Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” [HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946)]
Hadist di atas menurut saya telah dapat menjelaskan betapa pentingnya ilmu tentang finansial. Bahwa tidak sebagaimana nikmat Allah yang lain yang hanya dihisab terkait 'output'nya, maka untuk masalah finansial ini dihisab melalui dua pintu sekaligus yaitu pintu masuk dan juga pintu keluarnya. Bagaimana memperolehnya dan bagaimana membelanjakannya. Dan jawaban dari pertanyaan 'bagaimana' itu tadilah yang akan menjadi salah satu parameter bergesernya kaki kita di akhirat, mendekat ke surga atau justru ke neraka?