Sumber gambar: http://www.nilni.com/2014/10/tips-tuntas-mengerjakan-tugas-rumah.html
Apa kabar Bunda dan
calon Bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #2?
Tidak terasa sudah 1
pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta
yang sudah berjibaku dengan berbagai cara agar dapat memenuhi Nice Home Work
kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting,
sampai dengan hebohnya dikejar deadline,
InsyaAllah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar
hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.
Di NHW #1 ini, tidak
ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta fokus pada
ilmu-ilmu yang akan kita tekuni di universitas kehidupan ini. Yang diperlukan
hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja
salah profesi, sekarang mengulang cara yang sama saat menapaki kuliah di
universitas kehidupan, tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Kalau Pak Einstein
menamakan hal ini sebagai ‘Insanity’.
"INSANITY : Doing the same things over and over again, and expecting different result" (Albert einstein)
Setelah kami
cermati, ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya karena memang
sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih mencari-cari
karena menganggap semua ilmu itu penting.
Banyak diantara kita
menganggap semua ilmu itu penting, tapi lupa menentukan prioritas. Hal inilah
yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin dipelajari, dan
berhenti pada sebuah ‘kegalauan’ karena terkena ‘tsunami informasi’. Yang lebih
parah lagi adalah munculnya penyakit FOMO (Fear
of Missing Out) yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini
membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang
lain di media sosial. FOMO ini biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu
NOMOFOBIA, rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon
seluler pintar.
Matrikulasi IIP
Batch#2 ini akan mengajak para Bunda untuk kembali sehat menanggapi sebuah
informasi online. Karena sebenarnya
sebagai peserta kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja yaitu
saat diskusi materi dan pembahasan reviu. Setelah itu, segera kerjakan HNW
Anda, posting dan selesai. Cepatlah
beralih ke kegiatan offline lagi
tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online
dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal
tersebut harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah
jam terbang kita. Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak
selaras dengan jurusan yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini: MENARIK, TAPI
TIDAK TERTARIK.
Apa pentingnya
menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?
Jurusan ilmu yang kita tentukan dengan sebuah kesadaran tinggi di
universitas kehidupan ini, akan mendorong kita untuk menemukan peran hidup di muka
bumi ini.
Indikator orang yang
menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke
arah yang lebih baik.
Tetapi di Institut
Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum proses menuntut
ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan berbagai cara
yang kurang tepat, maka sekarang berubah ke adab menuntut ilmu yang baik dan
benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.
Menuntut ilmu adalah proses kita untuk meningkatkan kemuliaan hidup,
maka carilah dengan cara-cara yang mulia.
Salam Ibu
Profesional,
Disusun oleh Tim
Matrikulasi IIP
Sumber bacaan:
1.
Hasil penelitian ‘The Stress and Wellbeing Secure Envoy’, Kompas, Jakarta, 2015.
2.
Materi ‘Adab Menuntut Ilmu’ Program Matrikulasi
IIP Batch #2, 2016.
3.
Hasil Nice Home Work #1, peserta program
Matrikulasi IIP Batch #2, 2016.
~~~
Poin-poin krusial yang dapat saya ambil dari reviu di atas
adalah:
1.
Stop Insanity
Melakukan hal yang sama secara berulang-ulang, namun
mengharapkan hasil yang berbeda. Disini kuncinya kita harus mengevaluasi atas
target yang kita canangkan, kemudian dicari ‘mengapa’nya jika tidak berhasil.
Kemudian tentukan cara lain untuk mencapai target tersebut atau malah targetnya
yang harus diubah karena bisa jadi targetnya yang ‘salah’. Begitu seterusnya
sampai berhasil.
2.
Tentukan jurusan ilmu yang akan ditekuni
Jika kita dengan
sadar jaga sudah menetukan jurusan ilmu yang akan kita tekuni, maka langkah
selanjutnya adalah mulai membuat rencana aksi untuk pencapaiannya. Dengan hal
ini, secara ‘otomatis’ akan membuat kita fokus pada tujuan dan dengan
sendirinya akan menghindarkan kita dari bahaya tsunami informasi dan kita akan
bisa mengatakan kepada informasi-informasi yang menarik tapi tidak sejalan
dengan mimpi kita dengan kalimat: ‘Tawaran
Anda memang menarik. Tapi maaf, saat ini bukan prioritas saya.'
Selanjutnya, jika
dikaitkan dengan NHW #1 saya, maka saya masih bisa menilai bahwa NHW#1 saya
masih on the right track. Karena ‘Menjadi
Muttaqin’ adalah ultimate goal saya,
sedangkan prioritas saya saat ini cukup 2 saja yaitu: amalan yaumiyah sesuai
target dan mengikuti Institut Ibu Profesional dengan tekun dan serius.
Padahal ya dari dua
itu akan muncul turunan, turunan, dan turunan lainnya.. Hehehe... Bismillah bi idznillah..
Semangat Bunda...!!!
\^-^/
Sumber gambar: http://dp.topcovers4fb.com/life-moments-display-picture/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar