Seharusnya kali ini postingannya tentang ranah hubungan interpersonal. Tapi setelah saya baca-baca ulang, ternyata ini berhubungan dekat dengan yang intrapersonal kemarin. Khususnya di poin 2 yang terkait dengan sikap sosial. Mungkin irisannya adalah intrapersonal itu lebih menekankan pada bagaimana anak memandang dirinya sendiri ketika berhadapan dengan orang lain, sedangkan interpersonal itu lebih ditekankan pada penilaian orang lain yang berhubungan dg si anak. Bisa jadi anak memandang dirinya sudah berlaku sopan kepada orla tapi orla secara umum memandang anak tersebut masih tergolong slengekan.
Kamis, 31 Agustus 2017
Rabu, 30 Agustus 2017
Day 7: Bintang Keluarga
Ranah Intrapersonal Adek Ribby (2Y4M)
Karakteristik Pribadi
Karakter Adek sangat berbeda dengan Kakak. Jika Kakak terhadap sesuatu yang baru mottonya adalah coba dulu risiko belakangan. Kalau Adek tidak mau dulu, sampai yakin bahwa hal baru itu membuatnya nyaman. Kakak mengandalkan logika, Adek lebih banyak bermain di ranah perasaan.
Karakteristik Pribadi
Karakter Adek sangat berbeda dengan Kakak. Jika Kakak terhadap sesuatu yang baru mottonya adalah coba dulu risiko belakangan. Kalau Adek tidak mau dulu, sampai yakin bahwa hal baru itu membuatnya nyaman. Kakak mengandalkan logika, Adek lebih banyak bermain di ranah perasaan.
Selasa, 29 Agustus 2017
Day 6: Bintang Keluarga
Lanjut ke ranah selanjutnya yang hendak dieksplorasi yaitu ranah intrapersonal.
Apa maksudnya ya?
Dari wikipedia disebutkan bahwa komunikasi intrapersonal merupakan penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek yang tidak nampak (misalkan Tuhan). Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam proses simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan.
Senin, 28 Agustus 2017
Day 5: Bintang Keluarga
Hari ini giliran laporan Adik 2Y4M di ranah hubungan dengan Rabb-nya. Karena di rentang usia 0-7 tahun yang difokuskan adalah Kaya Wawasan, maka pengenalan dan pelajaran yang kami sampaikan ke Adik di lingkup area 'Ketuhanan' masih sebatas menyebut sebanyak mungkin Allah di berbagai hal yang ditemui dalam keseharian.
Kalau melihat sesuatu yang baru semisal hujan, maka kami akan bertanya siapa yang menciptakan hujan Dek? Allah. Iya Allah. Maha Pemberi Rizki. Hujan itu rezeki dari Allah, mari kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasululullah: Allohumma shayyiban nafi'an. Ya Allah kami memohon kepada-Mu hujan yang bermanfaat.
Kalau melihat sesuatu yang baru semisal hujan, maka kami akan bertanya siapa yang menciptakan hujan Dek? Allah. Iya Allah. Maha Pemberi Rizki. Hujan itu rezeki dari Allah, mari kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasululullah: Allohumma shayyiban nafi'an. Ya Allah kami memohon kepada-Mu hujan yang bermanfaat.
Jumat, 25 Agustus 2017
Day 4: Bintang Keluarga
Kali ini akan membahas tentang Kakak dalam ranah hubungan terhadap Rabb-nya.
Di usia Kakak yang 4Y4M ini, kami belum mewajibkan Kakak untuk ikut shalat. Kalau pas diajak mau, maka hayuk ikut shalat bersama. Kalo masih mau dengan aktivitas lain, ya silakan saja. Namun demikian, dalam keseharian kami sering menyelipkan bahasan tentang shalat ini ke Kakak. Bahwa kalau mau masuk surga ya kuncinya shalat dan seterusnya. Bahwa dalam shalat tidak boleh ada becandaan karena kita sedang berbicara kepada Allah dst. Sambil diajarkan doa2 yang dibaca dalam setiap gerakan shalat. Harapan kami adalah Kakak nanti pas di waktu wajib shalat sudah paham dasar teorinya dan melaksanakan shalat secara sadarjaga dari manifestasi kehambaannya bukan karena takut orangtua, malu kepada teman dll.
Di usia Kakak yang 4Y4M ini, kami belum mewajibkan Kakak untuk ikut shalat. Kalau pas diajak mau, maka hayuk ikut shalat bersama. Kalo masih mau dengan aktivitas lain, ya silakan saja. Namun demikian, dalam keseharian kami sering menyelipkan bahasan tentang shalat ini ke Kakak. Bahwa kalau mau masuk surga ya kuncinya shalat dan seterusnya. Bahwa dalam shalat tidak boleh ada becandaan karena kita sedang berbicara kepada Allah dst. Sambil diajarkan doa2 yang dibaca dalam setiap gerakan shalat. Harapan kami adalah Kakak nanti pas di waktu wajib shalat sudah paham dasar teorinya dan melaksanakan shalat secara sadarjaga dari manifestasi kehambaannya bukan karena takut orangtua, malu kepada teman dll.
Rabu, 23 Agustus 2017
Day 3 : Bintang Keluarga
Postingan yang lalu sudah ceki-ceki Kakak, sekarang ceki-ceki Adek dulu yaa.. Ribby 2Y4M..
I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL
- Mulai meniru gerakan berdoa/sembahyang sesuai dengan agamanya
- Mulai memahami kapan mengucapkan salam, terima kasih, maaf, dsb
Day 2 : Bintang Keluarga
Sebelum masuk ke detil kegiatan, saya lebih prefer mengecek secara keseluruhan perkembangan anak-anak sesuai dengan modul 0 KM yang kemarin.
Untuk Day 2 ini, perkembangan Kakak (4Y4M) dulu ya yang dicek.. Warna hijau berarti sudah, kuning sudah ada tapi masih sangat minim, merah belum sama sekali. Alhamdulillah hampir semuanya sudah hijau. Yang merah/orange karena saya belum pernah mencobanya atau saya tidak mengerti maksudnya bagaimana. Semoga Allah memudahkan saya untuk mencoba mengenalkan hal-hal tersebut ke Kakak dalam waktu dekat.
I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL
- Mengetahui agama yang dianutnya
- Meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar
- Mengucapkan doa sebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu (terhadap doa yang sudah dihafal)
- Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk (sudah sesuai yang diajarkan, masih on going)
- Membiasakan diri berperilaku baik (sudah sesuai yang diajarkan, masih on going)
- Mengucapkan salam dan membalas salam
Senin, 21 Agustus 2017
Day 1 : Bintang Keluarga
Di dalam dunia yang penuh dengan 'persaingan' adalah sangat wajar bahwa kita pun ikut melaju berkompetisi di dalamnya, pun bahkan tanpa kita sadari. Realita menjerumuskan kita ke dalam perlombaan dimana pemenang akan mendapatkan semuanya dan yang kalah tidak akan mendapatkan apapun, sehingga kita terus berlomba dengan mengerahkan segala tenaga, waktu, sumber daya untuk menjadi yang 'terbaik'. Dalam segala hal. Kita pun sampai lupa bagaimana caranya menikmati proses dari laku kita, apatah lagi mensyukuri capaian-capaian kecil yang sudah kita dapatkan. Semuanya terstandar dengan standar 'keumuman'. Dan capaian yang belum mencapai standar itu, masih dianggap sebagai kegagalan.
Duh, mau sampai kapan seperti ini? Bahagiakah dengan begini? Jika kita terus berada pada kondisi ini, suatu saat kita juga akan dihempaskan oleh realita bahwa di atas langit masih terus akan ada langit. Jadi kenapa harus mengukur kesuksesan/kebahagiaan kita dengan standar umum? Sampai matipun bisa jadi kita tidak akan pernah mensyukuri apa yang sudah kita raih jika pola pikirnya begini.
Sabtu, 05 Agustus 2017
Day 10: Pengenalan Matematika
Selain belajar melalui apa yang ditemui dalam keseharian, kami juga mulai memperkenalkan ke Kakak belajar dengan 'kertas maupun buku'.
Day 7: Pengenalan Matematika
Kalau lagu satu dua tiga dan seterusnya itu untuk Adek. Maka yang sedang diajarkan ke Kakak adalah tentang mengenal hari. Lagunya yang: senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu minggu, itu nama-nama hari.
Day 6: Pengenalan Matematika
Nah, yang ini pasti mudah, murah, dan menyenangkan. Yaitu dengan lagu. Siapa coba yang tidak hafal lagu satu-satu aku sayang Ibu? Nah ini bisa dinyanyikan dengan anak usia toddler ya. Ketika dia sudah hafal lagu itu beserta gerakan tangannya dengan baik, maka lagu bisa kita ubah hingga sampai hitungan yang lebih tinggi.
Day 5: Pengenalan Matematika
Pengenalan matematika untuk anak bisa juga dengan melakukan perhitungan untuk memberikan batasan waktu. Selain anak jadi hafal urutan bilangan, anak juga tau konsep lama/lebih lama dan sebentar.


