[BERKEBUN = BERLIPAT KEUNTUNGAN]
Entah kapan dan dimana mulainya, saya jadi senang sekali dengan perihal pepohonan dan hijauan tanaman sendiri. Mungkin berawal dari saya senang makan sayur, terus nyari/beli yang organik itu tidak mudah dan murah, kemudian lihat postingan beberapa orang yang mereka kalau mau nyayur tinggal petik itu kok sepertinya menyenangkan sekali...
Pengennya udah lama. Tapi cuma pengen doang. Alasannya macam-macam lah yaa.. Pas di Jakarta karena rumah ngontrak dan tak ada halamannya. Nah pas sekarang pindah ke Aceh, halaman ada sedikit tapiiii ternyata disini syusyah sekali mencari penjual bibit sayur. Mungkin karena belum ketemu saja ya.. Semoga Allah mudahkan.. Sudah cari-cari di penjual tanaman yang besar-besar tuh, tak ada pula. Adanya standar cabai, tomat. Pan eike pengen nanem bayam, kangkung, daun bawang, daun sop, brokoli yang semacam itu.
Jumat, 29 September 2017
Kamis, 28 September 2017
Day 15: Cerdas Finansial
[MENABUNG UNTUK MEMBELI KEBUTUHAN]
Kakak yang sudah mulai kami ajarkan untuk hal ini. Waktu itu pernah menabung dari koin bintang yang didapat kalau rajin baca iqra, hasilnya sudah dibelikan crayon. Saat ini sedang proses menabung untuk membeli botol minum yang dia mau. Uangnya dia hasilkan sendiri dari proses membantu Bunda. Misal, Kakak kalo malam masih dipakein pospak saat ini. Nah kalo paginya pospaknya kering alias tidak mengompol, maka Kakak berhak mendapat uang 2 ribu dari Bunda. Dari poin ini Kakak sudah dapat banyak uang, karena dalam 14 hari paling ngompol sekali/2 kali saja.
Kakak yang sudah mulai kami ajarkan untuk hal ini. Waktu itu pernah menabung dari koin bintang yang didapat kalau rajin baca iqra, hasilnya sudah dibelikan crayon. Saat ini sedang proses menabung untuk membeli botol minum yang dia mau. Uangnya dia hasilkan sendiri dari proses membantu Bunda. Misal, Kakak kalo malam masih dipakein pospak saat ini. Nah kalo paginya pospaknya kering alias tidak mengompol, maka Kakak berhak mendapat uang 2 ribu dari Bunda. Dari poin ini Kakak sudah dapat banyak uang, karena dalam 14 hari paling ngompol sekali/2 kali saja.
Rabu, 27 September 2017
Day 14: Cerdas Finansial
[BERMAIN JUAL BELI]
Nah ini permainan rutin yang kami mainkan tiap malam. Kalo ngga jual beli ya masak-masakan atau bermain peran. Kadang semuanya di blend jadi satu. Jadi si Adek pun sudah fasih dengan permainan ini, walaupun kalau jualan harganya selalu dua ribu.. :D
Tujuan permainan ini sih untuk saat ini hanya sekedar mengenalkan profesi pedagang kepada anak-anak. Bahwa berdagang itu memiliki kemuliaan. Para shahabat Rasulullah yang kaya raya itu berasal dari perdagangan, pun bahkan Rasulullah pun pernah berdagang.
Saat bermain itu dikasih tau, bahwa tidak boleh berbohong kepada pembeli. Misal buahnya ada yang busuk, ya bilang ini saya kasih harga murah karena buahnya sudah tidak segar lagi misalnya. Tidak dicampur-campur dan disembunyikan. Kan yang dicari berkahnya, tidak hanya sekedar banyaknya keuntungan.
Dikasih tau juga bahwa tidak boleh memperjualbelikan yang haram misal buah curian (karena alat peraganya cuma buah dan sayur mainan), daging babi/anjing dkk (saat bermain warung makan), rokok, dan gambar/patung yang berbentuk manusia/hewan.
Terus infonya ditambah bahwa boleh menawar dagangan, tapi permudahlah. Jangan menawar terlalu menggigit, yang wajar harga pasar saja.
Tapi selama ini kami main tanpa menggunakan peraga uang. Pengen sih kedepannya yang real gitu pakai print-print-nan uang. Cuma kok ya emaknya ini sok sibuk, males pergi ke tukang printer. Hayuk lah kapan-kapan cus dieksekusi.. InsyaAllah..
Nah ini permainan rutin yang kami mainkan tiap malam. Kalo ngga jual beli ya masak-masakan atau bermain peran. Kadang semuanya di blend jadi satu. Jadi si Adek pun sudah fasih dengan permainan ini, walaupun kalau jualan harganya selalu dua ribu.. :D
Tujuan permainan ini sih untuk saat ini hanya sekedar mengenalkan profesi pedagang kepada anak-anak. Bahwa berdagang itu memiliki kemuliaan. Para shahabat Rasulullah yang kaya raya itu berasal dari perdagangan, pun bahkan Rasulullah pun pernah berdagang.
Saat bermain itu dikasih tau, bahwa tidak boleh berbohong kepada pembeli. Misal buahnya ada yang busuk, ya bilang ini saya kasih harga murah karena buahnya sudah tidak segar lagi misalnya. Tidak dicampur-campur dan disembunyikan. Kan yang dicari berkahnya, tidak hanya sekedar banyaknya keuntungan.
Dikasih tau juga bahwa tidak boleh memperjualbelikan yang haram misal buah curian (karena alat peraganya cuma buah dan sayur mainan), daging babi/anjing dkk (saat bermain warung makan), rokok, dan gambar/patung yang berbentuk manusia/hewan.
Terus infonya ditambah bahwa boleh menawar dagangan, tapi permudahlah. Jangan menawar terlalu menggigit, yang wajar harga pasar saja.
Tapi selama ini kami main tanpa menggunakan peraga uang. Pengen sih kedepannya yang real gitu pakai print-print-nan uang. Cuma kok ya emaknya ini sok sibuk, males pergi ke tukang printer. Hayuk lah kapan-kapan cus dieksekusi.. InsyaAllah..
Selasa, 26 September 2017
Day 13: Cerdas Finansial
[ANTARA KEINGINAN DAN KEBUTUHAN]
Tema ini mah sebenarnya masih perlu untuk Bundanya. Kadang perang pemikiran antara INGIN atau BUTUH ini sering kali jadi blur di praktiknya. Misalnya saja di satu tema : beli kompor. Diperdalam lagi dengan kompor gas atau kompor minyak? Alasan masing-masing apa? Yakin mampu merawat dan membersihkannya? Akan sering digunakan bila beli yang mana? Jika sudah dapat pilihan misal 'Kompor gas karena lebih mudah menggunakannya, lebih bersih di perabotan, lebih mudah perawatan sehingga tidak malas memasak karena tinggal ceklik..ceklik." Terus tapi lari lagi ke yang satu tatakan apa 2 tatakan? Yang 2 tatakan nampak lebih manis-manis lho ditaruh didapur. Merk ini yang harganya sekian kali lebih mahal desainnya oke punya jika dibandingkan dengan merk-merk lain yang harganya murah. Dan akhirnya jreng..jreng..jreng..beli lah kompor gas 2 tatakan dengan harga yang agak tinggi terus tapi ternyata... Tetep jarang masak.. Hahahahaha..
Tema ini mah sebenarnya masih perlu untuk Bundanya. Kadang perang pemikiran antara INGIN atau BUTUH ini sering kali jadi blur di praktiknya. Misalnya saja di satu tema : beli kompor. Diperdalam lagi dengan kompor gas atau kompor minyak? Alasan masing-masing apa? Yakin mampu merawat dan membersihkannya? Akan sering digunakan bila beli yang mana? Jika sudah dapat pilihan misal 'Kompor gas karena lebih mudah menggunakannya, lebih bersih di perabotan, lebih mudah perawatan sehingga tidak malas memasak karena tinggal ceklik..ceklik." Terus tapi lari lagi ke yang satu tatakan apa 2 tatakan? Yang 2 tatakan nampak lebih manis-manis lho ditaruh didapur. Merk ini yang harganya sekian kali lebih mahal desainnya oke punya jika dibandingkan dengan merk-merk lain yang harganya murah. Dan akhirnya jreng..jreng..jreng..beli lah kompor gas 2 tatakan dengan harga yang agak tinggi terus tapi ternyata... Tetep jarang masak.. Hahahahaha..
Senin, 25 September 2017
Day 12: Cerdas Finansial
[MENJAGA KESEHATAN SEBAGAI BAGIAN MANAJEMEN FINANSIAL]
Manajemen finansial itu tidak melulu sesuatu yang berkonotasi dengan 'pengiritan' kan ya? Misal selalu dinilai dengan pertambahan rupiah-rupiah yang dimiliki. Memiliki badan dan jiwa yang sehat, sehingga bisa beribadah dan beraktivitas dengan baik pastilah merupakan salah satu penyempurna kebahagiaan hidup juga. Dan merupakan bagian perencanaan finansial pastinya.
Oleh karena itu, kami berusaha menjaga kesehatan anak-anak kami agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun, usaha yang kami lakukan saat ini tidaklah spesial. Hanya sekedar mengurang-ngurangi. Belum bisa hijrah yang sesuai dengan parameter saya. Mungkin malah baru di tahap 10%nya.. Tapi bismillah, semoga sedikit-sedikit bisa berbenah ke depannya.
Manajemen finansial itu tidak melulu sesuatu yang berkonotasi dengan 'pengiritan' kan ya? Misal selalu dinilai dengan pertambahan rupiah-rupiah yang dimiliki. Memiliki badan dan jiwa yang sehat, sehingga bisa beribadah dan beraktivitas dengan baik pastilah merupakan salah satu penyempurna kebahagiaan hidup juga. Dan merupakan bagian perencanaan finansial pastinya.
Oleh karena itu, kami berusaha menjaga kesehatan anak-anak kami agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun, usaha yang kami lakukan saat ini tidaklah spesial. Hanya sekedar mengurang-ngurangi. Belum bisa hijrah yang sesuai dengan parameter saya. Mungkin malah baru di tahap 10%nya.. Tapi bismillah, semoga sedikit-sedikit bisa berbenah ke depannya.
Minggu, 24 September 2017
Day 11: Cerdas Finansial
[UANG TIDAK DATANG SENDIRINYA DI MESIN ATM]
Karena dasar-dasar hukum terkait finansial atau rezeki ini sudah dibahas pada day-day sebelumnya, maka untuk day 11 dst saya mengambil hal-hal yang ringan saja. Bilang saja sudah kehabisan ide.. :D
Pernah ngga sih Bun, ketika anak-anak meminta sesuatu dan kita bilang belum ada bagian uang yang dialokasikan untuk itu terus si anak dengan polos, lugu, dan entengnya menjawab: Ambil di ATM lah Bunda!
Karena dasar-dasar hukum terkait finansial atau rezeki ini sudah dibahas pada day-day sebelumnya, maka untuk day 11 dst saya mengambil hal-hal yang ringan saja. Bilang saja sudah kehabisan ide.. :D
Pernah ngga sih Bun, ketika anak-anak meminta sesuatu dan kita bilang belum ada bagian uang yang dialokasikan untuk itu terus si anak dengan polos, lugu, dan entengnya menjawab: Ambil di ATM lah Bunda!
Sabtu, 23 September 2017
Day 10: Cerdas Finansial
[ADA HAK ALLAH DALAM REZEKI KITA?]
Rezeki berupa harta yang kita miliki tidak serta merta menjadi punya kita seutuhnya. Selain bahwa Allah akan menghisab jalan masuk dan jalan keluarnya, juga lebih dari itu ada hak Allah berupa zakat yang harus kita tunaikan. Zakat ada aturannya yang harus dipenuhi. Baik dari sisi nisab jumlah maupun nisab waktu, juga dari besaran perhitungannya. Selain itu, penerima zakat juga harus tepat sasaran sesuai dengan yang disyariatkan.
Beberapa dasar hukum zakat:
Rezeki berupa harta yang kita miliki tidak serta merta menjadi punya kita seutuhnya. Selain bahwa Allah akan menghisab jalan masuk dan jalan keluarnya, juga lebih dari itu ada hak Allah berupa zakat yang harus kita tunaikan. Zakat ada aturannya yang harus dipenuhi. Baik dari sisi nisab jumlah maupun nisab waktu, juga dari besaran perhitungannya. Selain itu, penerima zakat juga harus tepat sasaran sesuai dengan yang disyariatkan.
Beberapa dasar hukum zakat:
Jumat, 22 September 2017
Day 9: Cerdas Finansial
[MEMBELANJAKAN REZEKI DARI ALLAH: BOROS VS PELIT?]
“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67)
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu boros), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal” (QS al-Israa’:29
“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67)
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu boros), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal” (QS al-Israa’:29
Kamis, 21 September 2017
Day 8: Cerdas Finansial
[WASILAH MEMPERBANYAK REZEKI SESUAI TUNTUNAN NABI]
Pertama: Istighfar
Allah Ta’ala berfirman:
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)
Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.
“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al-Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Rabu, 20 September 2017
Day 7: Cedas Finansial
[MENGENAL PROFESI SEBAGAI SALAH SATU JALAN MENDAPAT REZEKI]
Rezeki kita memang sudah djamin oleh Allah, namun ikhtiar mencari rezeki itu harus tetap kita lakukan. Walaupun bisa jadi rezeki kita tidak datang dari ikhtiar itu, namun dari jalan lain yang tidak kita duga. Tetapi bekerja/berkarya/menebar manfaat itu adalah jalan hidup para nabi/rosul dan orang-orang shalih.
Rezeki kita memang sudah djamin oleh Allah, namun ikhtiar mencari rezeki itu harus tetap kita lakukan. Walaupun bisa jadi rezeki kita tidak datang dari ikhtiar itu, namun dari jalan lain yang tidak kita duga. Tetapi bekerja/berkarya/menebar manfaat itu adalah jalan hidup para nabi/rosul dan orang-orang shalih.
Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata, ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Rizkiku pasti akan datang sendiri.” Imam Ahmad lantas mengatakan, ”Orang ini sungguh bodoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda,”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku. [HR. Ahmad, dari Ibnu ‘Umar. Sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan Al ‘Iroqi dalam Takhrij Ahaditsil Ihya’, no. 1581. Dalam Shahih Al Jaami’ no. 2831, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
Selasa, 19 September 2017
Day 6: Cerdas Finansial
[REZEKI YANG HALAL DAN YANG HARAM]
Postingan kali ini merupakan lanjutan dari yang kemarin. Hanya lebih meluaskan materinya ke hal-hal yang bisa jadi tidak langsung ditemui dalam keseharian anak.
Misal tentang dasar kehalalan makanan/minuman kita. Kalo minuman, sy belum pernah terangkan karena menurut saya belum saatnya memperkenalkan anak balita dengan alkohol. Tapi kalo makanan banyak materi yang bisa disampaikan.
Postingan kali ini merupakan lanjutan dari yang kemarin. Hanya lebih meluaskan materinya ke hal-hal yang bisa jadi tidak langsung ditemui dalam keseharian anak.
Misal tentang dasar kehalalan makanan/minuman kita. Kalo minuman, sy belum pernah terangkan karena menurut saya belum saatnya memperkenalkan anak balita dengan alkohol. Tapi kalo makanan banyak materi yang bisa disampaikan.
Senin, 18 September 2017
Day 5: Cerdas Finansial
[HISAB ATAS HARTA KEKAYAAN]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” [HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946)]
Minggu, 17 September 2017
Day 4: Cerdas Finansial
[CARA BERTERIMA KASIH ATAS REZEKI DARI ALLAH]
Sebagai agama yang mendidik pemeluknya untuk berbudi yang luhur, Islam mengajarkan agar manusia pandai mensyukuri dan berterimakasih kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya. Jika kepada manusia yang hanya menjadi wasilah saja kita diminta untuk berterima kasih, maka Allah jauh lebih berhak mendapatkan terima kasih kita karena hanya dari-Nya sajalah semua sumber nikmat yang sampai kepada kita.
Lalu bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat tersebut?
Sebagai agama yang mendidik pemeluknya untuk berbudi yang luhur, Islam mengajarkan agar manusia pandai mensyukuri dan berterimakasih kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya. Jika kepada manusia yang hanya menjadi wasilah saja kita diminta untuk berterima kasih, maka Allah jauh lebih berhak mendapatkan terima kasih kita karena hanya dari-Nya sajalah semua sumber nikmat yang sampai kepada kita.
Lalu bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat tersebut?
Sabtu, 16 September 2017
Day 3: Cerdas Finansial
[MACAM-MACAM REZEKI DARI ALLAH]
Anak kita perlu tahu dan memahami bahwa rezeki dari Allah itu tidak melulu berwujud uang, kekayaan, atau benda yang bersifat material dan sebangsanya. Tetapi jauh lebih luas maknanya dari itu. Misal diberikan anggota tubuh yang lengkap dan tanpa cacat, diberikan kesehatan, diberikan kepandaian, diberikan kemudahan untuk berakhlak mulia, diberikan teman-teman yang baik, dijauhkan dari musibah dlsb. Itu semua adalah rezeki yang bisa jadi nilainya lebih besar dari beratus juta uang yang dimiliki. Terutama nikmat dapat merasakan manisnya islam dan iman, merupakan nikmat yang tak kan pernah mau kita tukar dengan dunia seisinya bukan?
Dalam hal ini, maka ketika anak misal bilang: "Bunda, hasil gambar Kakak bagus ya?"
Maka kita bisa arahkan jawaban: "MasyaAllah wal hamdulillaah.. Iya Kak, bagus! Ini rezeki yang Allah karuniakan ke Kakak ya. Kakak mempunyai tangan yang tidak cacat, tubuh yang tidak sakit, diberikan ilham untuk menggambar, dimudahkan membeli pensil-kertas-dan crayon sehingga Kakak bisa menggambar dengan hasil yang bagus.." Peluk dan usap kepalanya, maka pancaran matanya akan membuat Anda tertakjub bahagia.
Misal ketika sedang belajar berkebun. Pas bibit-bibit mulai tumbuh dan dia bersorak girang. Jangan lupa ingatkan bahwa itu juga rezeki dari Allah. Allah yang dapat menumbuhkan dan mematikan. Minta anak diminta mengingat berapa jumlah biji yang dulu disemai. Tanah yang sama, air yang sama, sinar matahari yang sama, tapi dari sekian biji itu ada yang tumbuh bertunas tapi ada juga yang tidak tumbuh.
Misal ketika hujan, maka sampaikan ke anak bahwa hujan adalah juga rezeki dari Allah. Kita tidak boleh men-stigma hujan dengan keburukan. Jangan sampai kita bilang: hujan lagi, jadi becek deh jalannya atau jadi ngga kering bajunya dst dengan nada kecewa. Tapi selalu ajak anak ketika hujan datang untuk memanjatkan do'a yang diajarkan nabi dan do'a-do'a lainnya sesuai kebutuhan kita. Karena waktu hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdo'a. Jadi ingat do'a Kakak kemarin pas sedang hujan, dia malu-malu berdo'a minta donat dan minta mainan. :)
Di momen ini bisa pula dimasukkan pembelajaran tentang malaikat Mikail yang diberikan tugas oleh Allah untuk membagi rezeki.
Anak kita perlu tahu dan memahami bahwa rezeki dari Allah itu tidak melulu berwujud uang, kekayaan, atau benda yang bersifat material dan sebangsanya. Tetapi jauh lebih luas maknanya dari itu. Misal diberikan anggota tubuh yang lengkap dan tanpa cacat, diberikan kesehatan, diberikan kepandaian, diberikan kemudahan untuk berakhlak mulia, diberikan teman-teman yang baik, dijauhkan dari musibah dlsb. Itu semua adalah rezeki yang bisa jadi nilainya lebih besar dari beratus juta uang yang dimiliki. Terutama nikmat dapat merasakan manisnya islam dan iman, merupakan nikmat yang tak kan pernah mau kita tukar dengan dunia seisinya bukan?
Dalam hal ini, maka ketika anak misal bilang: "Bunda, hasil gambar Kakak bagus ya?"
Maka kita bisa arahkan jawaban: "MasyaAllah wal hamdulillaah.. Iya Kak, bagus! Ini rezeki yang Allah karuniakan ke Kakak ya. Kakak mempunyai tangan yang tidak cacat, tubuh yang tidak sakit, diberikan ilham untuk menggambar, dimudahkan membeli pensil-kertas-dan crayon sehingga Kakak bisa menggambar dengan hasil yang bagus.." Peluk dan usap kepalanya, maka pancaran matanya akan membuat Anda tertakjub bahagia.
Misal ketika sedang belajar berkebun. Pas bibit-bibit mulai tumbuh dan dia bersorak girang. Jangan lupa ingatkan bahwa itu juga rezeki dari Allah. Allah yang dapat menumbuhkan dan mematikan. Minta anak diminta mengingat berapa jumlah biji yang dulu disemai. Tanah yang sama, air yang sama, sinar matahari yang sama, tapi dari sekian biji itu ada yang tumbuh bertunas tapi ada juga yang tidak tumbuh.
Misal ketika hujan, maka sampaikan ke anak bahwa hujan adalah juga rezeki dari Allah. Kita tidak boleh men-stigma hujan dengan keburukan. Jangan sampai kita bilang: hujan lagi, jadi becek deh jalannya atau jadi ngga kering bajunya dst dengan nada kecewa. Tapi selalu ajak anak ketika hujan datang untuk memanjatkan do'a yang diajarkan nabi dan do'a-do'a lainnya sesuai kebutuhan kita. Karena waktu hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdo'a. Jadi ingat do'a Kakak kemarin pas sedang hujan, dia malu-malu berdo'a minta donat dan minta mainan. :)
Di momen ini bisa pula dimasukkan pembelajaran tentang malaikat Mikail yang diberikan tugas oleh Allah untuk membagi rezeki.
Jumat, 15 September 2017
Day 2: Cerdas Finansial
[JANGAN KHAWATIR, REZEKI KITA SUDAH DIJAMIN OLEH-NYA]
MasyaaAllah, kemarin pas di dokter gigi, tayangan televisi yang sedang menyala di ruang tunggu adalah cerita Adit (Sopo Jarwo apa ya kalo tidak salah judulnya). Ada adegan dimana Adit menendang bola kuat-kuat sehingga bola memantul jauh sekali. Adit dan ke-tiga kawannya bersegera mengejar bola itu. Ada salah satu anak yang bertubuh gemuk yang bernama Dennis (lupa euy..) yang diminta tetap di lapangan saja, tidak usah ikut mengejar bola. Mungkin kawan-kawannya khawatir Dennis kecapean atau berlari dengan lambat karena postur tubuhnya.
Adit dan ketiga kawan yang mengejar bola sudah berlarian kesana-kemari karena bola terus memantul sehingga pada akhirnya mereka menyerah dan menganggap bola itu sudah wassalam alias hilang. Mereka pun kembali ke lapangan. Ketika sampai di lapangan, terkejutlah mereka karena mereka sudah melihat Dennis bermain menggunakan bola itu. Ternyata bola itu tadi memantul kembali ke lapangan, mendekat ke arah Dennis yang tidak turut serta berlelah-lelah mencari.
MasyaaAllah, kemarin pas di dokter gigi, tayangan televisi yang sedang menyala di ruang tunggu adalah cerita Adit (Sopo Jarwo apa ya kalo tidak salah judulnya). Ada adegan dimana Adit menendang bola kuat-kuat sehingga bola memantul jauh sekali. Adit dan ke-tiga kawannya bersegera mengejar bola itu. Ada salah satu anak yang bertubuh gemuk yang bernama Dennis (lupa euy..) yang diminta tetap di lapangan saja, tidak usah ikut mengejar bola. Mungkin kawan-kawannya khawatir Dennis kecapean atau berlari dengan lambat karena postur tubuhnya.
Adit dan ketiga kawan yang mengejar bola sudah berlarian kesana-kemari karena bola terus memantul sehingga pada akhirnya mereka menyerah dan menganggap bola itu sudah wassalam alias hilang. Mereka pun kembali ke lapangan. Ketika sampai di lapangan, terkejutlah mereka karena mereka sudah melihat Dennis bermain menggunakan bola itu. Ternyata bola itu tadi memantul kembali ke lapangan, mendekat ke arah Dennis yang tidak turut serta berlelah-lelah mencari.
Kamis, 14 September 2017
Day 1: Cerdas Finansial
ALLAH AR-RAAZIQ DAN AR-RAZZAAQ
Memperkenalkan anak terkait dengan finansial, yang paling utama harus disampaikan terlebih dahulu oleh keluarga muslim adalah konsep rezeki dalam islam. Dan yang paling dasar adalah tentang 'Siapakah yang memberi rezeki?' Agar anak tidak menyimpulkan bahwa rezeki itu semata-mata datang karena usaha atau keberuntungan dan seterusnya.
Dalam Asma'ul Husna, terdapat dua Asma Allah yang terkait dengan rezeki yaitu Ar-Raaziq dan Ar-Razzaaq. Lalu apa bedanya?
Memperkenalkan anak terkait dengan finansial, yang paling utama harus disampaikan terlebih dahulu oleh keluarga muslim adalah konsep rezeki dalam islam. Dan yang paling dasar adalah tentang 'Siapakah yang memberi rezeki?' Agar anak tidak menyimpulkan bahwa rezeki itu semata-mata datang karena usaha atau keberuntungan dan seterusnya.
Dalam Asma'ul Husna, terdapat dua Asma Allah yang terkait dengan rezeki yaitu Ar-Raaziq dan Ar-Razzaaq. Lalu apa bedanya?
Jumat, 01 September 2017
Day 9: Bintang Keluarga
Di ranah change factor, tidak ada proyek khusus yang kami lakukan. Kami hanya berusaha meningkatkan kemandirian mereka sesuai usia dan kemampuan. Misal saja dari makan disuapi jadi makan sendiri, begitu pula mandi, pakai baju dst. Dari yang sebelumnya pup dan pee di pampers jadi belajar berubah harus di WC. Yang sebelumnya kalo butuh/ingin sesuatu pakai nangis2 dan tantrum, beralih kepada bicara keinginannya apa dan mengapa menginginkan itu? Manfaatnya apa? Kalo menurut kami itu tidak bermanfaat ya kami jelaskan apa tidak baiknya dan tidak akan kami belikan.
Perubahan yang kami tanamkan ya di seputar kebutuhan keseharian mereka saja seperti contoh-contoh di atas.
Perubahan yang kami tanamkan ya di seputar kebutuhan keseharian mereka saja seperti contoh-contoh di atas.
Langganan:
Komentar (Atom)