Sabtu, 02 Desember 2017

Day 1: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Jerapah, Tolong Tahan Tanganmu]

"Hua..hua..hua.." Jerapah dan Beruang tiba-tiba saja menangis bersamaan. Bunda Ribby pun, bersegera mendatangi keduanya.

"Sini sayang.." Bunda Ribby memeluk bersamaan keduanya.

Setelah tangis mereka agak mereda, Bunda pun bertanya: "Sudah tenang? Siapa yang mau menceritakan apa yang terjadi kepada Bunda?"

"Tadi Jerapah pukul Beruang Bunda..!" Jawab Beruang cepat.

"Beruang juga pukul Jerapah tadi!" Jerapah tak mau kalah. Sehingga mereka berdua saling bersahutan adu argumen.

"Beruang, Jerapah, sudah.. Bunda tidak paham apa yang sebenarnya terjadi jika kalian saling bersahutan. Siapa yang mau bicara duluan?" Tegas Bunda menengahi.

"Saya Bunda!" Beruang mengajukan diri.

"Silakan Beruang. Jerapah menyimak bersama Bunda ya.."

"Tadi Jerapah mau pinjam mainan yang sedang Beruang pegang. Tapi Beruang belum izinkan karena Beruang masih mau main. Jerapahnya rebut mainan itu, Beruang tetap pertahankan. Lalu Jerapah pukul Beruang." Urai Beruang.

"Benar seperti itu, Jerapah?" Bunda bertanya lagi.

Jerapah mengangguk mengiyakan. Kemudian meneruskan: "Tapi Beruang sudah balas pukul Jerapah."

"Terus?" Pancing Bunda.

"Terus Jerapah pukul Beruang lebih keras Bunda. Beruang balas lebih keras juga. Terus Jerapah menangis." Jelas Beruang.

"Beruang juga!" Jerapah membela diri.

"O..baik, Bunda sudah tahu sekarang apa yang terjadi tadi. Terima kasih ya Beruang dan Jerapah telah mau menceritakan dengan jujur kepada Bunda. Sekarang Bunda mau tanya, kenapa Jerapah pukul Beruang tadi?"

"Karena Beruang tak mau pinjamkan mainan Bunda.." Jawab Jerapah.

"Jerapah tahu kan bahwa tidak boleh memukul teman duluan apa pun alasannya?"

Jerapah terdiam.

"Jerapah, tolong ingat peraturan permainan kita ya. Beruang juga. Mainan di sini adalah mainan bersama. Aturannya adalah siapa yang memegang satu mainan, maka dia dianggap pemiliknya pada saat itu sampai 15 menit berikutnya. Ingat, satu orang hanya boleh menjadi pemilik satu mainan. Jika ada yang menginginkan mainan yang sudah dimainkan yang lain, maka dia harus meminta izin. Dan bila belum diizinkan, maka dia harus bershabar dan menyampaikan kepada Bunda. Nanti Bunda yang akan mengambilkan mainannya setelah 15 menit. Jerapah dan Beruang sudah paham kan?"

"Sudah Bunda" Jawab mereka kompak.

"Nah, sekarang Jerapah sudah tau kesalahan Jerapah kan? Kesalahan Jerapah adalah merebut mainan dan memukul teman bermain. Silakan sekarang minta maaf kepada Beruang yaa.." Saran Bunda.

"Beruang, Jerapah minta maaf ya.." Sambil mengangsurkan tangannya.

"Iya.." Jawab beruang sambil menyalami tangan Jerapah.

"Nah, sudah selesai ya permasalahannya. Jerapah, Bunda minta tolong agar Jerapah lain kali menahan diri untuk tidak merebut mainan teman ya. Juga menahan tangan jerapah kuat-kuat, agar tidak memukul teman. Oke?"

"Oke..Bunda." Jawab Jerapah sambil tersenyum.

[End]

------

Cerita ini saya bawakan dengan bantuan boneka yang dimiliki Kakak dan Adek pada saat mereka sedang memainkannya. Ide cerita ya dari keseharian mereka. Tujuannya adalah untuk mengulang peraturan yang telah kami sepakati terkait dengan alat bermain, agar mereka mudah mengingatnya dan menginternalisasikannya dalam diri mereka. Khususnya untuk Adek yang rentang usianya masih 'semua adalah milikku', maka tema ini mungkin akan sering diulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar