Pagi itu, Kakak ingin membuat nutrijel. Karena stok nutrijel di rumah habis, maka Bunda, Kakak, dan Adik pergi ke warung untuk membeli. Pas di warung, Adik melihat kaleng kerupuk. Adik menunjuk-nunjuk dan bilang 'puk..puk..puk..'. Maksudnya adalah kerupuk. Karena Adik belum sarapan, maka tidak Bunda izinkan. Karena kalau sudah makan kerupuk, biasanya jadi tidak mau makan.
"Adik, maaf yaa.. Adik belum makan, jadi belum boleh beli kerupuk. Kalau mau, nanti boleh beli setelah makan." kata saya.
Adik kemungkinan sudah paham dengan pembicaraan saya, makanya jadi nangis kenceng dan memberontak mau menuju ke kaleng kerupuk.
"Pulang dulu Dik. Makan.." Saya mencoba mengendong Adik, tapi Adik melorotkan badannya dan duduk menggelosor di tanah.
Kemudian saya membayar harga nutrijel. Setelah itu kembali berbicara dengan Adik.
"Adik, maaf yaa.. Bunda tidak akan membelikan kerupuk untuk Adik sekarang, walaupun Adik menangis. Sekarang Bunda mau pulang, Adik mau ikut bareng Bunda atau bagaimana?"
Semakin kenceng dan 'ngosek-ngosek' tanah.
"Yuk Nak.. Kita pulang.." saya coba bujuk sekali lagi dan mencoba untuk menggendong.
Adik tetap tidak mau didekatin.
"Yasudah, Bunda pulang duluan yaa.. Nanti Adik susul Bunda pulang kalau sudah selesai sedihnya yaa.." ini berani saya lakukan karena posisi Adik kelihatan dari rumah, jadi bisa tetap saya pantau.
Bunda dan Kakak pun pulang. Adik masih asyik dengan tangisan dan posisi uwenaknya.. ^^
Setelah sekitar 2 menit Adik tidak beranjak juga, Bunda pun minta tolong bantuan Kakak. Hal ini Bunda maksudkan agar terbangun saling ketergantungan antar Saudara dan bertambah kedekatannya. Mengurangi sibling rivalry juga kan pastinya.
"Kakak, Bunda boleh minta bantuannya?" tanya Bunda
"Apa Bun?" Kakak balik bertanya
"Minta tolong, agar Kakak mau jemput Adik. Adik masih marah dengan Bunda. Kasihan Adik, menangis di sana sendirian dari tadi. Kalau sama Kakak, mungkin Adik mau menurut.." Bunda jelaskan agar Kakak paham
"Okee.." bersegera memakai sandal dan berlari ke Adik
Daaannn..Bunda mau nangis haru melihat episode selanjutnya.. :)
Kakak mendekati Adik dan jongkok di sampingnya. Entah bicara apa karena tidak terdengar. Kemudian Kakak menghapus air mata Adik dengan kedua tangannya. Membantu Adik ke posisi berdiri, lalu menggandeng tangan Adik sampai di depan rumah. Pas mau masuk rumah, Kakak bersegera membantu melepaskan sepatu Adik dengan sabar. Dan Adiknya, 'manut' banget sama Kakaknya. MasyaaAllah.. ;)
"Assalaamu'alaykum.." salam Kakak ketika masuk rumah.
"Ayo, Dik.." lanjutnya sambil menggandeng kembali tangan Adiknya.
"Wa'alaykumussalaam warahmatullah.. MasyaaAllah..shalihah kesayangan Bunda sudah pulang." menghampiri dan berjongkok di depan keduanya.
"Terima kasih ya Kak, sudah membantu Bunda untuk menjemput Adik" mengusap kepala Kakak.
"Maaf ya Dik, Bunda tidak membelikan kerupuknya.." sambil mengulurkan tangan meminta maaf ke Adik. Adik pun menjabat tangan Bunda. Kemudian, peluk dua-duanya.
"Ayo kita makan dulu, terus nanti bikin nutrijel bersama yaa.."
Alhamdulillaah, berakhir dengan senyuman gembira.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar