Rabu, 03 Desember 2014

Milestone Maryam : 9 - 10 Bulan

---

9 M

Shalihah Bunda sudah tidak bisa dihentikan langkah lutut dan telapak tangannya (merangkak maksudnya -red). Jadi semua sudut rumah sudah dijelajahi. Hehehe,, yaiyalah.. secara rumah cuma sepetak gitu. Baru merangkak sebentar sudah kebentur tembok, balik badan eh tembok lagi.. :DD Just kidding.. Bunda sangat bahagia dan bersyukur dengan rumah yang dibelikan oleh Ayah tersayang ini, walopun belum bisa memaksimalkan kesyukurannya dengan rajin bersih-bersih. Hihihi...

Mungkin karena dalem rumah sudah tidak menarik untuk dieksplorasi, makanya Maryam jadi lebih sering ke balkon. Nyusup di jemuran. Tarik-tarik apa yang ada di jemuran. Mainan saluran air AC. Lebih seger juga kali ya Nak,, karena banyak angin..

Milestone Maryam : 7 - 8 Bulan

---

7M

Hmm.. Shalihah sudah pandai apa ya di bulan ke-7? Yang pasti sih sudah ngoceh panjang lebar namun belum dapat ditangkap maksudnya. Kadang-kadang suaranya tinggi dan keras. Kadang hanya gumaman. Sedang hobi bermain prut-prut (mbunyi-mbunyiin mulutnya seperti tiruan suara kentut -_-"). Mulai ngesot dikit-dikit. Dan ketika melihat tisu atau kertas, ngesotnya semakin semangat. Kalo dapet tuh kertas/tisu, bonusnya adalah mam..mam..mam.. enak... makan deh kertas/tisunya. Hadeuuhhh..

Maryam 7 M

Rabu, 12 November 2014

Lagi-Lagi Maafkan Bunda Nak

Gendhuk Shalihah Kesayangan, ternyata nulis itu masih menjadi PR banget buat Bunda. Padahal yang ditulis itu tentang 'mu'. Yang notabene merupakan amanah dari Alloh yang menjadi sumber kebahagiaan buat Ayah dan Bunda. Menulis tentang 'mu' harusnya Bunda prioritaskan, demi untuk menciptakan kenangan yang akan terus Shalihah ingat. Kata Ustadz Bendri Jaisyurrahman, menulis tentang anak itu sebagai usaha menciptakan sejarah yang baik. Anak akan tau bahwa dirinya itu dicintai, disayangi, dan keberadaannya itu disyukuri oleh kedua orangtuanya. Perasaan dicintai itu diharapkan akan memberikan energi positif kepada jiwa anak-anak sehingga dia akan dapat tumbuh kembang dengan maksimal, memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya dengan sebaik-baiknya, berusaha meneladani kebaikan-kebaikan yang diajarkan orang tuanya, bisa bangkit kembali saat menemui kegagalan, dan dia akan menjadi manusia yang dapat mengasihi orang-orang disekitarnya.

Senin, 20 Oktober 2014

Milestone Maryam : 2 - 6 Bulan

Hihihi, sudah 3,5 bulan berlalu dari postingan milestone yang sebelumnya ternyata ya Nduk Shalihah. Maaf ya Sayang, Bunda kan PNS yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan kantor yang ngga ada habisnya itu. :D Semoga semuanya tetep berkah ya, walopun molor ditambah molor dan dikali molor.. jadinya muolooor banget nih update-nya.

Oke, sebelum masuk ke bulan ke-2 kayaknya belum afdol kalo belum cerita bagaimana perjuangan kita untuk saling bonding melalui penyusuan. Jadi Nak, sampai sekarang itu Bunda masih belum menemukan jawaban kenapa dirimu di 3 minggu pertama setelah lahiran itu syusyah banget kalo mau nenen. Pasti harus nangis kejer yang kerasnya sampe kedengeran tetangga di ujung gang. Kayaknya Shalihah itu sudah hauuuusss dan lapeerrrr banget tapi pas dikasih nenen itu nggak bisa langsung plek-ngenyot dengan nyamannya. Kondisi mulut Shalihah sih terbuka dan nenen sudah masuk mulut, tapi Shalihah ngga bisa langsung ngenyot. Bunda selalu senam jantung saja setiap Shalihah minta nenen. Padahal kan sering banget ya minta nenen-nya. Dan sangat sering pake drama nangis jejeritan. Jadi udah dibela-belain beli kursi apa itu yang harganya kalo ngga salah inget duaratusribu sekian, biar enak posisi nenennya. Tapi ya,, sami mawon... Sambil baring, duduk di lantai dengan selonjor, dengan bersila, dengan ditekuk bak mbah-mbah pedagang, pun sambil berdiri. Kadang-kadang langsung bisa, lebih banyak ngga bisanya.. hehehe.. Sepertinya Bunda bukan seorang yang fast learner yaa.. Tapi alhamdulillah, setelah minggu-minggu yang penuh perjuangan itu,, akhirnya kita sudah saling belajar kali ya Nak. Jadi setiap ketemu nenen, sudah langsung hap..hap..hap...lancar jaya. Senengggggg banget rasanya. Baru bisa menikmati momen menyusui yang bener-bener wow itu. Terima kasih ya Nak sudah mau bekerja sama dan bershabar dengan Bunda.. ^^

Kamis, 26 Juni 2014

Milestone Maryam : 1 Bulan (Plus Proses Lahiran)

Sebenarnya sih Nak, postingan ini niatnya mau dipublikasikan pas kamu setahun kemarin (17 April 2014). Jadi kayak milestone rutin tahunan gitu. Tapi eh tapi, apa daya.. Ternyata Bunda tidak bisa menyelesaikannya. Molor hampir 2 bulan nih Sayang.. Niat awalnya doeloe malah pengennya setiap bulan ada up date perkembanganmu, Shalihah Kesayangan. Biar nanti kalo sudah besar, Shalihah tetep tau kejadian-kejadian di masa kecil. Baik kenangan menyenangkan maupun yang tidak. Untuk diambil pelajaran tentunya. Tapi ya beginilah Bunda-mu Nak.. Maafkan yaa.. :) Ke depannya semoga bisa lebih baik. Aamiin Allohumma Aamiin..
---

Kamis, 22 Mei 2014

#PolahMaryam (3)

Karena banyaknya kerjaan di kantor, yang bahkan kadang rapat berlarut-larut lewat dari jam kerja.. Maka terpaksalah diriku harus merelakan menjemput Maryam lewat waktu alias overtime.. (aih.. lama-lama bangkrut lah awak kalo sering-sering over time..)

Nah, pas jemput Maryam pas over time minggu lalu diceritainlah sama Bu Guru kelakuan shalihah kesayangan sore itu. Jadi begini ceritanya.. Haiyah, udah mirip infotainment alias gosip aja ni.. :)

Tiba-tiba, tanpa ada angin dan tanpa hujan.. Maryam mengambil salah satu alas lantai (dari karet, bentuknya puzzle-puzzle yang disusun) yang ukurannya gede. Menggeretnya..(karena tubuhnya tidak lebih besar dari puzzlenya), kemudian menaruhnya di salah satu tepian lantai. Dan.... dia berdiri di atasnya kemudian mengangkat kedua tangannya sejajar dengan telinga dan menyedekapkannya. Kemudian diulang lagi.

Ngapain sih Nduk? Oalah..sedang sholat rupanya.. Bu Guru sampe tertakjub dan bilang 'Kok bisa-bisanya... Bunda dan Ayah juga tertakjub, Sayang.. Alhamdulillah..

Shalihah ya Nak.. Semoga kita selalu saling bisa menguatkan dalam kebaikan.. Aamiin..

-Maryam, 13 Bulan-

#PolahMaryam (2)

Kalo habis diganti pampersnya, maka akan bersegera memungut pampers bekasnya dan berjalan ke arah tempat sampah. Kemudian... plung.. mencoba memasukkannya. Kalo ternyata masih kecantol di tepian tempat sampahnya, maka akan di dorong-dorong terus sampai masuk..

Hingga tibalah kami di hari itu.. Diriku puyeng mencari sepatu Maryam yang yakin banget tadi sudah aku taruh di rak sepatu. Tetapi kemudian pas mau dipake, tetiba raib begitu saja. Sepasang, baik yang kanan maupun yang kiri. Hilang. Dicari kemana-mana mbok menowo dipake main Maryam ke sudut-sudut rumah, namun nihil. Yasudahlah,, tidak usah pake sepatu saja ya Nak..

Dan ternyata pemirsa, pada saat diriku membuang sampah dari tempat sampah yang ada di dalam rumah ke pool sampahnya.. derengdengdeng... sepasang sepatu itu nongol dengan manis diantara sesampah yang ada. Fyuhhh... :))

-Maryam, 13 Bulan-

 






#PolahMaryam (1)

Kalo kelamaan di dalam rumah atau mendengar suara anak-anak sedang bermain di luar, maka si doi (Maryam-red) langsung menuju tumpukan baju bekas pakai (alias pakaian yang sudah dipakai sebentar dan direncanakan untuk dipakai lagi ^^), kemudian ubeg-ubeg cari jilbab Bunda. Karena ada beberapa jilbab disana, kadang mikir dulu (dipegang-pegang gantian) mau ambil yang mana. Tapi kalo sudah keburu-buru kebelet pengen keluar rumah banget, langsung disamber mana saja yang ditemukan terlebih dahulu.

Setelah menemukan jilbabnya, langsung bersegera menghampiri Bunda dan menyorongkan ituh jilbab sambil bilang ntah apa ngga jelas.

"Tatatatata...!" dengan mimik wajah yang bisa diartikan: "Cepat pake Bund!"

atau kadang-kadang..

"Menyen...!" dengan mimik wajah yang sama. Kalo artinya mungkin sih 'main'.

Kemudian memastikan Bunda memakai jilbab itu. Jika tidak, maka dia akan terus mendorong-dorong jilbab itu ke Bundanya, harus sampe dipake. Lalu... ambil tangan Bunda dan digandeng menuju pintu keluar..

---

Pas pertama diriku bingung, ni anak maunya apa kok suruh pake jilbab.. Setelah sampe pintu barulah diriku tau bahwa aku disuruh bukain pintu terus main di luar.

"Kalo ke luar rumah pakai jilbab, Bund.."

"Oalah oke-oke... dimengerti.." :DD

-Maryam, 13 Bulan-

Jumat, 28 Maret 2014

rerangkai kata #1

Tetiba di sms Bos, 'Mbak, tolong buatin ucapan ultah yg agamis, trus email ke sy. He3... Tks'.

Nah lo, begini ni nasib jadi pekerja mandiri (baca: tak ada rekan kerja lain). Kudu dibisa-bisain nulis kajian, bikin design cover, foto kopi, bikin ppt tayangan, bungkus-bungkus kado, bikinin teh, bikinin ucapan mulai dari lahir-khitanan-ultah-meninggal, sampe ngerokin.. hehehe... :DD

Mumpung tadi alhamdulillah dapet ilham yang cukup bagus (menurut gue lah ya..), jadi pantas disimpan di sini. Biar lain kali ngga perlu mikir lagi.. ^^

Dongeng Buat Si Kecil

Urusan dongeng-mendongeng untuk anak, bagi saya adalah suatu bentuk keterampilan yang mau ngga mau harus dipelajari. Ngga harus jago,, tapi yang penting anak enjoy dan nasehat yang ingin kita sampaikan ke anak bisa dipahami dengan baik. Sesuai dengan usia dan daya tangkap mereka tentu saja. Seperti bernyanyi, menari a.k.a gerak lagu, dan menggambar..yang mungkin menurut kita sama sekali ngga merasa ada secuil upil pun bakat kita disana. Tapi percayalah, setidak ekspresif apapun gaya penyampaian cerita kita, sehancur apapun suara kita saat kita bernyanyi, sekaku apapun lenggokan tubuh kita saat menari, dan se-ngga jelas apapun bentuk gambar kita...buat anak kita it's really fun. Kenapa? Karena kamu adalah ibunya. Semua hal yang kamu lakukan, akan sangat nampak menarik baginya. Dan akan menyuplai energi positif pada jiwanya.

Ah sotoy ni...

Selasa, 25 Maret 2014

Uneg-Uneg

Ehm..Uhuk..Uhuk.. Kok jadi keder gini ya,, lama tidak menulis di blog... Itu mungkin yang namanya rasa berdosa cuy... Bisa jadi sih iya... #ngusregusreg tanah.. T.T

Maafkan diriku ya shabra-shatila sayang,, sembilan bulan tidak mengunjungi dirimu. Padahal hampir setiap hari lintasan niat untuk menulis itu ada. Hanya karena banyak excuse, dan diriku merasa hal-hal lain itu lebih layak untuk dilakukan jadinya ngga nyadar bahwa engkau sudah aku abaikan. 9 bulan?! Itu ibarat orang hamil dah siap-siap mau lairan... Bayangpun jika minimal, aku mau istiqomah ngepost -se ngga penting apapun- 1 kali seminggu,, itu berarti sudah akan ada minimal 36 postingan. Dan itu adalah jejak-jejak yang seharusnya bisa aku baca dan ingat lagi,, nanti di masa depan... Yang mungkin bisa membentuk senyum karena ingat hal-hal lucu yang terjadi, atau minimal membentuk senyum karena menertawakan kebodohan diri di masa lampau.. :DD Dan yang paling penting,, menjadi parameter seandainya ternyata diri di masa datang tak sebaik di masa ini. Pengingat, pelecut, penyala semangat.. Muhasabah..