Membuat Family Forum yang serius semacam raker dengan seluruh anggota keluarga, menurut hemat kami masih belum pas di kondisi kami yang sekarang. Mengingat anak-anak masih balita, sehingga Family Forum lebih cocok dilakukan dengan kegiatan keseharian. Apa yang ingin kami diskusikan atau sampaikan, masih sangat fleksibel mengikuti kondisi mood mereka. Kapan mereka kelihatan siap menerima, maka waktu itu langsung disampaikan. Bisa pada saat sarapan, jalan ke/pulang daycare, makan malam. Untuk media penyampaian atau untuk membuka komunikasi, menurut saya buku (kisah) dan mainan adalah tetap menjadi media yang paling dapat diandalkan.
Mengapa bisa begitu?
Bisa jadi karena ketika mereka bermain, jiwa mereka dalam keadaan senang. Mereka jadi tidak merasa terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang kami sampaikan. Tidak merasa diberikan beban berat ketika kami menyampaikan tentang aturan-aturan. Mungkin kami seperti dalam strata yang sama, yaitu sebagai teman mainnya. Jadi apa yang keluar dari kami tidak disikapi dengan resistensi: 'ih orang tua sukanya sok tau', tapi justru seperti mendapatkan sharing yang bermanfaat dari temannya. Misalnya dalam permainan bersama, kita dapat mengajari anak tentang konsep kepemilikan dan aturan-aturan yang disepakati ketika bermain: mempertahankan barang miliknya, meminta izin ketika meminjam barang temannya, berbagi mainan, mengantri untuk mainan di tempat umum, menjaga mainan dengan baik, dan kewajiban merapikan mainan setelah digunakan.
Dalam kategori mainan ini, bisa dimasukkan juga tempat-tempat rekreasi yang sesuai dengan usianya. Misal berjalan-jalan di taman, kita bisa komunikasikan tentang siapa yang menciptakan tetanaman dan bunga yang warna-warni, apa manfaat dari tanaman, bagaimana cara kita menjaganya, hubungan tanaman/bunga dengan ulat, kupu-kupu, burung, lebah dan seterusnya. Ketika kita bermain hujan-hujanan, kita diskusikan lagi siapa yang menurunkan air hujan, manfaatnya apa, bagaimana menggunakannya dengan benar, bagaimana proses terbentuknya, mengapa air hujan bisa jadi banjir dst.
Nah kalau buku, sepertinya jangan ditanya yaa. Apalagi pada era ini, dimana hampir semua hal ada bukunya. Mudah didapat, gambarnya menarik, warna-warni pula. Mau ngajari anak tentang apaaaa saja, insyaAllah ada. Tergantung kemampuan dompet kita. Hehehe.. Tentang bagaimana anak dapat memahami perasaannya dan dapat mengungkapkannya, mana-mana aurat yang haram dilihat dan/atau dipegang oleh orang lain, bahkan shirah Rasulullah SAW dan beberapa shahabat utama pun ada bukunya. Alhamdulillaah..
Saya dan suami termasuk orang tua yang 'pelit' memberikan mainan ke anak kalau kami rasa permainan itu hanya akan melalaikan anak dan manfaatnya kami anggap tidak seberapa. Mau anak nangis kayak apa untuk mainan seharga duaribu misalnya, kami takkan goyah. Pun bahkan ketika dipandang dengan tatapan 'pelit amat sihhh' sama orangtua yang lain, ya kami sudah siap mental untuk itu. Saya sih sebenarnya bukan tipe orang yang tega-an, tapi keteguhan suamilah yang membuat saya belajar banyak hal.
Kami tidak pernah membelikan anak balon-balonan dengan segala macemnya, tempelan-tempelan, boneka hewan, mobil-mobilan. Kami tidak mengizinkan juga anak untuk naik odong-odong dan nonton topeng monyet. Boneka bayi pernah saya belikan, karena untuk mengasah keibuan mereka dan bagaimana mereka berkasihsayang dengan yang lebih kecil. Lego dan beberapa mainan edukatif kami punya. Tidak banyak. Karena di usia mereka, apa saja yang ada dirumah bisa menjadi mainan yang menarik dan menyenangkan. Dan biarkan mereka berkreasi menemukan mainannya sendiri. Bisa dari baju-baju, bisa dari alat masak/makan, bisa dari ember, rol kabel (tidak dicolok), semuanya bisa bikin senang kok. Ciyuuusss.. ;p
 |
| Siapa yang mo dorong? |
Tapi untuk buku, kami tidak pelit kok.. :D Meskipun tidak banyak banget, tapi buku-buku yang menurut kami penting, ada di rumah. Walaupun pas mau beli, dipikir-pikir-pikir dulu karena harganya yang woww..
Nah, kami juga ketika weekend, pasti mengajak mereka bermain keluar. Bukan kemana gitu yang mahal-mahal, tapi cukup ke taman yang dekat-dekat rumah misal danau kodok, taman senopati, perosotan RPTRA, monas, waduk riario, taman lapangan banteng. Kadang ajak juga ke cityland, tapi itu juaraaaaannnggg banget. Untuk tempat favorit kami semua, teteuppp: PERPUSTAKAAN ANAK CIKINI. Kami orang tua senang karena gratis, wekekekek.. Anak-anak senang karena mainan untuk motorik kasarnya buanyaakkkk, motorik halusnya juga ada, plus bukunyaaa macem-macem.. Surga bangetlah pokoknya..
 |
| Bersama Ayah Sayang |
 |
| Whoa, Rumah Pohon |
 |
| Makhluk Apa Ini? |
 |
| Berenang Dulu Ya.. |
 |
| Up..Up..Up.. |
Jadi, family forum jangan disempitkan artinya dengan bicara serius, tegang, dan tanpa tawa ya. Family forum itu mestinya asyik dan menyenangkan, yang penting apa yang ingin didiskusikan itu mencapai kemufakatan dan outputnya jelas. Yuk, sila yang mau coba family forumnya di perpustakaan..
 |
| Ayun yang Kenceng Yah |
 |
| Go Adik..Go..Go.. |
 |
| Mandi Bola |
 |
| Awas..Awas..Kakak Mau Lewat |
 |
| Upu-Upu |
 |
| Mau Baca yang Mana Ya.. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar