Selasa, 12 Desember 2017

Day 10: Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng

[Pertanyaan di Alam Kubur]

Kali ini saya mau posting saja. Yang bertugas cerita gantian Ayah. Jadi pas Ayah sedang baca Al-Quran, Kakak datang dan seperti biasa menyela dengan pertanyaan yang terus berbuah pertanyaan. Yang kalo tidak distop tidak bisa berhenti deh rasanya.. >.<

Singkat kata pertanyaan Kakak sampai pada kenapa sih kita mesti baca Al-Quran? Nah sama Ayah dijawab agar bisa menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.

Mendengar perpaduan 'munkar-nakir' dan 'alam kubur' itu, semakin bersemangatlah si Kakak. Ditanya apa sama malaikat? Alam kubur itu apa? Bla..bla..bla..

Ayah pun menceritakan bahwa setelah seseorang meninggal maka dia kemudian berada di alam kubur. Malaikat munkar nakir akan mendatanginya dan menanyakan beberapa pertanyaan. Antara lain adalah man robbuka, man nabiyyuka, maa dinuka,


Minggu, 10 Desember 2017

Day 9: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[3 Penghuni Gua]

Kemarin saat main bebas sore hari, Kakak dan Adek memainkan batu-batu kerikil yang ada di jalan dekat rumah. Mereka menumpuk-numpuknya, seperti sedang main rumah-rumahan atau gunung batu.

Saya kemarin tanya sih mereka sedang buat apa, tapi kok saya lupa ya jawaban mereka apa.. ngga fokus ni kayaknya.. ;(

Kemudian sy tanya ke mereka, bagaimana kalo kita buat gua saja? Mereka setuju jadi langsung kami susun bersama-sama semacam gua. Adek tidak bertahan lama dengan acara susun menyusun itu, dia sudah menemukan permainan lain yang lebih menarik yaitu lempar batu ke empang.

Kakak masih asyik menyusun. Pas sudah hampir jadi, Bunda tanya ke Kakak pernah dengar cerita tentang 3 penghuni gua belum? Kata Kakak belum. Dan menagih bagaimana ceritanya Bunda? Kakak ni selalu excites dengan yang namanya cerita.

Lalu Bunda pun cerita. Cerita pertama selesai. Kakak minta yang kedua. Kemudian sampai yang terakhir. Oya, ini cerita tentang orang yang bertawasul dengan amal shalih. Karena panjang dan bukan karangan sy sendiri dan sudah terkenal karena dari hadis, tak perlulah saya tulis ulang disini.

Saya sempat agak diam sebentar membahasakan yang amal shalihnya terkait menahan diri dari zina ketika dia sudah sangat dekat dan sangat mampu untuk melakukannya jika mau. Kemudian saya ganti saja bahasanya dengan seorang lelaki yang ingin memegang tangan wanita yang bukan istri/mahramnya. Kata wanita yang shalihah itu bertakwalah kepada Allah, sehingga membuat laki-laki itu ingat kepada Allah dan tidak jadi melakukan perbuatan dosa tersebut.

Semoga dari kisah itu Kakak dapat menangkap setidaknya 3 perbuatan baik yang berat timbangannya:
1. Berbakti kepada orangtua;
2. Amanah terhadap hak orang lain;
3. Menjauhi zina.

Tentu saja targetnya hanya mengenalkan dahulu saja. Semoga nanti pemahamannya bertambah dengan bertambahnya usia. Aamiin Allahumma Aamiin..

Sabtu, 09 Desember 2017

Day 8: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Mewarnai Draft Gambar]

Sebenarnya saat ini sudah banyak aplikasi untuk mendesain gambar yang keren-keren. Tapi karena belum ada waktu untuk belajar menggunakannya, jadi biarlah buku perdana ini handmade seutuhnya.. Wekekek..

Saya menggunakan pensil warna biasa saja, namanya juga buku ala-ala.



Tapi rasanya saya ngga sanggup menyelesaikan project ini s.d. batas waktu pengerjaan T-15. Karena kerjaannya harus 'ndiluk'. Butuh momen yang saya benar-benar sedang sendirian. Dan ini langka kecuali tengah malam.. :)

Jumat, 08 Desember 2017

Day 7: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Membuat Draft Gambar]

Setelah kita mendapatkan tema, alur, dan menyusun narasi utuh cerita. Selanjutnya kita bisa menggambar scene-scene yang bisa menggambarkan bagian dari cerita.

Karena saya ngga bisa ngegambar, jadi ya sejadinya saja. Momen 'pamer' ke anak saja yang mau saya tonjolkan. Biar mereka juga tertarik untuk membuat cerita/menggambar sesuai selera mereka sendiri. Ngga perlu takut dengan hasil, nikmati saja prosesnya.. Karena secuil bahagia juga nyelip disana.. :)


Kamis, 07 Desember 2017

Day 6: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Tema dan Alur Cerita]

Tema yang saya angkat dalam project buku cerita bergambar ini adalah tentang pengenalan bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu pun dengan sia-sia. Karena anak-anak masih balita maka hewan adalah sarana pengenalan yang saya anggap paling baik untuk membuat mereka tertarik dan antusias. Dan hewan yang terpilih dalam project kali ini adalah cacing.

Kenapa cacing? Pertama karena ini musim penghujan jadi hewan ini menjadi sering mereka temui. Kedua karena saya mulai suka berkebun dan ingin melibatkan mereka dalam kegiatan tersebut, maka mereka perlu punya bekal ilmu tentang berkebun dimulai dengan pengenalan hubungan cacing dengan tanaman. Ketiga karena bagi sebagian besar orang (termasuk saya), cacing termasuk dalam golongan hewan yang menjijikkan. Padahal kalo tau manfaatnya yang wow masyaAllah maka insyaAllah anggapan itu akan berkurang dengan sendirinya.

Dan manfaat cacing inilah yang ingin saya sampaikan kepada mereka. Agar mereka tertarik dan lebih mudah memahami isi cerita, maka dibantu dengan gambar ala kadarnya.

Rabu, 06 Desember 2017

Day 5: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Cara Membuat Cerita Bergambar Ala Saya]

1. Persiapkan ide cerita yang mau diangkat. Pastikan ide tersebut memang sesuai dengan 'nilai' yang akan diajarkan kepada anak;

2. Buat alurnya, sesuaikan tingkat sederhana/kompleks sesuai rentang usia atau daya tangkap anak;

3. Buat cerita utuhnya, bahasa sesuaikan juga. Bagusnya menggunakan kata yang bervariasi agar anak bertambah kosa katanya;

4. Membuat gambar dengan pensil. Sila ambil fiqh tentang hukum gambar (khususnya tentang makhluk bernyawa) yang paling nyaman di hati tapi tetap merujuk ke salafush shalih;

5. Selesai membuat draft gambar hitam putih lalu bisa mulai untuk diwarnai ;

6. Foto/scan gambar yg sudah berwarna, taruh di aplikasi paint atau semacamnya kemudian tulis narasinya;

7. Gambar siap di print dan tinggal di streples biar jadi semacam buku cerita bergambar.

8. Baca bersama-sama dengan buah hati.. ;p

---

Nah besok akan sy posting per langkah ya, insyaAllah. Karena bikin buku cerita bergambar ini jadi project sy di tantangan level 10 ini.

Senin, 04 Desember 2017

Day 3: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Membuat Alat Peraga Dongeng

Sebenarnya saya tidak pernah eh belum pernah sih mempersiapkan alat peraga khusus untuk kegiatan mendongeng ini. Pakai saja apa yang ada. Boneka lah, alat makan lah, atau tanpa alat peraga tinggal mengubah-ubah suara.

Tapi kemarin pas main bebas dengan Kakak dan Adek, dapat ide untuk membuat burung merak ala-ala. Kakak memasangkan kipas kertas warna-warninya dengan pesawat terbangnya. Lalu Bunda minta Kakak buatkan kepalanya dan Bunda yang membantu menempelkan bagian-bagiannya.

Dan jadilah..


Penasaran dengan ceritanya? Tunggu postingan besok ya..Wakakak sok ngartis ya.. ;p Padahal sebenarnya biar bisa full 10 day setor saja.. :D

Minggu, 03 Desember 2017

Day 2: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Ribby, Kelinci Yang Baik Hati]

Di suatu malam dengan hujan yang sangat deras, terdengar suara ketokan pintu di rumah Ribby Si Kelinci Yang Baik Hati.

"Tok..tok..tok.. Assalamu’alaykum.." Suaranya sayup karena kalah dengan suara hujan.

Ribby yang sedang menyiapkan makan malam, berhenti sejenak dari aktivitasnya. Dia mencoba memfokuskan pendengarannya. Apa benar ada tamu di malam gelap dan di tengah hujan lebat begini?

"Tok..tok.. Assalamu’alaykum.."

Suara itu kembali terdengar. Ribby pun bersegara menuju pintu depan. Dia melihat sebentar dari kaca jendela, siapa itu yang datang.

"MasyaAllah Cici. Ayo masuk.." Dia melihat sahabatnya sudah basah kuyup. Cici menggigil kedinginan. Ribby pun memapah tangan temannya agar bersegera masuk ke dalam rumah. Kemudian dia tutup pintu rumah dan menguncinya.

"Sebentar ya Ci, aku ambilkan handuk dan baju ganti dulu." Ribby pun masuk ke dalam kamarnya.

Tak berapa lama dia keluar dan mengangsurkan handuk dan baju ganti kepada Cici.

"Kamu keringkan diri dulu ya. Aku akan menyalakan perapian dan menyiapkan makan malam untuk kita berdua."

"Terima kasih Ribby.." Mata Cici berkaca sebagai luapan terima kasih atas kebaikan hati sahabatnya.

Selesai mengeringkan badan dan berganti baju, Cici melihat perapian sudah menyala dan makan malam sudah terhidang di meja.

"Ayo, duduk sini Ci. Minum dulu susu hangatnya agar kamu tidak menggigil. Oya, pakai juga kaos kaki ini biar kakimu tidak dingin."

"Terima kasih.." Cici tidak tahu apa yang harus diucapkannya lagi.

"Nah sekarang yuk kita makan. Aku sudah masak sup wortel yang insyaAllah enak.." Kata Ribby sambil tersenyum.

Lagi-lagi hanya ucapan terima kasihlah yang terucap dari lisan Cici. Selesai makan Cici membantu merapikan meja makan, namun ketika dia hendak mencuci piring, Ribby memintanya untuk duduk bicara dulu.

"Cici, apa yang terjadi? Malam-malam dengan hujan lebat begini kamu datang ke rumahku? Pastilah ada sesuatu yang sangat penting.." tanya Ribby

"Ehm..iya.. Mohon maaf sebelumnya, aku mau merepotkanmu. Karena hujan deras yang tidak berhenti beberapa hari ini, qadarullah air sungai meluap. Dan rumahku kebanjiran beserta seluruh isinya. Aku belum berani mendekatinya karena air masih sangat tinggi. Aku bermaksud menumpang disini sampai air surut bila kamu mengizinkan.." urai Cici.

"Innalillaahi wa inna ilayhi raji'un.. Cici yang shabar ya, insyaAllah akan diganti dengan yang lebih baik. Tentu saja kamu boleh tinggal disini Ci. Aku justru senang sekali ada teman di rumah. InsyaAllah persediaan makananku cukup untuk kita berdua. Alhamdulillah ukuran baju kita pun sama ya.." ucap Ribby sungguh-sungguh sambil memegang tangan Cici.

"Sekali lagi terima kasih ya Ribby.. Kamu memang sahabat yang shalihah dan baik hati.." Cici menggenggam erat tangan sahabatnya itu.

Kemudian mereka pun berpelukan. Mereka bersyukur kepada Allah telah dianugerahi sahabat yang sejati.

[End]

------


Cerita ini kami mainkan dalam permainan peran kemarin. Spontan saja, karena Adek sedang mengajak Bunda main kelinci-kelincian. Karena beberapa hari ini hujan terus dan air melimpah di jalan depan rumah, maka tema banjir bisa dikenalkan. Selain tentang banjirnya, tolong-menolong saudara yang terdampak banjir juga perlu dimasukkan.

Kelinci Ribby dan rumahnya

Sabtu, 02 Desember 2017

Day 1: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Jerapah, Tolong Tahan Tanganmu]

"Hua..hua..hua.." Jerapah dan Beruang tiba-tiba saja menangis bersamaan. Bunda Ribby pun, bersegera mendatangi keduanya.

"Sini sayang.." Bunda Ribby memeluk bersamaan keduanya.

Setelah tangis mereka agak mereda, Bunda pun bertanya: "Sudah tenang? Siapa yang mau menceritakan apa yang terjadi kepada Bunda?"

"Tadi Jerapah pukul Beruang Bunda..!" Jawab Beruang cepat.

"Beruang juga pukul Jerapah tadi!" Jerapah tak mau kalah. Sehingga mereka berdua saling bersahutan adu argumen.

"Beruang, Jerapah, sudah.. Bunda tidak paham apa yang sebenarnya terjadi jika kalian saling bersahutan. Siapa yang mau bicara duluan?" Tegas Bunda menengahi.

"Saya Bunda!" Beruang mengajukan diri.

"Silakan Beruang. Jerapah menyimak bersama Bunda ya.."

"Tadi Jerapah mau pinjam mainan yang sedang Beruang pegang. Tapi Beruang belum izinkan karena Beruang masih mau main. Jerapahnya rebut mainan itu, Beruang tetap pertahankan. Lalu Jerapah pukul Beruang." Urai Beruang.

"Benar seperti itu, Jerapah?" Bunda bertanya lagi.

Jerapah mengangguk mengiyakan. Kemudian meneruskan: "Tapi Beruang sudah balas pukul Jerapah."

"Terus?" Pancing Bunda.

"Terus Jerapah pukul Beruang lebih keras Bunda. Beruang balas lebih keras juga. Terus Jerapah menangis." Jelas Beruang.

"Beruang juga!" Jerapah membela diri.

"O..baik, Bunda sudah tahu sekarang apa yang terjadi tadi. Terima kasih ya Beruang dan Jerapah telah mau menceritakan dengan jujur kepada Bunda. Sekarang Bunda mau tanya, kenapa Jerapah pukul Beruang tadi?"

"Karena Beruang tak mau pinjamkan mainan Bunda.." Jawab Jerapah.

"Jerapah tahu kan bahwa tidak boleh memukul teman duluan apa pun alasannya?"

Jerapah terdiam.

"Jerapah, tolong ingat peraturan permainan kita ya. Beruang juga. Mainan di sini adalah mainan bersama. Aturannya adalah siapa yang memegang satu mainan, maka dia dianggap pemiliknya pada saat itu sampai 15 menit berikutnya. Ingat, satu orang hanya boleh menjadi pemilik satu mainan. Jika ada yang menginginkan mainan yang sudah dimainkan yang lain, maka dia harus meminta izin. Dan bila belum diizinkan, maka dia harus bershabar dan menyampaikan kepada Bunda. Nanti Bunda yang akan mengambilkan mainannya setelah 15 menit. Jerapah dan Beruang sudah paham kan?"

"Sudah Bunda" Jawab mereka kompak.

"Nah, sekarang Jerapah sudah tau kesalahan Jerapah kan? Kesalahan Jerapah adalah merebut mainan dan memukul teman bermain. Silakan sekarang minta maaf kepada Beruang yaa.." Saran Bunda.

"Beruang, Jerapah minta maaf ya.." Sambil mengangsurkan tangannya.

"Iya.." Jawab beruang sambil menyalami tangan Jerapah.

"Nah, sudah selesai ya permasalahannya. Jerapah, Bunda minta tolong agar Jerapah lain kali menahan diri untuk tidak merebut mainan teman ya. Juga menahan tangan jerapah kuat-kuat, agar tidak memukul teman. Oke?"

"Oke..Bunda." Jawab Jerapah sambil tersenyum.

[End]

------

Cerita ini saya bawakan dengan bantuan boneka yang dimiliki Kakak dan Adek pada saat mereka sedang memainkannya. Ide cerita ya dari keseharian mereka. Tujuannya adalah untuk mengulang peraturan yang telah kami sepakati terkait dengan alat bermain, agar mereka mudah mengingatnya dan menginternalisasikannya dalam diri mereka. Khususnya untuk Adek yang rentang usianya masih 'semua adalah milikku', maka tema ini mungkin akan sering diulang.