Minggu, 03 Desember 2017

Day 2: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Ribby, Kelinci Yang Baik Hati]

Di suatu malam dengan hujan yang sangat deras, terdengar suara ketokan pintu di rumah Ribby Si Kelinci Yang Baik Hati.

"Tok..tok..tok.. Assalamu’alaykum.." Suaranya sayup karena kalah dengan suara hujan.

Ribby yang sedang menyiapkan makan malam, berhenti sejenak dari aktivitasnya. Dia mencoba memfokuskan pendengarannya. Apa benar ada tamu di malam gelap dan di tengah hujan lebat begini?

"Tok..tok.. Assalamu’alaykum.."

Suara itu kembali terdengar. Ribby pun bersegara menuju pintu depan. Dia melihat sebentar dari kaca jendela, siapa itu yang datang.

"MasyaAllah Cici. Ayo masuk.." Dia melihat sahabatnya sudah basah kuyup. Cici menggigil kedinginan. Ribby pun memapah tangan temannya agar bersegera masuk ke dalam rumah. Kemudian dia tutup pintu rumah dan menguncinya.

"Sebentar ya Ci, aku ambilkan handuk dan baju ganti dulu." Ribby pun masuk ke dalam kamarnya.

Tak berapa lama dia keluar dan mengangsurkan handuk dan baju ganti kepada Cici.

"Kamu keringkan diri dulu ya. Aku akan menyalakan perapian dan menyiapkan makan malam untuk kita berdua."

"Terima kasih Ribby.." Mata Cici berkaca sebagai luapan terima kasih atas kebaikan hati sahabatnya.

Selesai mengeringkan badan dan berganti baju, Cici melihat perapian sudah menyala dan makan malam sudah terhidang di meja.

"Ayo, duduk sini Ci. Minum dulu susu hangatnya agar kamu tidak menggigil. Oya, pakai juga kaos kaki ini biar kakimu tidak dingin."

"Terima kasih.." Cici tidak tahu apa yang harus diucapkannya lagi.

"Nah sekarang yuk kita makan. Aku sudah masak sup wortel yang insyaAllah enak.." Kata Ribby sambil tersenyum.

Lagi-lagi hanya ucapan terima kasihlah yang terucap dari lisan Cici. Selesai makan Cici membantu merapikan meja makan, namun ketika dia hendak mencuci piring, Ribby memintanya untuk duduk bicara dulu.

"Cici, apa yang terjadi? Malam-malam dengan hujan lebat begini kamu datang ke rumahku? Pastilah ada sesuatu yang sangat penting.." tanya Ribby

"Ehm..iya.. Mohon maaf sebelumnya, aku mau merepotkanmu. Karena hujan deras yang tidak berhenti beberapa hari ini, qadarullah air sungai meluap. Dan rumahku kebanjiran beserta seluruh isinya. Aku belum berani mendekatinya karena air masih sangat tinggi. Aku bermaksud menumpang disini sampai air surut bila kamu mengizinkan.." urai Cici.

"Innalillaahi wa inna ilayhi raji'un.. Cici yang shabar ya, insyaAllah akan diganti dengan yang lebih baik. Tentu saja kamu boleh tinggal disini Ci. Aku justru senang sekali ada teman di rumah. InsyaAllah persediaan makananku cukup untuk kita berdua. Alhamdulillah ukuran baju kita pun sama ya.." ucap Ribby sungguh-sungguh sambil memegang tangan Cici.

"Sekali lagi terima kasih ya Ribby.. Kamu memang sahabat yang shalihah dan baik hati.." Cici menggenggam erat tangan sahabatnya itu.

Kemudian mereka pun berpelukan. Mereka bersyukur kepada Allah telah dianugerahi sahabat yang sejati.

[End]

------


Cerita ini kami mainkan dalam permainan peran kemarin. Spontan saja, karena Adek sedang mengajak Bunda main kelinci-kelincian. Karena beberapa hari ini hujan terus dan air melimpah di jalan depan rumah, maka tema banjir bisa dikenalkan. Selain tentang banjirnya, tolong-menolong saudara yang terdampak banjir juga perlu dimasukkan.

Kelinci Ribby dan rumahnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar