1⃣ Febry
Pertanyaan pertama:
Saya mau nanya, untuk komunikasi dengan Suami. Saya sangat sulit mengontrol ketika keadaan sedang emosi2 nya, lalu malah suami yg duluan mengeluarkan kata2 yg tidak enak saya dengar. Seperti mengatakan: "Saya kesal Mi". Dan kata2 ini berulang kali diucapkan suami ke saya. Apa yg harus saya lakukan? Saya sempat menjawab bahwa bahaya jika kata2 seperti itu didengar oleh anak2.
Bunda, seyogyanya suami adalah imam kita. Maka ketika suami berbicara baiknya kita mendengarkan apa yang beliau katakan. Komunikasi yang dilakukan ketika dalam keadaan marah biasanya tidak akan berhasil. Maka salah satu harus ada yang mengalah. Setelah keadaan lebih tenang maka komunikasi bisa dilanjutkan kembali. Baiknya ada kesepakatan antara suami dan istri apa yang harus dilakukan masing masing ketika salah satu dalam keadaan tidak stabil emosi termasuk marah.✅
Pertanyaan kedua:
Jika sedang emosi tinggi, apa yg seharusnya dilakukan? Apakah pergi menjauh, tarik nafas, atau seperti apa agar tidak keluar kata2 yang tidak produktif?
Ini tergantung kesepakatan bersama salah satunya. Karena jika suami marah kemudian istri tiba tiba pergi meninggalkan suami tentu saja itu tidak baik. Tarik nafas adalah salah satu terapi ketika emosi memuncak tentunya diiringi dengan dzikir kepada Allah. Usahakan kita tidak mengeluarkan banyak kata ketika emosi karena biasanya memang kata kata yang keluar tidak produktif✅
2⃣ Sifa
Saya suka sekali dengan topik ini. PENTING sekali untuk saya terutama komunikasi dengan anak.
Saya selalu berusaha menggunakan kalimat POSITIF, contohnya
Kejadian siang ini sepulang sekolah. Anak saya usia 7 tahun.
Anak: Bunda aku main dulu
Saya: Iya, tapi Mas makan dan sholat dulu ya baru main.
Reaksinya adalah ia menolak dan ngambek sampai ketiduran (sepertinya efek lelah juga dan mengantuk setelah bangun subuh)
Pertanyaan saya
Bagaimana cara agar anak saya paham bahwa saya mengizinkan ia bermain ASAL 😝 ia sudah sholat (dan makan/istirahat)
Hebat ya ananda sudah belajar sholat diusianya yang 7 tahun. Anak anak usia itu memang masih suka bermain yaa.. Proses membiasakan syariat agama salah satunya sholat memang tantangannya luar biasa karena fitrah bermainnnya masih besar. Mungkin bunda bisa coba membalikkan kata katanya " boleh main setelah sholat dan makan yaa". Kalau untuk masalah makan mungkin masih bisa negosiasi apa makan dulu ataw main dulu. Tapi khusus untuk sholat memang diusahakan anak terbiasa mendahulukan sholat daripada main. Walaupun sholat belum wajib. Jadi walaupun anak lalai tidak berdosa.✅
3⃣ Agris
- Kadangkala saya merasakan bahwa suasana di kantor terkadang kurang kondusif, sehingga membuat saya terjebak dalam pikiran negatif. Bagaimana cara memfilter pengaruh tersebut dan tetap fokus membangun aura positif?
▶Ibu yang bekerja di ranah publik atawpun di ranah domestik memang akan diuji dengan sesuatu yang kurang mengenakan. Jika bunda merasa keadaan di kantor kurang nyaman sehingga aura itu terbawa ke rumah maka segera bunda buang jauh jauh segala sesuatu yang tidak nyaman di kantor. Buang ketika bunda berjalan pulang menuju rumah. Putar peran kita yang asalnya pekerja diranah publik menjadi seorang ibu yang profesional kebanggaan keluarga. Kalau dalam iip ada yeal yeal "what problem? NO PROBLEM" "protect your self..CANCEL CANCEL GO AWAY" 😊 jadi kita pulang sudah tidak membawa segala perkara di kantor.✅
- Memberikan pujian pada anak akan berefek meningkatkan kepercayaan diri anak tsb. Tetapi, apabila hal tsb menjadikan si anak selalu memuji diri sendiri apa tidak akan menjadi masalah? Misalnya, seringkali anak saya bilang, "bunda, hebat gak kakak kana bisa begini?!"
▶Setiap anak melakukan kebaikan berikan penghargaan yang sewajarnya. Dan yang diapresiasi itu pekerjaannya bukan pribadinya. Lebih baik lagi diimbangi dengan awalan dzikir kepada Allah. Misal " alhamdulillah, sekarang kaka bisa mandi sendiri tanpa bantuan bunda" ( bukan " waah adik hebat" tanpa menyebutkan karena apa.) ✅
- Saya pernah dengar bahwa membentak anak akan menyebabkan ribuan syaraf anak terputus (maaf, lupa sumbernya). Di sisi lain, saya seringkali bermain intonasi dalam berbicara dengan anak saya, termasuk ketika saya tidak suka atas perilakunya. Sejauh mana intonasi dalam berbicara kepada anak masih baik digunakan ketika sedang marah?
▶untuk intonasi bicara ketika kita menekankan bahwa yang dilakukan anak tidak sesuai biasanya menggunakan satu level naik diatas level bicara pada umumnya. Jelasnya bagaimana insya allah kita akan cari tahu lebih lanjut ✅
4⃣ Rita
Pertanyaan pertama:
Di banyak artikel parenting, sy sering mendapatkan salah satu tahapan utk mengatasi anak yg sdg tantrum (anak tdk membuka pintu komunikasi sama sekali dan durasi tantrum sdh cukup lama) adalah dengan 'time out'. Yaitu, kita bilang ke anak kalo 'Bunda tunggu kakak di tempat A (tempat yg berbeda tp masih selokasi/serumah) sampai kakak tenang dan siap berbicara baik-baik ya'. Kmdn kita tinggalkan anak yg masih tantrum tsb. Apakah hal tersebut boleh dan tidak mengganggu prkembangan psikologis anak? Misal anak jadi merasa ditinggalkan dan tdk disayangi. Apakah ada cara yg lebih baik lagi?
▶Ada beberapa cara membuka komunikasi dengan anak ketika tantrum. Ada yang ditanya perasaan kemudian diberi pelukan, ada juga yang kita biarkan beberapa saat dulu ketika tantrumnya berlebihan dan itu pun tidak kita tinggalkan sendirian..tapi kita berada agak jauh dari anak sehingga anak masih bisa diawasi. Karena ada yang melakukan hal berbahaya ketika tantrum. Setelah anak selesai dengan tantrumya baru kita dekati tanya perasaan diberi pelukan sayang ✅
Pertanyaan kedua:
Kemudian terkait mengomunikasikan konsekuensi ke anak, agar tidak justru yg ditangkap anak adalah 'mengancam' seperti apakah baiknya?
Misal kegiatan wajib kakak adalah baca iqra setiap hari. Nah, kakak tdk selalu happy dg kewajiban ini. Kemudian kami bilang ke kakak: "Kakak kalo belum selesai baca iqra' tidak boleh menonton film anak".
▶Sebaiknya konsekuensi berlaku berdasarkan kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Misal kesepakatannya anak boleh bermain sepeda setelah mandi dan membaca iqro maka konsekuensinya sebelum mandi dan baca iqro belum bisa main sepeda. Dan itu berdasarkan hasil musyawarah dengan anak.✅
5⃣ Nur Fauziah
Bagaimana caranya atau sampai pada saat kapan kita tau bahwa komunikasi kita dgn keluarga sudah efektif? Krn mungkin iya kita sudah berusaha menerima FoR dan FoE nya pasangan. Namun, klo dr pasangan blm bs menerima itu kan berarti blm terjalin FoR/FoE KITA ya. Pertanyaannya:
Sampai kapan kita bersabar atau mengalah menerima dahulu sampai terjadi komunikasi yg efektif.
▶Sampai pasangan bunda menerima baik foR dan foE bunda. Karena sejatinya kesabaran tidak mengenal batas waktu 😊✅.
Cara mengetahuinya ketika komunikasi berjalan baik dan nyaman antara bunda dengan suami ✅
6⃣ Nurlasma
Bagaimana membangun komunikasi dengan orang lain selain pasangan,misalnya komunikasi dengan mertua..krn suka berperan/ikut andil/campur tangan dlm rumah tangga kita, terlebih lg klo masih serumah dengan mertua.
▶Mba Nurlasma yang baik, saat kita berkomunikasi dengan mertua yang merupakan orangtua kita juga, maka ingatkan dulu diri kita bahwa mereka pada dasarnya sayang dengan kita sehingga apa yang disampaikan orangtua kita alangkah baiknya tetap kita balas dengan rasa hormat.
Namun, sebagai pribadi yang sudah memiliki keluarga sendiri, komunikasi seperti yang mba sampaikan di atas tentu bisa mengganggu, maka sampaikanlah jika memang ada yang kurang sreg di hati. Ajak mertua duduk bersama lalu bicarakan dari hati ke hati. Tetap gunakan bahasa yang baik, sopan dan jelas agar beliau mudah mengerti. Tentukan mana ranah yang prinsip tidak bisa diubah, dan mana ranah yang fleksibel menyesuaikan kondisi. Seringlah ajak mertua berkegiatan bersama, sehingga masing-masing akan saling memahami.
Ketika cara di atas dirasa kurang cocok, maka bisa minta bantuan pada pasangan untuk menengahi. Semoga membantu.✅
7⃣ Widya
Komunikasi untuk anak yg dipaparkan ini bisa diterapkan ke setiap usia anak kah? Untuk anak 2-3 tahun yg terkadang komunikasi dua arah belum terlalu lancar, bagaimana cara komunikasi yg paling efisien? Apakah salah satunya dengan komunikasi berulang terus menerus?
▶Mba Widya yang semangat, pada dasarnya anak bayi sudah bisa diajak berkomunikasi hanya saja cara meresponnya belum bisa seoptimal yang kita harapkan. Namun, untuk mendukung tumbuh kembang ananda kita, maka pastikan kita tetap berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana sesuai usia mereka.
Anak usia 2-3 tahun sedang semangat-semangatnya menyerap kosa kata baru. Maka cara yang pas untuk berkomunikasi pada mereka adalah benar dengan terua mengulang-ulang. Di usia ini, anak sudah senang diberi arahan, maka pastikan kita menggunakan bahasa dan kata yang mudah dipahami lalu berikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan. Dan yang terpenting, tanyakan apa yang mereka rasakan ketika berhasil melakukan hal tersebut. Dari situ anak akan belajar untuk berkomunikasi.✅
8. Rita
Musyawarah utk anak 3 tahunan seperti apa ya Teh teknisnya. Krn pasti yg aktif ngasih alternatif2 konsekuensi adalah ortunya.
Misal gini, 'Kak sekarang setiap hari kita rutin baca iqra agar blablabla (mengulang materi2 sblmnya yg sdh disampaikan ke anak trkait keutamaan alQuran). Nah, kalo kakak belum baca iqra... (Disini ngga ngerti memulainya.., agar bisa masuk diranah musyawarah)
Jawab:
Betul mba rita. Anak 3 tahun sudah mulai bisa diajak negosiasi. Biasanya anak akan membeberkan keinginan keinginannya sesuai dengan fitrahnya. Kita tidak bisa menuntut lebih untuk usia ini..karena memang fitrah belajar sambil bermainnya masih besar. Jika yang dimisalkan tadi..kita ingin musyawarah ataw membuat kesepakatan dengan anak supaya anak membaca iqro mulai dengan menawarkan hal yang paling anak sukai. Misal anak suka bermain diluar bersama teman ketika anak minta main diluar maka kita bisa mulai dengan diskusi ringan. " bunda lihat kaka senang ya main diluar dengan. A"
" iya bun"
" okey, bunda izinkan kaka main diluar tapi syaratnya kaka baca iqro terlebih dahulu"
"Ga mau bun"
"Ataw kaka punya keinginan yang lain?"
" kaka beres beres mainan aja bun"
" okey, deal ya kaka boleh main diluar setelah beres beres main.
Itu salah satu contoh diskusinya. Bisa dikembangkan sesuai dengan keadaan keluarga masing masing. Tulis kesepakatn dengan gambar sederhana yang difahami anak. Semoga bisa membantu 😊✅
9. Widya
Mba Anis, Gmn ya caranya biar anak gk main dgn anak tertentu krn perilakunya cenderung kurang baik, takutnya nanti jd contoh yg gk baik utk anak.. Gmn komunikasi yg produktif?
▶kalau anak dilarang untuk tidak main dengan anak tertentu biasanya anak akan bertanya kenapa. Maka yang informasikan pada anak yaitu perbuatannya. Berikan penjelasan sesuai usianya mengapa hal itu tidak baik dan kenapa harus dihindari. Sehingga ketika anak menemukan temannya melakukan hal yang tidak baik anak sudah punya informasi tentang hal itu dan dengan sendirinya akan menjauhi hal yang tidak baim dari temannya bahkan bisa jadi anak kita akan menasehati temannya. Yang lain yang bisa kita lakukan yaitu membatasi interaksi anak kita dengan anak tersebut untuk sementara waktu sampai dirasa anak sudah mampu untuk memilah dan memilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar