Pada Materi Diklat Pengurus pekan keempat kami disuguhi materi yang sangat apik tentang regenerasi dan manajemen donut. Regenerasi sebagaimana yang telah diketahui bersama adalah pembaruan kembali generasi yang lama dengan generasi yang lebih baru sehingga organisasi mendapatkan sumber energi yang terbarukan. Sedangkan manajemen donut adalah istilah khusus yang diadopsi dari padepokan Margosari yang artinya bahwa setiap orang dalam organisasi harus siap dan bisa menempatkan dirinya sebagai pemimpin maupun yang dipimpin.
Untuk tugas NHWnya maasyaaAllaah tidak bisa dikerjakan sendirian. Tapi yang bekerja adalah sekampung pengurus IP Aceh turut mensukseskan berbagi data dan meramu dalam diskusi-diskusi yang hangat dalam WAG Pengurus. Ada pula yg mendedikasikan dirinya untuk menjadi peresume dan membuat tulisan yang bisa diakses untuk bersama. Luv u all..
Dan inilah hasil olah data dan diskusi dari pengurus IP Aceh :
a) Profil Regional Aceh.
Tahun 2015 IP Regional 1 Sumatera, tergabung Aceh dan Sumut, lalu Sumut memisahkan diri. Koordinator IP Aceh saat itu ada 3 orang, Kak mailina novita, kak Sri Marlina dan Nurlaila Muhammad Dib.
Kemudian, sejak 2016 dibuat sistem matrikulasi batch#1 yang diikuti oleh Koordinator saja. Saat itu yang ikut hanya Bunda Nurlaila Muhammad Dib. Kemudian Mulai sistem foundation.
b) Jumlah keseruhan member IP Aceh.
Saat ini terdapat 88 orang. Jumlah member yang telah her registrasi (1 & 2) sebanyak 67, dan yang belum melakukan herregistrasi sebanyak 21.
c) Masing - masing jumlah komponen
c.1) C.1) Pengurus HIMA : 3 orang
- KaHIMA
- Manager Operasional
- Manager Media Komunikasi
Anggota HIMA : awalnya 22 sekarang ditambah mahasiswa matrikulasi batch 8 = 30 orang
- Buncek : 11 orang
- Bunsay : 8 orang
- Matrikulasi : 8 orang
(17 sudah HER 5 belum)
c.2) Pengurus SC: 3 orang
- Ka SC
- Manager Operasional
- Manager Keuangan
Anggota SC: 8 orang
c.3) Pengurus Komunitas: 1 orang
- KaKomunitas
Anggota Komunitas: 21 orang
d) proker setiap komponen
d. 1) HIMA
Masih mengikuti kelas yang ada
- Kulwap
- Wisuda offline
d.2) SC : SC di IP Aceh masih baru, untuk sekarang proker nya masih mengikuti pusat dulu.
Contohnya kalau ada yang terkena musibah dan perlu donasi, kita bisa menyukseskan.
Karena saat ini sedang berjalan Habituasi dan berbarengan dengan Diklat Pengurus,
jadi untuk proker SC regional Aceh sendiri akan disusun setelah Diklat Pengurus dan
Habituasi selesai. Jadi bisa dapat dasar ilmunya dan mulai dengan program baru.
d.3) kampung komunitas sudah membuat proker, namun masih berupa draft. Mengingat belum ada grup khusus komunitas, masih menunggu kelulusan orientasi ke depan.
e) Di new chapter apakah sudah membuat recruitment pengurus baru? Sudah pernah
dibuat sebelum WAG lama bubar.
2. Kebutuhan SDM dalam kepengurusan IP Aceh.
Masih banyak posisi yang kosong dalam kepengurusan IP Aceh seperti Manager
Humas Regional, Ketua Koperasi IP Mandiri, Manager Operasional Komunikasi dan RCIP, Manager Hunas HIMA, RCIP dan Komunitas.
Profil singkat Pengurus:
1) ManOp HIMA Aceh : Atika Primandina, pendidikan : Kedokteran, passion :
babywearing, laktasi
2) Manop Regional Agustina Purwatiningsih
pendidikan : Computer Science
passion : parenting, IT, marketing
3) Sekreg: Ria Fachria
Pendidikan: Sastra Inggris
passion: Menulis, berkebun dan craft
4) Ka SC Aceh : Retno Anggun Pramita
Pendidikan : Teknik Kimia
Passion : Rajut (crochet & knitting), craft,
traveling, masak
5) Ka Komunitas IP Aceh : cut hadiatul Husna
Pendidikan : guru bahasa inggris
Passion : macrame, anyam,crochet, craft, berkebun.
Adapun training yang telah diikuti pengurus IP Aceh antara lain:
a) Training olah data (RCIP) Dewi Cut Aina (Ketua RCIP), Agustina P (Manop
Regional)
b) Training ManOff Cut Hidayatul (Ketua Komunitas),
c) Training ManOl Atika Primandina P. (Manop HIMA), Aditya Sari P. (Medkom
Komunitas), Nurul Aini (Medkom Regional)
3. Ada beberapa member yang bisa berbagi namun belum terbiasa berbagi sehingga butuh sedikit disupport.
Secara online ada program Jumat hangat (JH) dan Senin Semangat (SS), diprogram ini didapati banyak insight, ketahuan passion, bahkan menambah bonding. Ada juga Kelas menulis yang berjalan secara online. Dikelas ini, hampir semua membernya aktif
berbagi. Untuk kegiatan offline, member terlibat sebagai narasumber pada Kelas cooking, craft dan playdate.
4. Dalam pelaksanaan kegiatan, pengurus bisa menghandle bagian todong-todong,
namun saat action akan ada member yang activator muncul. Jadi, tugas pengurus Ada
diawal dibagian komporin/ nyemangatin, sisanya dieksekusi bareng dengan Bahagia bersama-sama.
5. Blm ada program magang atau training untuk pengurus secara regional. Ada training sifatnya nasional/komunitas keseluruhan oleh pusat. Berikut yang sudah
pernah dikirim ikut training manager offline, manager online, keuangan. Hasilnya tepat sasaran sesuai dengan passion pengurus dan amanahnya Serta mampu memenuhi kebutuhan beberapa SDM dijabatan lainnya.
6. Di IP Aceh telah ada forum koordinasi pengurus, via WAG dan offline sebulan sekali. Walaupun pengurus tidak selalu bisa kumpul saat offline krn berjauhan ya domisili, namun untuk WAG dapat berjalan cukup baik dan lancar.
7. Kesimpulannya, untuk menciptakan semesta berkarya dalam tubuh IP Aceh diperlukan lebih banyak activator.
8. Rekomendasi, IP Aceh butuh training motivasi dari motivator handal agar mampu berkarya dan selanjutnya berdampak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar