Tugas Kelas Telur Pekan Kedua, mendetailkan keterampilan yang diperlukan untuk agar aktivitas Suka dan Bisa-nya benar-benar membahagiakan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk yang lain. Kenapa tidak biarkan saja yang penting Ibu bahagia, ngga usah fokus dengan yang lain?
Yakinkah kalo Ibu masih bisa bahagia kalau suami dan anak-anaknya tidak bahagia? Saya kok yakin jawabannya TIDAK. Fitrahnya wanita itu akan melakukan apapun untuk dapat membahagiakan orang-orang yang dicintainya, meskipun dia harus mengorbankan kebahagiaanya sendiri. Nah, itu yang mau pelan-pelan diubah melalui Bunda Cekatan. Bunda juga harus tetap bisa bahagia dengan segala macam tantangan dan keriweuhan menjadi Bunda. Jadi tidak ada yang harus mengorbankan kebahagiaannya. Emang bisa?
Nah disinilah kita akan belajar selangkah demi selangkah bagaimana caranya untuk menjadi Bunda yang berbahagia lahir dan batin, begitu juga dengan suami dan anak-anak, agar tercipta keluarga yang bahagia.
Senin, 23 Desember 2019
Selasa, 17 Desember 2019
LACAK KEKUATAN
Alhamdulillaah setelah sekian tahun penantian untuk bisa masuk Kelas Bunda Cekatan, akhirnya mulai juga perkuliahannya. Kembali lagi berjibaku dengan tugas, tapi kali ini tugasnya bebaaasssss untuk mengeksplore diri.. I love to learn.. Merdeka belajar..!!! Yeayyyy...
Tugas pertama melacak kekuatan diri dari aktivitas yang dilakukan dalam keseharian. Saya harus bertanya lagi ke dalam diri saya mana sih aktivitas yang bener-bener saya suka dan mana yang enggak. Karena selama ini ya lakuin aja mana yang sanggup dilakuin, lepasin yang ngga bisa lagi kepegang.. Tapi tanpa mengenal diri, ternyata beberapa aktivitas yang penting dan membuncahkan kebahagiaan saat melakukannya justru terskip karena kecapean lah, tak ada waktu lah, dan berbagai alasan lainnya. Yang akhirnya menjadikan hidup terasa garing, ngga dapat 'nyawa' dalam beraktivitas. Sadar sih, tapi ngga tau mesti gimana untuk mengurainya.
Bismillah bi idznillah, semoga Bunda Cekatan ini jalannya..
Tugas pertama melacak kekuatan diri dari aktivitas yang dilakukan dalam keseharian. Saya harus bertanya lagi ke dalam diri saya mana sih aktivitas yang bener-bener saya suka dan mana yang enggak. Karena selama ini ya lakuin aja mana yang sanggup dilakuin, lepasin yang ngga bisa lagi kepegang.. Tapi tanpa mengenal diri, ternyata beberapa aktivitas yang penting dan membuncahkan kebahagiaan saat melakukannya justru terskip karena kecapean lah, tak ada waktu lah, dan berbagai alasan lainnya. Yang akhirnya menjadikan hidup terasa garing, ngga dapat 'nyawa' dalam beraktivitas. Sadar sih, tapi ngga tau mesti gimana untuk mengurainya.
Bismillah bi idznillah, semoga Bunda Cekatan ini jalannya..
Langganan:
Komentar (Atom)