Gendhuk Shalihah Kesayangan, ternyata nulis itu masih menjadi PR banget buat Bunda. Padahal yang ditulis itu tentang 'mu'. Yang notabene merupakan amanah dari Alloh yang menjadi sumber kebahagiaan buat Ayah dan Bunda. Menulis tentang 'mu' harusnya Bunda prioritaskan, demi untuk menciptakan kenangan yang akan terus Shalihah ingat. Kata Ustadz Bendri Jaisyurrahman, menulis tentang anak itu sebagai usaha menciptakan sejarah yang baik. Anak akan tau bahwa dirinya itu dicintai, disayangi, dan keberadaannya itu disyukuri oleh kedua orangtuanya. Perasaan dicintai itu diharapkan akan memberikan energi positif kepada jiwa anak-anak sehingga dia akan dapat tumbuh kembang dengan maksimal, memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya dengan sebaik-baiknya, berusaha meneladani kebaikan-kebaikan yang diajarkan orang tuanya, bisa bangkit kembali saat menemui kegagalan, dan dia akan menjadi manusia yang dapat mengasihi orang-orang disekitarnya.