Tugas pertama melacak kekuatan diri dari aktivitas yang dilakukan dalam keseharian. Saya harus bertanya lagi ke dalam diri saya mana sih aktivitas yang bener-bener saya suka dan mana yang enggak. Karena selama ini ya lakuin aja mana yang sanggup dilakuin, lepasin yang ngga bisa lagi kepegang.. Tapi tanpa mengenal diri, ternyata beberapa aktivitas yang penting dan membuncahkan kebahagiaan saat melakukannya justru terskip karena kecapean lah, tak ada waktu lah, dan berbagai alasan lainnya. Yang akhirnya menjadikan hidup terasa garing, ngga dapat 'nyawa' dalam beraktivitas. Sadar sih, tapi ngga tau mesti gimana untuk mengurainya.
Bismillah bi idznillah, semoga Bunda Cekatan ini jalannya..
![]() |
| Gambar 1 : Grafik Lacak Kekuatan dan Kelemahan |
Sementara itu yang teridentifikasi. Namun, untuk yang bisa dan suka sebenarnya list-nya masih akan berlanjut panjang. Cut dulu, suruh pilih 5 saja.
![]() |
| Gambar 2 : Suka dan Bisa |
Mengapa memilih 5 itu?
Khusus untuk yang 'Bermunajat 1/3 Malam Terakhir' dan 'Berinteraksi dengan Al-Quran' sengaja saya tulis disitu agar nantinya benar-benar terukur dan terlaksana. Karena 2 hal ini memberikan kebahagiaan dan energi yang luar biasa pada jiwa saya. Namun 2 hal ini yang selama bertambah amanah anak-anak paling sering saya skip karena berbagai alasan. Padahal mestinya dengan bertambah amanah, bertambah pula kebutuhan saya akan dua hal tersebut. Pada akhirnya, semakin terasa rapuhnya jiwa karena kurangnya spirit dari Dia Yang Maha Segala. Astaghfirullaah..
'Bercengkerama dengan Suami dan Anak', ini favorit. Kadang cuma gegulingan, curhat-curhatan, ejek-ejekan, kentut-kentutan.. :D Tapi imbasnya MaasyaaAllaah, wuussshh adem di hati. Merasa dicintai. Merasa sangat, sangat, sangat berbahagia dan bersyukur mempunyai mereka.
'Bekerja di Ranah Publik'. Ini merupakan sumber kebahagiaan yang selama ini saya denial. Saya merasa buruk, karena meninggalkan anak-anak seharian. Tapi setelah saya tilik benar-benar ke dalam diri, saya senang melakukan pekerjaan ini. Saya merasa bermanfaat. Saya berbahagia menjalani. Walaupun tetap ada feeling guilty ke anak, tetapi dari kacamata saya pribadi, itu justru membawa sesuatu yang positif sebenarnya untuk mereka. Positif yang seperti apa? Saya merasa setiap pertemuan dengan anak adalah hal yang sangat-sangat-sangat saya tunggu dan nikmati. Saya tidak akan menjadi Bunda Monster sebertingkah apapun mereka.
Saya merasa bekerja ini sebagai salah satu menjemput Ridha orang tua juga, karena keempat orangtua berharap dan mendukung saya untuk tetap bekerja. Saya dan suami tinggal jauh dari orang tua, saat tenaga atau fisik tidak bisa berdekatan untuk siapsiaga membantu kesulitan-kesulitan mereka, maka melalui materilah jalan kami tetap dapat berbakti dan memberi rona bahagia untuk beliau-beliaunya.
Dengan bekerja alhamdulillaah juga bisa menyalurkan kebahagiaan saya yang lain yaitu membantu sesama. Tanpa harus menimbang besarnya, karena suami Ridha penghasilan saya untuk kesenangan saya.
Selanjutnya 'Mencuci Baju Adek Bayi' ini entah mengapa semacam jadi me time yang mengasyikkan. Ya sepanjang Dek Bayi-nya tidur atau ada yang bantuin jaga. Melihat baju-baju mungil warna-warni, maasyaaAllaah mood booster. Melihat dari yang sebelumnya bernoda kuning kena pup jadi kembali bersih itu membahagiakan. Xixixi dasar Emak receh yaa.. >.<
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


Tidak ada komentar:
Posting Komentar