Selasa, 28 Februari 2017

Day 5: Melatih Kemandirian

Hwaduh, tantangan 10 hari itu benar-benar terasa sebagai tantangan beneran. Bagaimana tidak, ibaratnya kita disuruh berani malu didepan khalayak. Ya seperti saya yang ingin melatih kemandirian bangun pagi sendiri tanpa mengandalkan dibangunkan suami, ternyata itu syulit. Padahal Bunda-Bunda lain sudah terbiasa bangun bahkan jauh lebih awal dari target saya. Seperti membuka aib gitu yaa.. ;p

Tapi demi kondisi diri yang lebih baik kedepannya, biarlah luluhlantaknya terekspose sekarang. Semoga dari rasa malu menjadi cambuk untuk segera berbenah. Eh tapi belum merasa malu juga, gimana dongggg.. 



Kepanjangan Bun, pembukanya.. Jadi apa kabar latihan kemandirian hari kelimanya?

Bunda:

Paling parah ini dari sebelum-sebelumnya. Sama sekali tidak mendengar alarm. Dan baru byar kebangun sekitar pukul 05.05 wib. Psikologi sedang tidak shalat itu sepertinya membuat saya jadi seenaknya sendiri. Seperti merasa aman melewatkan waktu-waktu shalat yang biasanya dijaga. Semacam aji mumpung begitu..

Jadi, hari kelima Bunda: gagal.. ;(

Kakak:

Semalem Bunda tidak sempat mendokumentasikan kegiatan sikat gigi malam Kakak karena Adek sedang tidak mau diajak bekerja sama. Jadi cuma menemani dan memberikan arahan-arahan seperti biasa. Kakak sudah semakin mahir lho.. Tidak banyak terpotong oleh kegiatan ini itu pas sikat gigi.

Hari kelima untuk Kakak: berhasil.

Adek:

Adek latihan kemandiriannya sudah lain sekarang. Tidak lagi mengambil dan menaruh alat makan tetapi mencopot dan memakai celana sendiri. Saya tidak menunggu sampai 1 minggu pelaporannya untuk latihan yang kemarin, karena Adek sudah tidak mengalami kendala dalam pelaksanaan. Walaupun sudah tidak dilaporkan tapi kemandirian yang sudah dilatihkan akan terus menerus dilakukan dalam keseharian.

Untuk mencopot celana, adek belum bisa full sendiri untuk celana panjang yang bentuknya leging karena pasti kesempitan pas mau mengeluarkan dari tungkai. Kalo memakai masih belum paham konsep depan/belakang atau terbalik/tidak. Jadi saya arahkan untuk mana depan dan belakangnya terlebih dahulu, kemudian membiarkan dia memasukkan sendiri masing-masing kakinya ke lubang celana. Dengan banyak mengulang-ulang bahwa kaki kanan yang seharusnya dimasukkan lebih dulu.

Kemudian Adek akan berdiri dan menarik celananya, dan selalu bagian pantatnya tidak ikut ketutup karena Adek belum bisa menarik celana bagian belakang.. Lucu banget pas lihat Adek sudah lari berkejaran sama Kakak tapi celananya belum tertarik sempurna.. :D

Latihan kemandirian Adek hari pertama dalam hal percelanaan bunda nilai: berhasil. Selamat ya Dek..

Adek bisa, insyaAllah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar