Apa maksudnya ya?
Dari wikipedia disebutkan bahwa komunikasi intrapersonal merupakan penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek yang tidak nampak (misalkan Tuhan). Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam proses simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan.
Selanjutnya juga diterangkan bahwa aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini.
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).
Karakteristik pribadi
Karakteristik pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki, paling tidak dalam persepsi kita mengenai diri kita sendiri. Karakteristik ini dapat bersifat fisik (laki-laiki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dsb) atau dapat juga mengacu pada kemampuan tertentu (pandai, pendiam, cakap, dungu, terpelajar, dsb.) Konsep diri sangat erat kaitannya dengan pengetahuan. Apabila pengetahuan seseorang itu baik/tinggi maka, konsep diri seseorang itu baik pula. Sebaliknya apabila pengetahuan seseorang itu rendah maka, konsep diri seseorang itu tidak baik pula.
Terkait dengan lingkup karakteristik ini, anak-anak belum akan dapat memandang dirinya sendiri. Maka peran orangtuanya lah yang memberi gambaran kepada dia, dia itu anak yang seperti apa. Disinilah peran pandangan positif orang tua ke anak sangat diperlukan. Sehingga anak akan berusaha menginternalisasikan pandangan orang tua ke dalam dirinya. Maka jangan sampai kita melabeli/memandang anak kita misal dengan pembuat onar, sulit diatur, bodoh dst karena dikhawatirkan mereka akan mempersepsikan diri mereka menjadi seperti itu.
Yang terlihat dari Kakak sampai dengan saat ini pada karakteristik pribadi adalah dia tau apa yang dia mau, dengan menyebut alasan dengan tepat. Misal Kakak hari ini mau berolahraga karena olah raga akan membuat badan Kakak sehat, atau Kakak sedang tidak mau berolahraga karena kemarin sudah dst.
Dia juga percaya diri sepanjang dia memang berkeinginan menceburkan diri di suatu hal yang baru, misal dia melihat anak-anak yang dia belum kenal sedang asyik bermain maka dia akan mendekat dan mencari cara agar bisa ikutan. Atau ketika ikut perlombaan atas keinginan sendiri maka dia tidak ada rasa takut kalah/malu.
Kakak juga pantang menyerah, jadi kalo menghadapi masalah A dan sudah dicoba dengan solusi X tapi belum berhasil, maka dia akan mencoba dengan solusi Y, Z, dst sampai berhasil atau sampai tidak ada solusi lain yang dia ketahui.
Karakteristik sosial
Karakteristik sosial adalah sifat-sifat yang kita tampilkan dalam hubungan kita dengan orang lain (ramah atau ketus, ekstrovert atau introvert, banyak bicara atau pendiam, penuh perhatian atau tidak pedulian, dsb). Hal hal ini memengaruhi peran sosial kita, yaitu segala sesuatu yang mencakup hubungan dengan orang lain dan dalam masyarakat tertentu.
Pada lingkup karakteristik ini, Kakak berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Kadang ramah, kadang ketus. Kadang mudah bergaul, kadang mengambil sikap apatis. Tetapi secara umum Kakak termasuk anak yang ramah dan mudah bergaul. Perhatian terhadap hal-hal kecil yang terjadi di sekelilingnya.
Peran sosial
Ketika peran sosial merupakan bagian dari konsep diri, maka kita mendefinisikan hubungan sosial kita dengan orang lain, seperti: ayah, istri, atau guru. Peran sosial ini juga dapat terkait dengan budaya, etnik, atau agama. Meskipun pembahasan kita mengenai 'diri' sejauh ini mengacu pada diri sebagai identitas tunggal, tetapi sebenarnya masing-masing dari kita memiliki berbagai identitas diri yang berbeda (mutiple selves).
Untuk peran sosial, dalam pengamatan kami Kakak saat ini baru di tahap menjadi bagian dari masyarakat yang selalu berkontribusi untuk kebaikan bersama sesuai kemampuan. Misal memungut sampah yang berserak di tempat umum dan memasukkannya ke tempat sampah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar