Jumat, 21 Oktober 2016

Adab Menuntut Ilmu


Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya, ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.



Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal, barangsiapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya. Namun, barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ilmu itu adalah prasyarat untuk sebuah amal, maka adab adalah hal yang paling didahulukan sebelum ilmu. Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal –antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu-, maupun secara horisontal –antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para calon (red: tambahan saya sendiri) Ibu Profesional di Kelas Matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena Adab tidak bisa diajarkan, Adab hanya bisa ditularkan.

Para Ibu-lah nanti yang harus mengamalkan adab menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para Ibu bisa mencontoh adab baik dari Ibu-nya.

1.         Adab pada Diri Sendiri

1.1.    Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk. Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati. Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

1.2.    Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu. Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

1.3.    Menghindari sikap yang ‘merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

1.4.    Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali, dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

1.5.    Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

Source: http://cahayarinduilahi.blogspot.co.id/

2.         Adab Terhadap Guru (Penyampai Sebuah Ilmu)

2.1.    Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati. Menaruh rasa hormat kepadanya, dan disertai dengan mendekatkan diri kepada Dia Yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

2.2.    Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru, dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penutut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perinntah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

2.3.    Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta izin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

3.         Adab Terhadap Sumber Ilmu

3.1.    Tidak meletakkan sembarangan dalam (red:diksi diubah oleh penulis) memperlakukan sumber ilmu yang berbentuk buku ketika sedang kita pelajari.

3.2.    Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersil sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

3.3.    Tidak mendukung perbuatan para plagiator dan produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

3.4.    Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat ‘copas dari grup sebelah’ tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

3.5.    Dalam dunia online, harus menerapkan ‘sceptical thinking’ dalam menerima sebuah informasi. Jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

 
Source : Grup WA Matrikulasi IIP Batch 2 Jakarta

Adab menuntut ilmu ini akan berkaitan erat dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.



Materi Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
Disusun oleh Tim Matrikulasi – Institut Ibu Profesional


~~~

Disclaimer:

1.    Penyantuman materi ini dalam blog pribadi sudah mendapatkan izin dari Tim Ibu Profesional, dalam rangka agar materi tidak tercecer dan memudahkan saat ingin membaca ulang;

2.    Saya menulis ulang sendiri setiap huruf dalam materi di atas dalam rangka agar lebih lekat dan lebih dapat saya pahami. Namun kekurangannya adalah bisa jadi ada typo atau ada kata/frase yang kelewat;

3.    Saya membubuhkan sendiri tanda koma atau titik sesuai dengan pemenggalan kata yang lebih dapat saya pahami maknanya. Atau mengubah beberapa diksi. Namun semoga tidak mengubah sedikitpun makna yang ingin disampaikan oleh tim penyusun;

4.  Gambar saya tambahkan sendiri, agar saya tidak jenuh melihat blog saya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar