Hari ini giliran laporan Adik 2Y4M di ranah hubungan dengan Rabb-nya. Karena di rentang usia 0-7 tahun yang difokuskan adalah Kaya Wawasan, maka pengenalan dan pelajaran yang kami sampaikan ke Adik di lingkup area 'Ketuhanan' masih sebatas menyebut sebanyak mungkin Allah di berbagai hal yang ditemui dalam keseharian.
Kalau melihat sesuatu yang baru semisal hujan, maka kami akan bertanya siapa yang menciptakan hujan Dek? Allah. Iya Allah. Maha Pemberi Rizki. Hujan itu rezeki dari Allah, mari kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasululullah: Allohumma shayyiban nafi'an. Ya Allah kami memohon kepada-Mu hujan yang bermanfaat.
Burung, pelangi, awan, matahari, bulan dst selalu kami usahakan mengaitkannya dengan Allah sang Pencipta. Pun bahkan yang menciptakan Ayah, Bunda, Kakak, Adik adalah Allah semata. Makanya, kita hanya boleh menyembah Allah saja. Meminta tolong pun kepada Allah dulu yang pertama. Melalui apa? Melalui shalat, melalui do'a-do'a, melalui perbuatan baik kita.
Saking seringnya semua yang kami tunjuk adalah dicipta oleh Allah. Maka pas kami tanya siapa yang menciptakan mobil? Dijawab Allah juga.. :D Maka disitu ada pelajaran baru yang kami masukkan bahwa mobil diciptakan oleh manusia. Tetapi manusia mampu menciptakan mobil karena Allah yang karuniakan kecerdasan dan Allah izinkan mobil itu tercipta. Kalo ke Kakak pelajaran akan lebih dilebarkan lagi ke tugas manusia sebagai pemakmur bumi. Tapi justru kadang manusia secara sadar/tidak justru malah merusaknya. Terus kaitkan dengan hal sehari-hari seperti buang sampah di tempatnya, hanya memakan makanan yang baik lagi halal dan seterusnya.
Alhamdulillah mereka jadi aware dengan lingkungannya. Kalo sedang di tempat umum dan melihat sampah bertabur dimana-mana maka mereka jadi kesel sendiri, terutama Kakak yang sudah bisa protes. Kalo sudah begitu, kami persilakan mereka untuk memunguti sampah dan memasukkannya ke tempat sampah. Mereka berbinar saat melakukannya. Setelah selesai, tak lupa kami sampaikan ke mereka: Wah..masyaAllah wal hamdulillah.. Kakak dan Adik hebat ya, mau membantu menjaga lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya. Semoga Allah mencatat melalui malaikat Raqib perbuatan ini sebagai perbuatan baik dan memasukkan Kakak, Adik, dan kita sekeluarga di Surga Firdaus." Lalu tos deh.. Mereka sudah sangat sumringah dengan respon seperti itu. Oya, kegiatan ini mendatangkan tatapan aneh dari orang-orang yang berada disekeliling. Jadi tebalkan muka saja yaa..
Selain itu, pelajaran tentang Ketuhanan kami sampaikan sesuai praktik kebutuhan sehari-hari seperti makan/minum dengan tangan kanan, dengan duduk, membaca basmalah ketika memulai, serta membaca hamdalah setelah selesai, membaca salam saat masuk rumah, kalo sudah mau adzan maghrib tidak boleh berada di luar rumah, meminta maaf ketika berbuat salah, tidak boleh membuang-buang makanan, membaca doa-doa sesuai kebutuhan dll.
Sedangkan untuk shalat dan membaca huruf hijaiyah, kami serahkan saja ke anaknya. Pas tertarik dan mau, kami siapkan dan bantu. Untuk membaca iqra, kami serahkan ke Kakak untuk memandu Adiknya. Paling Kakaknya membacakan dan menunjuk hurufnya, Adiknya mengikuti.
Shalihah ya Sayang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar