Kelompok 6:
1. Dwiagris Tiffania
2. Nina Purwanti
3. Sri Agustin
*FITRAH SEKSUALITAS: BAGAIMANA MENGHADAPI TANTANGAN PERGAULAN BEBAS*
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21)
Fitrah manusia: cinta, rasa kasih, dan sayang dapat menjadi bencana apabila tidak dikelola dengan baik
- Waktu yang tidak tepat
- Ditujukan kepada orang yang tidak tepat
*>> akan berakibat pada PERGAULAN BEBAS*
Pendidikan berbasis fitrah adalah pola pendidikan yang dikaitkan dengan peradaban, yang sejatinya sejalan dengan tujuan penciptaan manusia dengan potensi yang dimiliki.
❓*Faktor Penyebab*
1⃣ Keluarga tidak siap mendidik anak
- Kurangnya ilmu/pengetahuan yang dimiliki orangtua tentang pengasuhan anak, terutama tentang pemahaman agama dan pendidikan seksualitas yang tepat
- Kurangnya kedekatan/bonding orangtua dengan anak
2⃣ Kontrol sosial yang keliru >> terlalu mengekang atau terlalu membebaskan
- Selain keluarga inti, permasalahan pergaulan bebas juga menjadi tanggung jawab bersama. Perilaku acuh justru menjadi penyebab hilangnya kontrol sosial
3⃣ Paparan pornografi/pornoaksi yang semakin marak
- Tayangan televisi kerapkali tidak mendidik, bahkan tayangan kartun sekalipun terkadang mengandung konten yang tidak bagus untuk anak
- Situs pornografi/pornoaksi sangat mudah diakses oleh anak-anak melalui internet
💡 *Solusi*
1⃣ Pendidikan agama
- Berikan pemahaman agama yang baik, sehingga tertanam iman yang kuat >> menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya
- Berikan pemahaman tentang ketauhidan dan cinta yang hakiki
- Tanamkan urgensi menundukkan pandangan, menutup aurat, dan memelihara rasa malu sejak dini >> QS. An-Nur: 30-31 dan HR. Muttafaq'alaih
2⃣ Pendidikan fitrah seksualitas yang tepat
- Pendidikan fitrah seksualitas dapat dimulai sejak anak dilahirkan sesuai dengan tahapan usianya
>> Contoh pendidikan fitrah seksualitas sesuai dengan tahapan usia
- Usia 0-2 tahun: pengenalan anggota tubuh (termasuk organ kemaluannya) dengan bahasa ilmiah, pembiasaan penggunaan pakaian yang tidak memperlihatkan area pribadi
- Usia 3-6 tahun: pengenalan perbedaan organ tubuh laki-laki dan perempuan, pengenalan berbagai macam sentuhan pantas dan tidak pantas (area pribadi yang harus dilindungi: mulut, dada, kemaluan, dan pantat)
- Usia 7-10 tahun: pengamatan peran laki-laki dan perempuan dalam interaksi sosial, pengenalan tentang masa pubertas (mimpi basah dan menstruasi) serta organ reproduksi laki-laki dan perempuan
- Usia 10-14 tahun: pemisahan kamar anak laki-laki dan perempuan (dapat dimulai lebih awal apabila anak sudah siap), pendampingan anak memasuki masa pre-akil baligh yang ditandai dengan perubahan fisik anak-anak serta berinteraksi dengan lawan jenis
3⃣ Pola pengasuhan yang tepat
- Optimalisasi peran ibu dan ayah
- Batasi penggunaan gadget untuk anak dan arahkan anak untuk mengikuti kegiatan positif
>> Bangun kedekatan emosional sesuai tahapan usia
- Usia 0-2 tahun: anak laki-laki dan perempuan didekatkan kepada ibunya selama fase menyusui
- Usia 3-6 tahun: anak laki-laki dan perempuan harus dekat dengan ayah dan ibu agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional
- Usia 7-10 tahun: anak laki-laki didekatkan kepada ayahnya dan anak perempuan didekatkan kepada ibunya agar anak memahami peran sosial mereka
- Usia 10-14 tahun: anak laki-laki didekatkan ke ibu dan anak perempuan didekatkan ke ayah agar terbangun ketertarikan terhadap lawan jenis pada masa balighnya dan menjadikan ibu dan ayahnya tempat curhatnya
4⃣ Peran keluarga dalam masyarakat
- Meningkatkan rasa kepedulian ataupun empati dalam bermasyarakat
- Turut andil dalam menyelesaikan isu-isu pergaulan bebas ataupun berbagai faktor penyebabnya
📚 Referensi
- Al-Qur'an
- Santosa, Harry. 2015. Fitrah Based Education. Bekasi: Yayasan Cahaya Mutiara Timur
- Ideo, Watiek. 2004. Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
- Soetikno, Tiffany Robin. 2016. I'm Changing. Depok: RB Publisher
- https://www.femina.co.id/health-diet/10-fakta-hiv-aids-yang-perlu-anda-ketahui-hivprevention
- https://ksrpmiunhas.or.id/2017/11/fenomena-seks-bebas-pada-kalangan.html
Poin diskusi yang berkesan:
Sebelum anak-anak mencari sendiri dari sumber antah berantah tentang perubahan fisik dan hormonalnya saat baligh, sebaiknya orang tua yang mendampingi anandanya. Mengajak ngobrol, sharing pengalaman dulu, bangun kelekatan sehingga ortu merasa tidak tabu dan anak merasa tidak malu membicarakan hal-hal tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar