Selain belajar melalui apa yang ditemui dalam keseharian, kami juga mulai memperkenalkan ke Kakak belajar dengan 'kertas maupun buku'.
Karena saya mencoba mengajari Kakak sesuai kebutuhannya, maka tidak ada buku atau kurikulum yang saya ikuti secara saklek. Berbagai acuan kurikulum, saya baca untuk mengayakan wawasan saya. Tapi ketika eksekusi suatu kegiatan, maka saya berpatokan sengan kebutuhan dan ketertarikan Kakak.
Saat ini Kakak sedang suka berperan menjadi Bunda Guru, maka saya memakai permainan peran untuk proses belajarnya. Pertama tetap saya bikin worksheet dengan tema tertentu, saya usahakan sama dengan tema yang sedang diajakarkan di PAUD tempat Kakak sekolah.
Misal salah satu anak tema bulan ini adalah tentang api, maka di worksheet matematika Kakak saya masukkan tema api. Cuma karena kurang 'contoh benda' jika hanya api saja, maka saya luaskan ke benda yang mengeluarkan sinar/cahaya.
Alhamdulillah Kakak sudah bisa untuk menghitung benda dan menuliskan lambang bilangannya sampai dengan angka 10. Sehabis mengerjakan worksheet, biasanya Kakak mengulang mencontoh gambar dan menuliskan kembali lambang bilangannya di papan tulis magnet.
Kemudian Bunda dan Adek harus berperan jadi murid. Kakak menjelaskan gambar-gambarnya dan kami diminta berhitung. Dan apa saja sesuai daya nalar Kakak.
Setelah itu biasanya Kakak akan melanjutkan belajarnya sendiri. Dengan menggambar sesuatu dan menuliskan nama dari gambarnya. Tanpa paksaan, dan dia pun menikmatinya.
#BundaSayangIIP
#Level6
#ILoveMath
#MathAroundUs



Tidak ada komentar:
Posting Komentar