Selasa, 21 Februari 2017
Tanya Jawab : Materi Kemandirian Anak
1. Bunda Rita Lestari:
Putri saya yg pertama (3y10m) sudah sejak dari 2 tahun bisa melakukan keperluannya sendiri misal mandi, pakai baju, makan, ngepel tumpah2an, buang sampah ditempatnya, sudah berhasil toilet training. Dan excited dalam melakukannya tanpa paksaan dr saya. Tp sejak usia hampir 3,5 tahun, justru malah mulai sering minta disuapi, dimandikan, bahkan kalo malam jadi sering ngompol. Selama ini saya mengatasinya dengan menjawab dulu bahwa kakak kan sudah besar, sudah bisa melakukan ini sendiri kan? Kalo anaknya tidak mau beranjak jg melakukan, akan saya lanjutkan: 'oke, kali ini Bunda bantu ya. Tp bsk kakak melakukan sendiri yaa.'
Krn saya pikir wajar, mungkin kakak butuh bukti bahwa Bundanya masih sayang dia. Tp akhirnya, jadi sering begitu.
Apakah treatment yg sy lakukan trdapat kesalahan? Sebaiknya seperti apa untuk kedepannya?
๐ผJAWAB
▶waah hebat ya anaknya sudah mandiri. Seperti halnya kita yang kadang ada rasa malasnya begitu juga anak. Ketika sudah mandiri kadang malas dan ingin manja manjaan. Usahakan tidak menggunakan kata "adik ataw kaka sudah besar" karena itu akan menjadi boomerang untuk kita ketika dia melakukan sesuatu yang semestinya dilakukan yang sudah besar. Ketika kita bilang adik masih kecil..itu tandanya kita tidak konsisten. Mulai dengan menanyakan perasaan anak. Seperti apa adik menahan pipis ataw memang ada masalah lain yang sedang dihadapi anak. Beri apresiasi ketika anak melakukan kemandirian. Ketika mundur kita bisa bilang.."waahh ibu bangga adik kemarin sudah mandiri bisa pipis sendiri di kamar mandi. Sekarang juga pasti adik bisa"✅
2. Bunda Budiati:
Bagaimana caranya melatih anak agar mandiri untuk belajar makan sendiri, sementara kalau tidak disuapi anaknya tidak mau makan sama sekali
๐ผ JAWAB :
Bunda Budiati, luar biasa ya masih berkutat dengan acara makan.. :) Berikut jawaban bu Septi terkait kemandirian makan,
"Kunci anak usia 1-3 tahun dalam melatih kemandirian adalah membersamai mereka dalam berproses, bukan menggegasnya atau membuatnya tergesa-gesa.
Contoh ketika proses 6 bulan pertama anak-anak harus sudah belajar makan sendiri, maka yang saya lakukan adalah bermain restoran-restoran setiap hari, sehari 3 kali, saat jam makan saya setting ruangan, kemudian anak-anak pakai piring kecil-kecil, saya makan bersama mereka. Belepotan kemana-mana, bahkan dilemparlempar nasinya, saya minta mereka untuk membersihkannya sendiri, saya hanya memberi contoh cara yang benar dan selalu pasang muka senyum, karena saat itu saya sedang menjadi pramusaji di sebuah resotran, customer saya anak-anak.
Perbedaannya hanya, saya tidak mau membersihkan apa yang sudah mereka berantakin.
6 bulan penuh dinamika, setelah itu merdeka. Indikatornya apa? saat makan di restoran beneran, selalu bisa pesan makanan fresh, tidak lagi menunggu sisa anak, kalau nggak habis.
Mantra ajaib yang saya lakukan ke anak-anak waktu itu adalah:
"Kalau makan masih disuapin, ibu meninggal, kamu ikut meninggal"
kalimat ini saya berikan saat mereka usia 1-3 th, sampai hari ini masih melekat di benak anak-anak"
Biarkan anak merasakan arti lapar kalau dia tidak makan sama sekali. Dan bukannya kita tega membiarkan anak tidak makan tapi kita konsisten dengan mengajarkan kemandiriaan pada anak. Sekali kita gagal maka anak akan menjadikan hal itu untuk memanipulasi hal yang lain. Insya allah anak tidak akan berlama lama menahan laparnya. Kalau lapar pasti dia akan makan..dan itu makan sendiri ๐ ✅
3. Bunda Agustin:
Anak sy umur 20bulan. Baru2 ini dia sering ngamuk klo keinginan g dipenuhi misal: nyemplung d mesin cuci. Dia kmdn nangis menjerit2, bergulung2, lempar2 barang. Klo dia spt itu, suami jd terprovokasi nyubit pantatnya. Sy bingung spy anak sy cpt diam dan suami ttp sabar. Cara apa yg hrs sy lakukan? Apa sy hrs ngasihin yg dia pengen krn takut ganggu tetangga, atw sy konsisten dan berusaha spy suami g naik emosinya
๐ผ JAWAB
▶Bunda Agustin yang baik, saya sangat memahami perasaan bunda karena anak kami yang kedua juga menunjukkan tanda seperti itu. Biasanya itu terjadi karena ananda merasa frustasi karena kemampuan komunikasi nya yang belum sempurna sehingga ananda melampiaskan dengan tingkah laku yang agresif.
Hal pertama yang saya lakukan adalah pastikan ananda mengucapkan keinginannya dengan benar, karena itu salah satu syarat keinginannya dapat dipenuhi, jika ananda mulai menunjukan sikap agresif, letakkan di tempat datar dan jauhkan dari barang. Bisa diletakkan di kasur. Biarkan dia mengungkapkan ekspresinya dengan tangisan. Kita yang harus bersabar dengan tangisannya, tidak usah berkomentar. Setelah mulai reda, baru peluk dan tanya maunya apa. Katakan padanya, di rumah ini tidak ada penerimaan atas teriakan dan sikap jelek.
Kembali latih dan praktekan materi komunikasi produktif.
(Nia)
Tambahan dari saya
Tidak semua keinginan anak harus kita penuhi. Ketika anak menjerit ataw menangis berlebihan ketika menginginkan sesuatu itu namanya tantrum..anak belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan karena memang komunikasinya belum fasih. Yang harus sangat faham adalah oarang tuanya. Komunikasikan dengan suami bahwa ketika anak seperti itu yang harus dilakukan adalah membiarkan anak puas dulu dengan ledakan emosinya. Karena kalau dibereskan ketika masih dalam keadaan tantrum tidak akan berhasil
.✅
4. Bunda Nita - pondok gede
Asslkm..wr.wb.. Memandirikan anak lelaki sama kah tantanganny dg anak perempuan?kebetulan anak sy duo sholeh 6 dan 7yo..jd blm merasakan dg anak perempuan. Seringkali diajak cuci piring, memasak yg gampang kerasannya cm sebentar, jd ky cuma syarat menyenangkan saya..tetapi jika diajak ngepel, mencuci motor, sepeda masyaAlloh giat sekali duo.
Apakah memang begini dg anak lelaki?atau perlu konsisten yg lebih lebih lg?kdg sy kuatir utk mengajak dua kegiatan diatas menjadi sering, kuatir jd beban malah membenci kegiatan tsb. Mohon masukan..
Untuk kemamdirian makan sendiri sebenarnya bisa, tetapi utk peraturan time out 30 menit duduk anteng dan habis belum bisa kami terapkan pada makanan yg bukan favoritny..tp klo nasgor dan ayam goreng mah cepet makannya..mohon masukan lagi krn endingnya akhirny saya turun tangan utk menyuapi agar intakenya lebih banyak dan cepat selesai๐๐
Terimakasih..
Wassalam
๐ผ JAWAB
▶waahhh kakak dan adik sudah bisa bantu bunda cuci piring? ๐๐ป
Pada umumnya kemandirian anak perempuan lebih cepat dibandingkan anak laki2. Jangan kaget ya kalau mereka lebih suka cuci motor daripada bantu bunda masak ataw cuci piring karena anak laki2 lebih menyukai kegiatan yang sering dilakukan ayahnya. Jadi sering seringlah ayah mengajak anak mengerjakan pertukangan karena itu salah satu latihan kemandirian mereka. Bekal untuk mereka dewasa kelak. Tidak lagi mengandalkan ayah.
Semua melalui proses ya bun..insya allah kalau oarang tuanya konsisten anak akan mengikuti.
✅
5. Bunda Diah
Assalamualaikum. Mbak saya mirip pertanyaan ya..
Bagaimana berkompromi dengan anak ketika dia minta dibantu hal yang sebenarnya bisa dia kerjakan sendiri. Hal ini dilakukan karena kerinduannya setelah saya tinggal bekerja selama seharian. Terimakasih..
๐ผJAWAB
▶ Waalaykumussalam, bunda Diah.. Alhamdulillah ya ternyata ananda sudah bisa mandiri ketika ditinggal kerja, tapi kenapa ketika ada kita koq jadi manja lagi?
Pertama, beri kesempatan pada ananda untuk menunjukkan kemampuannya. Beri apresiasi atas kemajuan yang sudah ditunjukkan
Kedua, adakalanya anak kemudian merasa kangen ya, maka hargai dan berikan dengan sebuah kesepakatan bahwa boleh sesekali minta disuapi makan (misal) namun untuk selanjutnya tetap makan sendiri ya.
Semoga membantu.✅
6. Mbak Oktiin
Apakah ada tips dr bu Septi utk melatih kemandirian anak yg sdh usia baligh, tapi msh dikatakan spt anak kecil? Mgkn ada kesalahan pola asuh sewaktu kecilnya ya.
๐ผ JAWAB
▶seperti anak kecilnya dari hal apa mba? Memang ketika ada yang off track dengan pola asuh 0-7 tahun akan terasa di usia selanjutnya. Ketika 7-14 juga off track maka akan kita lihat hasilnya ditahun berikutnya. Kita lihat kembali pola asuh kita..sudah on track kah? Kalau ada yang miss maka segera perbaiki dan hal ini perlu kerja sama dengan pasangan. Hal lain yang paling penting beristighfar kepada allah dan bertawakal atas hasil yang Allah berikan. Semangat bunda..semoga Allah memudahkan ✅
7. Bunda Dewi
Ok. Pertanyaannya:
Bpk kan bru meninggal 12 Oktober kmrn trs sy sdh g bgitu sering main ke rmh ibu... Nah Ade sy yg bungsu mulai ni ada perubahan sikap. Jd g mau sekolah. Disekolahny jg ternyata dia dibully... Jd dia dtampar sm kakak kelasnya. Dpt wali kelasnya jg yg kata2ny pedes gitu. Dia g ngerti pljrn MTK ditambah dgn kata2 " sdh kls 3 blm hafal perkalian bgmn siy, kmu males y?
Drmh g pnh dpt perlakuan spt itu. Trs dia jd suka main. Susah diatur. Sdh g disiplin spt dlu. Dia sm saya msh bs dbilangin. Sy paham dia sdng peralihan, mcari sosok spt alm Bpk. Tp sy yg skrng sdng kcapean dgn tugas sy. Hrs dibenahi yg mana dlu?
๐ผ JAWAB
Subhanallah ya..mudah mudahan Allah menguatkan keluarga mba dewi yang ditinggal bapa.
Saran saya yang pertama kali dilakukan adalah menyelamatkan perasaan adiknya yang masih kecil dan tidak stabil perasaannya. Baru ditinggal meninggal pasti meninggalkan luka ditambah dengan dibully. Baiknya banyak ngobrol dengan adik. Dengar perasaannya, adik pastinya sedang mencari teman berbagi perasaan. Kemudian hubungi jugs pihak sekolah..jelaskn duduk perkaranya dan minta kerjasama dari sekolah atas apa yg sdg dihadapi adik. Yang tidak kalah penting..peran ibu sangat penting untuk menggantikan posisi ayah..juga sebagai pengayom. ✅
Tidak ada komentar:
Posting Komentar