"To be pregnant is to be vitally alive, thoroughly woman, and distressingly inhabited. Soul and spirit are stretched – along with body – making pregnancy a time of transition, growth, and profound beginnings." (Anonymous)
Dua garis merah pada alat pendeteksi kehamilan itu telah mengaminkan persangkaanku beberapa hari terakhir ini. Tubuh yang tiba-tiba saja berubah menjadi sesuatu yang tidak kukenali. Rasa lelah yang terus menerus menggelayut, tenaga yang seperti tersedot habis, otot-otot betis yang berkontraksi seperti waktu menaklukkan gunung pertama kali.
Belum lagi selera makan yang tak ada lagi, mual-muntah selalu muncul mendahului, pun bahkan ketika makanan belum terbaui. Semua wewangian menjadi sesuatu yang memuakkan masuk ke indra penciuman. Pokoknya haram suami dekat-dekat kalau habis mandi, pakai deodoran, dan pakai minyak wangi. Bau keringat alami justru membuat nyaman dan tenang sekali.
Entah darimana sebutan 'morning sickness', padahal kombinasi kesakitan itu saya rasai tidak hanya di pagi hari. Tapi berlangsung terus dari bangun tidur sampai bangun tidur lagi.
Melewati satu hari dengan kondisi seperti itu saja subhanallaah rasanya lama sekali. Dan Ibu hamil harus merasainya setidaknya di trimester pertama, kalau saya sendiri kurang lebih 120 hari. Ada pula yang sampai bayi lahir baru selesai semua rasa yang 'menakjubkan' ini.
MaasyaaAllaah..mungkin inilah cara Allah meningkatkan daya tahan terhadap rasa sakit untuk para Ibu. Dilatih secara terus-menerus sepanjang waktu tertentu.
Mungkin inilah cara Allah untuk mendewasakan kejiwaan seorang Ibu, dilatih untuk mampu melawan segala rasa enggannya misal untuk makan, demi untuk sesuatu yang ia cinta walaupun belum hadir di depan mata.
Mungkin ini cara Allah untuk mendekatkan diri seorang Ibu dengan-Nya, karena dengan segala kelemahannya dia akan rajin mengadu dan meminta kebaikan kepada Rabb-nya untuk dirinya dan calon bayinya.
Mungkin ini cara Allah untuk mencambuk kesadaran calon Ibu terhadap berat perjuangan Ibunya yang telah melewati perjuangan yang serupa, sehingga doa-doa kebaikan untuk kedua orang tua yang sebelumnya hanya melewati lisan secara biasa, kini dapat terasa menggetarkan dinding hatinya, terucap dengan sepenuh jiwa.
Maka Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu-Bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.'
(QS. Luqman : 14)




