Kamis, 23 Agustus 2012

Rasa-Rasa Hamil Perdana

Sejak 10 Juni 2012 lalu saya resmi menjadi seorang istri dari seorang lelaki (yaiyalah..^^). Dua bulan lebih sekian hari sampai dengan tanggal ini, kami senantiasa belajar untuk saling mengerti, saling memahami, saling menakar cinta agar pas terekspresikan sesuai dengan nilai rasa pasangan. Bukan aku untuk aku. Ataupun kamu untuk kamu. Karena untuk menjadi 'kita', kami harus mengikis egoisme yang telah kuat mengakar dalam diri.

Ya, dua bulan sekian hari. Saat kemudian saya merasakan keanehan dalam diri saya. Rasa capek teramat sangat yang suka datang tiba-tiba, beberapa bagian tubuh yang terasa sakit terus-menerus tak seperti biasanya, dan tentu saja 'tamu bulanan' yang tak kunjung tiba. Maka kemudian sebuah alat tes kehamilan merk tertentu pun berpindah tangan dari mbak-mbak penjual di apotik ke saya. Dini hari, Rabu 15 Agustus 2012 yang bertepatan dengan malam tanggal 26 Ramadhan 1433 H, menjelang sahur, saat urine pertama yang dikeluarkan setelah bangun dari tidur (kata petunjuk di alat tesnya seperti itu, karena HCG-nya paling tinggi) maka ber-tes rialah saya. Strip merah tua langsung terbaca pada baris pertama, kemudian pelan-pelan disusul dengan strip berwarna merah sangat muda di baris kedua. Strip yang seperti ogah-ogahan muncul. Saya tunggu beberapa saat, tapi tidak memerah juga sebagaimana yang strip di baris pertama. Apa alatnya rusak? Apa saya salah menggunakannya? Saya baca berulang-ulang petunjuk pada testpacknya. Bunyinya kurang lebih begini: Apabila satu strip garis merah muda muncul maka hasil negatif, apabila dua strip garis merah muda muncul maka hasil positif. Saya amati lagi hasil tes saya, satu garis merah sangat marun dan satu garis merah sangat muda. Ini pertanda apa coba?! Karena bingung, saya pun berencana untuk melakukan tes ulang lagi. Tapi ya harus menunggu sampai malam besok, karena itu satu-satunya alat tes yang saya miliki.

Kemudian pas sahur saya tunjukkan hasil tes itu pada suami. Entah ekspresi apa yang Mas tunjukkan waktu itu, mungkin karena bingung juga memaknai arti dua garis itu. Dan beliaupun mengiyakan saat saya mengajukan usul untuk melakukan tes sekali lagi esok malam untuk memastikan. Tapi kemudian kami urung melakukan tes lagi, karena kata temen suami, itu tandanya positif. Karena kalo negatif, tidak akan muncul garis kedua sesamar apapun warnanya. Baiklah, akhirnya kami bersepakat menganggap saya hamil sampai anggapan itu terbukti benar atau salah yaitu saat kami bertandang ke dokter kandungan yang entah kapan akan kami jadwalkan. Secara, saat itu kami berada di ritme pekerjaan yang sedang tinggi-tingginya. Maklum, menjelang libur panjang lebaran. Belum lagi, kami juga harus menyiapkan mudik kami. Maaf ya Nak, bukan berarti kami menomorsekiankan kamu sayang.. Tapi karena kami merasa kondisi Bunda sangat fit, kami berani mengambil resiko untuk menunda pemeriksaan sampai balik setelah mudik. Tapi Bunda tetep berhati-hati menjaga kamu kok Nak.. Berhati-hati memilih makanan dan berhati-hati dalam melakukan setiap aktivitas keseharian.. Sehat ya nak..

Hari-hari setelah itu tak berbeda jauh sebagaimana saat sebelum ada dugaan hamil. Nafsu makan biasa, tidak ada yang namanya mual maupun muntah. Jadi puasa tetep bisa jalan terus sebulan penuh. Alhamdulillah.. Hanya saja saya lebih sering mengantuk dan tiba-tiba bisa merasa sangat capek. Jadi jam tidurpun otomatis bertambah. Waktu ba'da shubuh selalu menjadi waktu favorit mata untuk memejam. Saya tahu ini kebiasaan yang sangat buruk, namun saya belum kuasa menampik godaannya. Tapi insyaAllah saya tidak akan berhenti berusaha. Saya tidak mau membiasakan anak saya dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik. Saat dalam kandungan maupun nanti setelah-setelahnya. Aamiin..

Saya juga jadi sering mengelus-elus perut dan mengomunikasikan apa saja kepada Calon Dedek. Maka jangan heran kalo Anda akan sering melihat saya 'ngobrol sendiri'. 
Saat mau makan: 'Nak Shalih, makan yang banyak ya.. Jangan lupa do'a dulu yuk..'
Saat mau dhuha/QL: 'Dedek 'Abid, kita ketemuan ma Allah dulu ya Nak.. Yang khusyuk yaa..'
Saat mau tilawah : 'Hafizh, kita baca Quran dulu yuk.. Jangan lupa direkam dalam hati ya..'

Hmm,, menjadi tersangka hamil saja sudah sangat menyenangkan. Perasaan kasih yang melimpah ruah secara tiba-tiba. Kehati-hatian dan reflek penjagaan yang terfitrahkan. Rasa syukur yang membuncah walaupun belum bisa mengekspresikannya dalam laku ibadah secara sempurna. Jika benar saya hamil saat ini, maka ini adalah jawaban atas harapan yang saya panjatkan pada-Nya. Saya sangat berharap saya dapat memulai kehamilan di Bulan Ramadhan. Karena bulan itu adalah bulan yang penuh dengan segala kebaikan dan keberkahan. Saya ingin anak saya mendapatkan bagian dari kebaikan dan keberkahan bulan itu. Saya ingin keberkahan itu meliputi saat pembuahannya, saat masa pembelahan selnya, saat-saat pertama pembentukan dirinya menjadi segumpal darah yang tersimpan dalam rahim atas izin-Nya.

Terima kasih sangat Yaa Rahman, atas amanah agung yang Engkau titipkan pada kami.. Bantu kami untuk bisa merawatnya dengan sebaik-baiknya, sebagaimana yang Engkau kehendaki.. Maka dengan karunia-Mu ini, kami hanya bisa berucap sebagaimana Sulaiman berucap:

"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau kufur . Dan barangsiapa yang bersyukur maka itu untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia” [QS. an-Naml (27) : 40]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar