Rabu, 26 Oktober 2016

Adab Menuntut Ilmu (Reviu NHW #1)




 Sumber gambar: http://www.nilni.com/2014/10/tips-tuntas-mengerjakan-tugas-rumah.html


Apa kabar Bunda dan calon Bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #2?

Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah berjibaku dengan berbagai cara agar dapat memenuhi Nice Home Work kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting, sampai dengan hebohnya dikejar deadline, InsyaAllah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.


Di NHW #1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta fokus pada ilmu-ilmu yang akan kita tekuni di universitas kehidupan ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang sama saat menapaki kuliah di universitas kehidupan, tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Kalau Pak Einstein menamakan hal ini sebagai ‘Insanity’.

"INSANITY : Doing the same things over and over again, and expecting different result" (Albert einstein)

Setelah kami cermati, ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih mencari-cari karena menganggap semua ilmu itu penting.

Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting, tapi lupa menentukan prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin dipelajari, dan berhenti pada sebuah ‘kegalauan’ karena terkena ‘tsunami informasi’. Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit FOMO (Fear of Missing Out) yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO ini biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu NOMOFOBIA, rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar.

Matrikulasi IIP Batch#2 ini akan mengajak para Bunda untuk kembali sehat menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja yaitu saat diskusi materi dan pembahasan reviu. Setelah itu, segera kerjakan HNW Anda, posting dan selesai. Cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam terbang kita. Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini: MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK.

Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?

Jurusan ilmu yang kita tentukan dengan sebuah kesadaran tinggi di universitas kehidupan ini, akan mendorong kita untuk menemukan peran hidup di muka bumi ini.

Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik.

Tetapi di Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan berbagai cara yang kurang tepat, maka sekarang berubah ke adab menuntut ilmu yang baik dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.

Menuntut ilmu adalah proses kita untuk meningkatkan kemuliaan hidup, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Salam Ibu Profesional,

Disusun oleh Tim Matrikulasi IIP

Sumber bacaan:
1.    Hasil penelitian ‘The Stress and Wellbeing Secure Envoy’, Kompas, Jakarta, 2015.
2.    Materi ‘Adab Menuntut Ilmu’ Program Matrikulasi IIP Batch #2, 2016.
3.    Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP Batch #2, 2016.

~~~

Poin-poin krusial yang dapat saya ambil dari reviu di atas adalah:

1.    Stop Insanity

Melakukan hal yang sama secara berulang-ulang, namun mengharapkan hasil yang berbeda. Disini kuncinya kita harus mengevaluasi atas target yang kita canangkan, kemudian dicari ‘mengapa’nya jika tidak berhasil. Kemudian tentukan cara lain untuk mencapai target tersebut atau malah targetnya yang harus diubah karena bisa jadi targetnya yang ‘salah’. Begitu seterusnya sampai berhasil.

2.    Tentukan jurusan ilmu yang akan ditekuni

Jika kita dengan sadar jaga sudah menetukan jurusan ilmu yang akan kita tekuni, maka langkah selanjutnya adalah mulai membuat rencana aksi untuk pencapaiannya. Dengan hal ini, secara ‘otomatis’ akan membuat kita fokus pada tujuan dan dengan sendirinya akan menghindarkan kita dari bahaya tsunami informasi dan kita akan bisa mengatakan kepada informasi-informasi yang menarik tapi tidak sejalan dengan mimpi kita dengan kalimat: ‘Tawaran Anda memang menarik. Tapi maaf, saat ini bukan prioritas saya.'

Selanjutnya, jika dikaitkan dengan NHW #1 saya, maka saya masih bisa menilai bahwa NHW#1 saya masih on the right track. Karena ‘Menjadi Muttaqin’ adalah ultimate goal saya, sedangkan prioritas saya saat ini cukup 2 saja yaitu: amalan yaumiyah sesuai target dan mengikuti Institut Ibu Profesional dengan tekun dan serius.

Padahal ya dari dua itu akan muncul turunan, turunan, dan turunan lainnya.. Hehehe... Bismillah bi idznillah..

Semangat Bunda...!!! \^-^/



 Sumber gambar: http://dp.topcovers4fb.com/life-moments-display-picture/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar