaan itu ke dalam keluarga?
Selasa, 22 November 2016
Ibu Manajer Keluarga Handal (Materi #6)
*Motivasi Bekerja Ibu*
Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu:
Minggu, 20 November 2016
Nice Home Work #5
๐ *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*๐ (Learning How to Learn)
Setelah malam ini kita mempelajari tentang “Learning How to Learn” maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.
Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.
Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.
Kamis, 17 November 2016
Tanya Jawab Materi #5
1⃣ Penanya : mbak Nina P
Saya sudah mengamati anak2, kesukaan, kebisaannya, minatnya. Tapi saya masih bingung ini anak mau diarahkan kemana. Adakah buku atau sumber lain mengenai keterkaitan antara kesukaan anak mengenai suatu hal dengan salah satu profesi atau passion?
Jawaban :
1⃣ Mbak Nina, lakukan observasi pada anak, catat apa kegiatan yang membuat anak berbinar-binar. Pada usia kanak2 wajar jika anak mencoba berbagai hal sebelum nanti akan terlihat apa yang menjadi passion anak. ✅
Rabu, 16 November 2016
Belajar Bagaimana Caranya Belajar (Materi #5)
Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.
Selasa, 15 November 2016
Reviu NHW#4
*MEMBUAT KURIKULUM YANG "GUE BANGET"*
Bunda, membaca satu demi satu nice homework #4 kali ini, membuat kami makin yakin bahwa akan makin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki Ibu-Ibu tangguh, yang paham akan dirinya dan mampu *_Memberi Teladan_* kepada anak-anaknya, bahwa seperti inilah cara belajar di Universitas Kehidupan.
Minggu, 13 November 2016
Nice Home Work #4
Hai..hai..hai.. Sudah memasuki pekan ke-4 saja yaa.. Waktu cepat berlalu. Dan alangkah ruginya jika dia berlalu tanpa meninggalkan bekas kebaikan pada kita..
Errghhh.. Sebenarnya saya menggalau (lagi???) sejak dari NHW#3. Saya merasa belun optimal dalam menggali dan mengerjakannya. Kesibukan yang luar biasa dikantor yang bahkan belum selesai pekerjaan, sudah datang 2-4 kerjaan lain. Kalau dirumah ya fokus sama anak-anak, it means saya baru akan bisa mengerjakan sekitar jam setengah11 malam saat anak sudah melepas nenen a.k.a terlelap full. Dan itu berarti saya juga sudah terkapar. Belum target harian yang sampai dengan saat ini saya masih menyesuaikan ritme pelaksanaannya. Sesuatu banget deh ini.. Manajemen waktu dan multitaskingnya mesti diupgrade as soon as possible.
Jadi apa NHW-nya?
Errghhh.. Sebenarnya saya menggalau (lagi???) sejak dari NHW#3. Saya merasa belun optimal dalam menggali dan mengerjakannya. Kesibukan yang luar biasa dikantor yang bahkan belum selesai pekerjaan, sudah datang 2-4 kerjaan lain. Kalau dirumah ya fokus sama anak-anak, it means saya baru akan bisa mengerjakan sekitar jam setengah11 malam saat anak sudah melepas nenen a.k.a terlelap full. Dan itu berarti saya juga sudah terkapar. Belum target harian yang sampai dengan saat ini saya masih menyesuaikan ritme pelaksanaannya. Sesuatu banget deh ini.. Manajemen waktu dan multitaskingnya mesti diupgrade as soon as possible.
Jadi apa NHW-nya?
Kamis, 10 November 2016
Tanya Jawab Materi #4
1⃣ penanya : Yanita
Sejak lahir, anak telah memiliki misi spesifik hidupnya. Tugas kita sebagai ortu adalah membantu menemukannya.
Bagaimana cara membantu menemukan misi spesifik anak sejak anak masih balita?
1⃣ jawaban :
ilmu fitrah itu ada di Al Quran mbak. Kemudian diterjemahkan oleh manusia dari berbagai disiplin ilmu. Ada yang meneliti dari pengamatan perkembangan anak, dari sisi pertumbuhan psikologis anak dll. kalau saya menentukan dari berbagai macam pengamatan sehari-hari. Sehingga memunculkan sebuah konsep yang paling cocok untuk ketiga anak-anak saya adalah sbb :
0-7 th : kaya akan wawasan
7-14 th : kaya akan gagasan
14-21 th : Kaya akan aktivitas Setelah itu diturunkan lagi ke berbagai fitrah yang ada, maka jadilah rumusan yang seperti ini.
-septi peni-
Misi spesifik bagi anak bisa dikaitkan dulu dgn misi spesifik keluarga. Sejalan berkembangnya nalar anak, maka sudah menjadi fitrahnya utk menemukan apa yg membuat dirinya merasa bermanfaat dan berbinar2 saat melakukannya✔
Rabu, 09 November 2016
Mendidik dengan Kekuatan Fitrah (Materi #4)
Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*
Selasa, 08 November 2016
Reviu NHW#3
_Kalau kamu ingin berbincang-bincang dg DIA, maka temuilah DIA dengan caramu, Tetapi apabila kamu ingin mendengar DIA berbicara, memahami apa kehendakNya padamu, maka IQRA', bacalah semua tanda cintaNya untuk kita, mulai dari surat cintaNya sampai dengan orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita_
Apa yang sudah teman-teman lakukan di proses nice homework #3 ini adalah proses IQRA'( membaca).
Minggu, 06 November 2016
Nice Homework #3
Seperti tugas-tugas yang lalu, NHW selalu bikin kejutan-kejutan yang dinanti para peserta. Tugas yang ini apa lagi. Grup langsung rame. Semangat berkobar. Wangi cinta tercium dimana-mana. Tapi ternyata saya baru bisa mengerjakannya jam 5 pada hari minggu ini. Sejam sebelum deadline. Hffh..Poor me.. ;(
Jadi apa NHW-nya?
Jumat, 04 November 2016
Tanya Jawab Materi #3
1⃣Mba Putri
Assalamu'alaikum.Bunda diyah, ayah sy dulu meninggal ketika sy 8th. Sehingga sy bisa dibilang tidak punya figur ayah, jd sy hanya bs membayangkan figur ayah ideal untuk anak2 sy kelak (dulu sewaktu belum nikah). Nah begitu sudah nikah dan anak sudah lahir, sy seperti punya tuntutan ke suami harus ini itu ke anak. Kalau suami tidur waktu libur atau pulang malem beberapa hari, sy ngerasa khawatir "jangan2" anak2 ngga dapet perhatian, takut kehilangan figur ayah. Padahal suami sy jg intens main sama anak, mau mandiin jg, pergi2 hanya dg anak, mau ngajarin ini itu juga ke anak, dll. Tapi kalo pas si bapaknya ini "me time", sy jd gelisah gt. Kadang bisa berdamai, kadang ngga. Nah kalo ngga bisa berdamai itu lho jadinya ngomel, jd ngga sabar juga ke anak akhirnya. Gimana ya bun supaya sy lebih santai dan berdamai?
Jawaban :
1⃣ Saat bisa berdamai itu dalam kondisi seperti apa? Diusahakan untuk mengenali kondisi ketika bisa berdamai, sehingga saat datang hal-hal yang membuat gelisah, kita bisa atur haluan menuju kondisi berdamai✅
Rabu, 02 November 2016
Membangun Peradaban dari Dalam Rumah (Materi #3)
“ _Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya_ ”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ _misi spesifiknya_ ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ _peran spesifik keluarga_” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
๐ *PRA NIKAH*
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,
*ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK*
๐จ๐ฉ๐ง๐ง *NIKAH*
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
๐Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?
๐Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?
๐Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?
๐Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ _misi pernikahan_” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.
๐ฉ๐ง๐ง *ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)*
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
*IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD*
_Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak_
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
*_Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang_*
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, _anda akan membuktikan bahwa antara *pekerjaan*, *berkarya* dan *mendidik anak*, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan_
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_SUMBER BACAAN_
_Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013_
_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_
_Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015_
_Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016_