Senin, 31 Oktober 2016

Checklist Perempuan Profesional (Reviu NHW#2)



  
Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para Bunda dan Calon Bunda peserta Matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan rasa berat untuk mengerjakan NHW#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah yang mengatakan ‘ojo kalah karo wegah’ (jangan mau kalah dengan rasa malas). Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU, melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.

Jumat, 28 Oktober 2016

Nice Home Work #2



Huhuhu.. NHW kali ini benar-benar berasa PR banget.. Tapi sungguh, inilah yang sudah saya niatkan untuk saya buat bagi saya sendiri. Plus ini juga yang diminta oleh Pak Suami untuk dibikin dengan target maksimal tanggal 1 November nanti. Alhamdulillah.. Jadinya terdorong selesai lebih cepat karena jadi tugas NHW.. ^^

Jadi tugasnya apakah itu?

Membuat Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan: Sebagai Individu, Sebagai Istri, dan Sebagai Ibu.

Dengan keyword SMART, yaitu: SPECIFIC, MEASURABLE, ACHIEVABLE, REALISTIC, TIMEBOND.

Lalalala..

Tanya Jawab Materi Matrikulasi #2



1.    Q   :     Seringkali saya merasa tidak percaya diri menjadi Ibu. Sebenarnya anak saya penurut (apabila dibandingkan dengan anak tetangga), tapi saya selalu merasa luar biasa stres kalau dia sedikit saja membantah (dibandingkan dengan saya yang nyaris tidak pernah merasa stres di kantor). Padahal kalau melihat Ibu-Ibu lain yang mungkin pendidikannya di bawah saya tapi bisa mempunyai anak membanggakan, mestinya saya lebih percaya diri. Tapi kenyataannya tidak demikian. Sering kali ketika menasehati, mengarahkan, mengajari, dan memasak untuk anak, saya tidak percaya diri. Menurut Ibu apa yang bisa saya lakukan? (Ria)

A   :     Menjadi  Bunda membutuhkan modal ilmu yang sayangnya suka terlewat dipelajari. Agar Bunda percaya diri, Bunda bisa mengisi diri dengan ilmu yang dibutuhkan.

            Setelah tahu ilmunya, aplikasikan, tuliskan indikator keberhasilannya, kemudian lakukan evaluasi. Dukungan suami akan membantu Bunda menjalankan visi misi di dalam keluarga.

~

Kamis, 27 Oktober 2016

Ibu Profesional (Dalil Pensyariatan)



Untuk melengkapi materi Ibu Profesional, agar keprofesionalan yang sedang saya bangun tidak menyalahi syariat yang sudah Alloh siapkan untuk para muslimah, maka di bawah ini akan saya tuliskan beberapa dalil syariat tentang peran istri dan/atau ibu. Namun sebelum melangkah lebih jauh, maka untuk pembukaan akan saya tuliskan secara singkat terlebih dahulu tujuan pernikahan bagi pasangan muslim. Dalam hal ini, maka akan dijadikan indikator atau tolak ukur apakah jalan berkeluarga yang sedang kita tempuh masih on the right track sesuai tujuan pensyariatan pernikahan.


Rabu, 26 Oktober 2016

Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga (Materi Sesi#2)






Apa kabar Bunda dan Calon Bunda peserta matrikulasi IIP Batch#2? Pekan ini kita akan belajar bersama tentang:

a.    Apa itu Ibu Profesional?
b.    Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c.     Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d.    Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

Adab Menuntut Ilmu (Reviu NHW #1)




 Sumber gambar: http://www.nilni.com/2014/10/tips-tuntas-mengerjakan-tugas-rumah.html


Apa kabar Bunda dan calon Bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #2?

Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah berjibaku dengan berbagai cara agar dapat memenuhi Nice Home Work kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting, sampai dengan hebohnya dikejar deadline, InsyaAllah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.

Jumat, 21 Oktober 2016

Nice Home Work #1



 
Sumber: https://sites.google.com/a/cms.k12.nc.us/fike2/Homework--Event-Calendar


I.      Tentukan 1 jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di Universitas kehidupan ini.

Dalam hal ini, saya masih kesulitan untuk mendefinisikan jurusan dan ilmu yang dimaksud dalam pertanyaan ini. Tapi jika boleh dibebaskan, maka saya akan menekuni ilmu tentang bagaimana menjadi muttaqin (orang yang bertakwa). Ini tentulah jurusan ilmu yang sangat-sangat-sangat luas. Karena dia mencakup sekaligus menjadi muara dari semua cabang ilmu yang sedang coba saya tekuni dalam hidup saya.

Adab Menuntut Ilmu (Dalil Pensyariatan)




Source: http://kotasunnah.blogspot.co.id/2015/08/belajar-adab-sebelum-ilmu.html


Bismillahirrahmaanirrahim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.
Berikut diantara adab-adab yang selayaknya diperhatikan ketika seseorang menuntut ilmu syar’i:

Adab Menuntut Ilmu (Tanya Jawab)



1.    Q   :     Apakah etika tanya jawab pada saat matrikulasi pun diatur atau mengalir saja pada saat ada penjelasan? Apakah adab belajar ini juga masuk pada ranah evaluasi pembelajaran dan sejauh mana kiranya peserta mengikutinya? (Rita Harits)

A   :     Di dalam kelas matrikulasi kita belajar bersama. Dalam belajar bersama, maka bisa saling mengingatkan dan menguatkan. Tentunya untuk kenyamanan bersama secara teknis akan lebih nyaman jika diatur terutama saat diskusi materi agar tidak terlewat.

            Menuntut ilmu dilakukan hingga liang lahat, jadi ini hanyalah sedikit bekal untuk kita menimba ilmu yang lebih luas lagi.

            Evaluasi untuk pembelajaran akan dilihat dalam setiap NHW yang dikumpulkan setiap minggunya. Ilmu akan semakin lekat jika dituliskan.

~

Adab Menuntut Ilmu


Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya, ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Curhat Jiwaku





PNS fullday, jam kerja 07.30 – 17.00 WIB.

Tinggal di Jakarta.

Tahun 2012: Menikah.

Tahun 2013: Putri pertama lahir.

Tahun 2015: Putri kedua lahir.

Tinggal jauh dari orang tua dan saudara.

Anak-anak ‘dititipkan’ di daycare.

---