Senin, 21 Agustus 2017
Day 1 : Bintang Keluarga
Di dalam dunia yang penuh dengan 'persaingan' adalah sangat wajar bahwa kita pun ikut melaju berkompetisi di dalamnya, pun bahkan tanpa kita sadari. Realita menjerumuskan kita ke dalam perlombaan dimana pemenang akan mendapatkan semuanya dan yang kalah tidak akan mendapatkan apapun, sehingga kita terus berlomba dengan mengerahkan segala tenaga, waktu, sumber daya untuk menjadi yang 'terbaik'. Dalam segala hal. Kita pun sampai lupa bagaimana caranya menikmati proses dari laku kita, apatah lagi mensyukuri capaian-capaian kecil yang sudah kita dapatkan. Semuanya terstandar dengan standar 'keumuman'. Dan capaian yang belum mencapai standar itu, masih dianggap sebagai kegagalan.
Duh, mau sampai kapan seperti ini? Bahagiakah dengan begini? Jika kita terus berada pada kondisi ini, suatu saat kita juga akan dihempaskan oleh realita bahwa di atas langit masih terus akan ada langit. Jadi kenapa harus mengukur kesuksesan/kebahagiaan kita dengan standar umum? Sampai matipun bisa jadi kita tidak akan pernah mensyukuri apa yang sudah kita raih jika pola pikirnya begini.
Alhamdulillah, kembali 'ditabok' dengan materi dari Bunda Sayang kali ini.. :')
Jujur, saya masih suka membandingkan anak-anak saya dengan laporan pandangan mata anak seusia mereka yang berseliweran di FB. Positifnya sih memang saya jadi rajin mengevaluasi diri, jika kemampuan anak saya berada di bawah anak seumurannya. Atau merasa syeneng ketika mendapati anak saya lebih unggul. Eitss, tapi terus saya sadar sehabis kena tabok sama materi Bunda Sayang bahwa hal itu adalah SALAH. Membandingkan anak kita dengan anak kita yang lain saja salah, apalagi dengan anak orang lain.. :D
Bandingannya dia ya hanya dengan dia yang sebelumnya. Bukan dengan siapapun!
Tapi kan ya tetep butuh standar kan ya? Kalo ngga, bagaimana kita bisa melihat anak kita kuat/lemah dimana dll. Tapi standarnya bukan si anu atau si ani. Hanya standar perkembangan anak sesuai usia saja sudah cukup. Nanti kita kembangkan dan gali sesuai kebutuhan anak kita. Ibaratnya kita butuh nol kilometernya lah.
Saya saat ini menggunakan standar dari Diknas buat 0 KM-nya.
Perkembangan Anak 4-5 Tahun --> Untuk Kakak
Perkembangan Anak 2-3 Tahun --> Untuk Adek
Day 1, cukup ini dulu yaahh.. ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar