Menuntut ilmu adalah
suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah
laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya, ilmu menunjukkan kepada
kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita
terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai
adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal, barangsiapa orang yang menimba ilmu
karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut
tidak akan bermanfaat baginya. Namun, barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ilmu itu
adalah prasyarat untuk sebuah amal, maka adab adalah hal yang paling
didahulukan sebelum ilmu. Adab adalah
pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.
Adab menuntut ilmu
adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga
terjadi pola harmonis baik secara vertikal –antara dirinya sendiri dengan Sang
Maha Pemilik Ilmu-, maupun secara horisontal –antara dirinya sendiri dengan
para guru yang menyampaikan ilmu maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu
sendiri.
Mengapa para calon (red: tambahan saya sendiri) Ibu
Profesional di Kelas Matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih
dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena Adab tidak bisa diajarkan, Adab hanya bisa ditularkan.
Para Ibu-lah nanti
yang harus mengamalkan adab menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak
yang menjadi amanah para Ibu bisa mencontoh adab baik dari Ibu-nya.
1.
Adab
pada Diri Sendiri
1.1. Ikhlas
dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk. Selama batin tidak bersih
dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati. Karena ilmu
itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya”
yang dimasukkan ke dalam hati.
1.2. Selalu
bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu. Hadir paling awal dan
duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
1.3. Menghindari
sikap yang ‘merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang
disampaikan.
1.4. Menuntaskan
sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat
catatan penting, menuliskannya kembali, dan bersabar sampai semua runtutan ilmu
tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
1.5. Bersungguh-sungguh
dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena
sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk
diamalkan.
Source: http://cahayarinduilahi.blogspot.co.id/
2.
Adab
Terhadap Guru (Penyampai Sebuah Ilmu)
2.1. Penuntut
ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati. Menaruh rasa
hormat kepadanya, dan disertai dengan mendekatkan diri kepada Dia Yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
2.2. Hendaknya
penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab
pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong
pembicaraan guru, dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penutut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perinntah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak
perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
2.3. Penuntut
ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan
baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta izin.
Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.
3.
Adab
Terhadap Sumber Ilmu
3.1. Tidak
meletakkan sembarangan dalam
(red:diksi diubah oleh penulis) memperlakukan sumber ilmu yang berbentuk buku
ketika sedang kita pelajari.
3.2. Tidak
melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersil
sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
3.3. Tidak
mendukung perbuatan para plagiator dan produsen barang bajakan, dengan cara
tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan
keluarga.
3.4. Dalam
dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat ‘copas dari
grup sebelah’ tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
3.5. Dalam
dunia online, harus menerapkan ‘sceptical
thinking’ dalam menerima sebuah informasi. Jangan mudah percaya sebelum
kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Source : Grup WA Matrikulasi IIP Batch 2 Jakarta
Adab menuntut ilmu ini akan berkaitan erat dengan keberkahan
sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
Materi Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
Disusun oleh Tim Matrikulasi – Institut Ibu Profesional
~~~
Disclaimer:
1.
Penyantuman materi ini dalam blog pribadi sudah
mendapatkan izin dari Tim Ibu Profesional, dalam rangka agar materi tidak
tercecer dan memudahkan saat ingin membaca ulang;
2.
Saya menulis ulang sendiri setiap huruf dalam
materi di atas dalam rangka agar lebih lekat dan lebih dapat saya pahami. Namun
kekurangannya adalah bisa jadi ada typo atau
ada kata/frase yang kelewat;
3.
Saya membubuhkan sendiri tanda koma atau titik
sesuai dengan pemenggalan kata yang lebih dapat saya pahami maknanya. Atau
mengubah beberapa diksi. Namun semoga tidak mengubah sedikitpun makna yang
ingin disampaikan oleh tim penyusun;
4. Gambar saya tambahkan sendiri, agar saya tidak jenuh melihat blog saya :D



Tidak ada komentar:
Posting Komentar