Apakah makanan ini mau kami makan semua nantinya? Sanggupkah? Bermanfaatkah? Kebanyakan makan tidaklah baik, kekenyangan, terus malas melanjutkan perjalanan.
Jadi di tepi danau ini kami diminta untuk merefleksi perjalanan kami hingga sejauh ini. Apakah bekal yang pas sudah didapat? Apakah cukup? Apakah tidak kebanyakan bekal lain yang justru tidak dibutuhkan yang hanya memberatkan perjalanan? Mari kita bongkar pelan-pelan, berbekal peta perjalanan yaitu mindmap yang sudah kita buat.
Refleksi dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Alhamdulillaah iya. Karena dalam peta saya juga hanya mengambil ruang lingkup yang kecil dan saling terkait jadi bisa saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.
Mana yang lebih banyak kudapatkan selama berkelana di hutan pengetahuan, makanan utama atau cemilan? Mengapa? Makanan utama, karena saya memang hanya fokus tema-tema yang terkait dengan makanan utama. Makanan cemilan saya ambil beberapa yang menunjang makanan utama atau untuk sekedar tahu saja.
Apa yang membuatku bahagia belajar di hutan pengetahuan? Mengapa? Yang membuat saya bahagia belajar di hutan pengetahuan karena dibebaskan mengambil ilmu mana yang dibutuhkan dan bermanfaat terhadap tujuan hidup personal. Tidak ada paksaan. I know how to learn. Merdeka. Setiap orang distandar dengan standar masing-masing. Yang sanggup ambil banyak, silakan ambil banyak. Yang hanya mampu sedikit, silakan ambil sesuai kemampuan. Selain itu kami diajari untuk saling berbagi sehingga kami bisa saling melengkapi puzzle-puzzle pengetahuan yang sebelumnya masih bolong-bolong.
Apa strategi belajar yang kurasakan berhasil selama di hutan pengetahuan? Fokus terhadap makanan utama dan berpegang dengan mindmap. Karena kalo tidak kita akan kekenyangan dengan begitu banyaknya cemilan-cemilan yang nampak lezat-lezat semua. Sedangkan makanan utama kita tidak punya. Kentangnya hanya kamuflase saja.
Apa yang harus kutingkatkan lagi? Segera mempraktikkan ilmu walaupun sedikit, belajar konsisten, memaafkan apa-apa yang belum sempurna dicapai tapi tidak untuk menyerah. Mencari formulasi lain yang bisa dicoba agar lebih bisa mendekat kepada keberhasilan.
Selanjutnya klasifikasi makanan utama dan cemilan yang menjadi bekal adalah sebagai berikut:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar