Selasa, 12 Desember 2017

Day 10: Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng

[Pertanyaan di Alam Kubur]

Kali ini saya mau posting saja. Yang bertugas cerita gantian Ayah. Jadi pas Ayah sedang baca Al-Quran, Kakak datang dan seperti biasa menyela dengan pertanyaan yang terus berbuah pertanyaan. Yang kalo tidak distop tidak bisa berhenti deh rasanya.. >.<

Singkat kata pertanyaan Kakak sampai pada kenapa sih kita mesti baca Al-Quran? Nah sama Ayah dijawab agar bisa menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.

Mendengar perpaduan 'munkar-nakir' dan 'alam kubur' itu, semakin bersemangatlah si Kakak. Ditanya apa sama malaikat? Alam kubur itu apa? Bla..bla..bla..

Ayah pun menceritakan bahwa setelah seseorang meninggal maka dia kemudian berada di alam kubur. Malaikat munkar nakir akan mendatanginya dan menanyakan beberapa pertanyaan. Antara lain adalah man robbuka, man nabiyyuka, maa dinuka,


Minggu, 10 Desember 2017

Day 9: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[3 Penghuni Gua]

Kemarin saat main bebas sore hari, Kakak dan Adek memainkan batu-batu kerikil yang ada di jalan dekat rumah. Mereka menumpuk-numpuknya, seperti sedang main rumah-rumahan atau gunung batu.

Saya kemarin tanya sih mereka sedang buat apa, tapi kok saya lupa ya jawaban mereka apa.. ngga fokus ni kayaknya.. ;(

Kemudian sy tanya ke mereka, bagaimana kalo kita buat gua saja? Mereka setuju jadi langsung kami susun bersama-sama semacam gua. Adek tidak bertahan lama dengan acara susun menyusun itu, dia sudah menemukan permainan lain yang lebih menarik yaitu lempar batu ke empang.

Kakak masih asyik menyusun. Pas sudah hampir jadi, Bunda tanya ke Kakak pernah dengar cerita tentang 3 penghuni gua belum? Kata Kakak belum. Dan menagih bagaimana ceritanya Bunda? Kakak ni selalu excites dengan yang namanya cerita.

Lalu Bunda pun cerita. Cerita pertama selesai. Kakak minta yang kedua. Kemudian sampai yang terakhir. Oya, ini cerita tentang orang yang bertawasul dengan amal shalih. Karena panjang dan bukan karangan sy sendiri dan sudah terkenal karena dari hadis, tak perlulah saya tulis ulang disini.

Saya sempat agak diam sebentar membahasakan yang amal shalihnya terkait menahan diri dari zina ketika dia sudah sangat dekat dan sangat mampu untuk melakukannya jika mau. Kemudian saya ganti saja bahasanya dengan seorang lelaki yang ingin memegang tangan wanita yang bukan istri/mahramnya. Kata wanita yang shalihah itu bertakwalah kepada Allah, sehingga membuat laki-laki itu ingat kepada Allah dan tidak jadi melakukan perbuatan dosa tersebut.

Semoga dari kisah itu Kakak dapat menangkap setidaknya 3 perbuatan baik yang berat timbangannya:
1. Berbakti kepada orangtua;
2. Amanah terhadap hak orang lain;
3. Menjauhi zina.

Tentu saja targetnya hanya mengenalkan dahulu saja. Semoga nanti pemahamannya bertambah dengan bertambahnya usia. Aamiin Allahumma Aamiin..

Sabtu, 09 Desember 2017

Day 8: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Mewarnai Draft Gambar]

Sebenarnya saat ini sudah banyak aplikasi untuk mendesain gambar yang keren-keren. Tapi karena belum ada waktu untuk belajar menggunakannya, jadi biarlah buku perdana ini handmade seutuhnya.. Wekekek..

Saya menggunakan pensil warna biasa saja, namanya juga buku ala-ala.



Tapi rasanya saya ngga sanggup menyelesaikan project ini s.d. batas waktu pengerjaan T-15. Karena kerjaannya harus 'ndiluk'. Butuh momen yang saya benar-benar sedang sendirian. Dan ini langka kecuali tengah malam.. :)

Jumat, 08 Desember 2017

Day 7: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Membuat Draft Gambar]

Setelah kita mendapatkan tema, alur, dan menyusun narasi utuh cerita. Selanjutnya kita bisa menggambar scene-scene yang bisa menggambarkan bagian dari cerita.

Karena saya ngga bisa ngegambar, jadi ya sejadinya saja. Momen 'pamer' ke anak saja yang mau saya tonjolkan. Biar mereka juga tertarik untuk membuat cerita/menggambar sesuai selera mereka sendiri. Ngga perlu takut dengan hasil, nikmati saja prosesnya.. Karena secuil bahagia juga nyelip disana.. :)


Kamis, 07 Desember 2017

Day 6: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Tema dan Alur Cerita]

Tema yang saya angkat dalam project buku cerita bergambar ini adalah tentang pengenalan bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu pun dengan sia-sia. Karena anak-anak masih balita maka hewan adalah sarana pengenalan yang saya anggap paling baik untuk membuat mereka tertarik dan antusias. Dan hewan yang terpilih dalam project kali ini adalah cacing.

Kenapa cacing? Pertama karena ini musim penghujan jadi hewan ini menjadi sering mereka temui. Kedua karena saya mulai suka berkebun dan ingin melibatkan mereka dalam kegiatan tersebut, maka mereka perlu punya bekal ilmu tentang berkebun dimulai dengan pengenalan hubungan cacing dengan tanaman. Ketiga karena bagi sebagian besar orang (termasuk saya), cacing termasuk dalam golongan hewan yang menjijikkan. Padahal kalo tau manfaatnya yang wow masyaAllah maka insyaAllah anggapan itu akan berkurang dengan sendirinya.

Dan manfaat cacing inilah yang ingin saya sampaikan kepada mereka. Agar mereka tertarik dan lebih mudah memahami isi cerita, maka dibantu dengan gambar ala kadarnya.

Rabu, 06 Desember 2017

Day 5: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Cara Membuat Cerita Bergambar Ala Saya]

1. Persiapkan ide cerita yang mau diangkat. Pastikan ide tersebut memang sesuai dengan 'nilai' yang akan diajarkan kepada anak;

2. Buat alurnya, sesuaikan tingkat sederhana/kompleks sesuai rentang usia atau daya tangkap anak;

3. Buat cerita utuhnya, bahasa sesuaikan juga. Bagusnya menggunakan kata yang bervariasi agar anak bertambah kosa katanya;

4. Membuat gambar dengan pensil. Sila ambil fiqh tentang hukum gambar (khususnya tentang makhluk bernyawa) yang paling nyaman di hati tapi tetap merujuk ke salafush shalih;

5. Selesai membuat draft gambar hitam putih lalu bisa mulai untuk diwarnai ;

6. Foto/scan gambar yg sudah berwarna, taruh di aplikasi paint atau semacamnya kemudian tulis narasinya;

7. Gambar siap di print dan tinggal di streples biar jadi semacam buku cerita bergambar.

8. Baca bersama-sama dengan buah hati.. ;p

---

Nah besok akan sy posting per langkah ya, insyaAllah. Karena bikin buku cerita bergambar ini jadi project sy di tantangan level 10 ini.

Senin, 04 Desember 2017

Day 3: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Membuat Alat Peraga Dongeng

Sebenarnya saya tidak pernah eh belum pernah sih mempersiapkan alat peraga khusus untuk kegiatan mendongeng ini. Pakai saja apa yang ada. Boneka lah, alat makan lah, atau tanpa alat peraga tinggal mengubah-ubah suara.

Tapi kemarin pas main bebas dengan Kakak dan Adek, dapat ide untuk membuat burung merak ala-ala. Kakak memasangkan kipas kertas warna-warninya dengan pesawat terbangnya. Lalu Bunda minta Kakak buatkan kepalanya dan Bunda yang membantu menempelkan bagian-bagiannya.

Dan jadilah..


Penasaran dengan ceritanya? Tunggu postingan besok ya..Wakakak sok ngartis ya.. ;p Padahal sebenarnya biar bisa full 10 day setor saja.. :D

Minggu, 03 Desember 2017

Day 2: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Ribby, Kelinci Yang Baik Hati]

Di suatu malam dengan hujan yang sangat deras, terdengar suara ketokan pintu di rumah Ribby Si Kelinci Yang Baik Hati.

"Tok..tok..tok.. Assalamu’alaykum.." Suaranya sayup karena kalah dengan suara hujan.

Ribby yang sedang menyiapkan makan malam, berhenti sejenak dari aktivitasnya. Dia mencoba memfokuskan pendengarannya. Apa benar ada tamu di malam gelap dan di tengah hujan lebat begini?

"Tok..tok.. Assalamu’alaykum.."

Suara itu kembali terdengar. Ribby pun bersegara menuju pintu depan. Dia melihat sebentar dari kaca jendela, siapa itu yang datang.

"MasyaAllah Cici. Ayo masuk.." Dia melihat sahabatnya sudah basah kuyup. Cici menggigil kedinginan. Ribby pun memapah tangan temannya agar bersegera masuk ke dalam rumah. Kemudian dia tutup pintu rumah dan menguncinya.

"Sebentar ya Ci, aku ambilkan handuk dan baju ganti dulu." Ribby pun masuk ke dalam kamarnya.

Tak berapa lama dia keluar dan mengangsurkan handuk dan baju ganti kepada Cici.

"Kamu keringkan diri dulu ya. Aku akan menyalakan perapian dan menyiapkan makan malam untuk kita berdua."

"Terima kasih Ribby.." Mata Cici berkaca sebagai luapan terima kasih atas kebaikan hati sahabatnya.

Selesai mengeringkan badan dan berganti baju, Cici melihat perapian sudah menyala dan makan malam sudah terhidang di meja.

"Ayo, duduk sini Ci. Minum dulu susu hangatnya agar kamu tidak menggigil. Oya, pakai juga kaos kaki ini biar kakimu tidak dingin."

"Terima kasih.." Cici tidak tahu apa yang harus diucapkannya lagi.

"Nah sekarang yuk kita makan. Aku sudah masak sup wortel yang insyaAllah enak.." Kata Ribby sambil tersenyum.

Lagi-lagi hanya ucapan terima kasihlah yang terucap dari lisan Cici. Selesai makan Cici membantu merapikan meja makan, namun ketika dia hendak mencuci piring, Ribby memintanya untuk duduk bicara dulu.

"Cici, apa yang terjadi? Malam-malam dengan hujan lebat begini kamu datang ke rumahku? Pastilah ada sesuatu yang sangat penting.." tanya Ribby

"Ehm..iya.. Mohon maaf sebelumnya, aku mau merepotkanmu. Karena hujan deras yang tidak berhenti beberapa hari ini, qadarullah air sungai meluap. Dan rumahku kebanjiran beserta seluruh isinya. Aku belum berani mendekatinya karena air masih sangat tinggi. Aku bermaksud menumpang disini sampai air surut bila kamu mengizinkan.." urai Cici.

"Innalillaahi wa inna ilayhi raji'un.. Cici yang shabar ya, insyaAllah akan diganti dengan yang lebih baik. Tentu saja kamu boleh tinggal disini Ci. Aku justru senang sekali ada teman di rumah. InsyaAllah persediaan makananku cukup untuk kita berdua. Alhamdulillah ukuran baju kita pun sama ya.." ucap Ribby sungguh-sungguh sambil memegang tangan Cici.

"Sekali lagi terima kasih ya Ribby.. Kamu memang sahabat yang shalihah dan baik hati.." Cici menggenggam erat tangan sahabatnya itu.

Kemudian mereka pun berpelukan. Mereka bersyukur kepada Allah telah dianugerahi sahabat yang sejati.

[End]

------


Cerita ini kami mainkan dalam permainan peran kemarin. Spontan saja, karena Adek sedang mengajak Bunda main kelinci-kelincian. Karena beberapa hari ini hujan terus dan air melimpah di jalan depan rumah, maka tema banjir bisa dikenalkan. Selain tentang banjirnya, tolong-menolong saudara yang terdampak banjir juga perlu dimasukkan.

Kelinci Ribby dan rumahnya

Sabtu, 02 Desember 2017

Day 1: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

[Jerapah, Tolong Tahan Tanganmu]

"Hua..hua..hua.." Jerapah dan Beruang tiba-tiba saja menangis bersamaan. Bunda Ribby pun, bersegera mendatangi keduanya.

"Sini sayang.." Bunda Ribby memeluk bersamaan keduanya.

Setelah tangis mereka agak mereda, Bunda pun bertanya: "Sudah tenang? Siapa yang mau menceritakan apa yang terjadi kepada Bunda?"

"Tadi Jerapah pukul Beruang Bunda..!" Jawab Beruang cepat.

"Beruang juga pukul Jerapah tadi!" Jerapah tak mau kalah. Sehingga mereka berdua saling bersahutan adu argumen.

"Beruang, Jerapah, sudah.. Bunda tidak paham apa yang sebenarnya terjadi jika kalian saling bersahutan. Siapa yang mau bicara duluan?" Tegas Bunda menengahi.

"Saya Bunda!" Beruang mengajukan diri.

"Silakan Beruang. Jerapah menyimak bersama Bunda ya.."

"Tadi Jerapah mau pinjam mainan yang sedang Beruang pegang. Tapi Beruang belum izinkan karena Beruang masih mau main. Jerapahnya rebut mainan itu, Beruang tetap pertahankan. Lalu Jerapah pukul Beruang." Urai Beruang.

"Benar seperti itu, Jerapah?" Bunda bertanya lagi.

Jerapah mengangguk mengiyakan. Kemudian meneruskan: "Tapi Beruang sudah balas pukul Jerapah."

"Terus?" Pancing Bunda.

"Terus Jerapah pukul Beruang lebih keras Bunda. Beruang balas lebih keras juga. Terus Jerapah menangis." Jelas Beruang.

"Beruang juga!" Jerapah membela diri.

"O..baik, Bunda sudah tahu sekarang apa yang terjadi tadi. Terima kasih ya Beruang dan Jerapah telah mau menceritakan dengan jujur kepada Bunda. Sekarang Bunda mau tanya, kenapa Jerapah pukul Beruang tadi?"

"Karena Beruang tak mau pinjamkan mainan Bunda.." Jawab Jerapah.

"Jerapah tahu kan bahwa tidak boleh memukul teman duluan apa pun alasannya?"

Jerapah terdiam.

"Jerapah, tolong ingat peraturan permainan kita ya. Beruang juga. Mainan di sini adalah mainan bersama. Aturannya adalah siapa yang memegang satu mainan, maka dia dianggap pemiliknya pada saat itu sampai 15 menit berikutnya. Ingat, satu orang hanya boleh menjadi pemilik satu mainan. Jika ada yang menginginkan mainan yang sudah dimainkan yang lain, maka dia harus meminta izin. Dan bila belum diizinkan, maka dia harus bershabar dan menyampaikan kepada Bunda. Nanti Bunda yang akan mengambilkan mainannya setelah 15 menit. Jerapah dan Beruang sudah paham kan?"

"Sudah Bunda" Jawab mereka kompak.

"Nah, sekarang Jerapah sudah tau kesalahan Jerapah kan? Kesalahan Jerapah adalah merebut mainan dan memukul teman bermain. Silakan sekarang minta maaf kepada Beruang yaa.." Saran Bunda.

"Beruang, Jerapah minta maaf ya.." Sambil mengangsurkan tangannya.

"Iya.." Jawab beruang sambil menyalami tangan Jerapah.

"Nah, sudah selesai ya permasalahannya. Jerapah, Bunda minta tolong agar Jerapah lain kali menahan diri untuk tidak merebut mainan teman ya. Juga menahan tangan jerapah kuat-kuat, agar tidak memukul teman. Oke?"

"Oke..Bunda." Jawab Jerapah sambil tersenyum.

[End]

------

Cerita ini saya bawakan dengan bantuan boneka yang dimiliki Kakak dan Adek pada saat mereka sedang memainkannya. Ide cerita ya dari keseharian mereka. Tujuannya adalah untuk mengulang peraturan yang telah kami sepakati terkait dengan alat bermain, agar mereka mudah mengingatnya dan menginternalisasikannya dalam diri mereka. Khususnya untuk Adek yang rentang usianya masih 'semua adalah milikku', maka tema ini mungkin akan sering diulang.


Jumat, 17 November 2017

Day 15: Kreativitas

Kreatif itu..

Ketika kita tahu bahwa ada yang salah dengan pola hidup kita selama ini, kemudian kita berusaha mengubahnya dengan cara yang membuat kita bersemangat melakukannya. Tidak seperti terpaksa atau orang menanggung cobaan hidup yang begitu beratnya.. Eaaa.. :D

Eh ngomongin apa sih ini? Ini sih tentang manajemen finansial yang sedang kami galakkan di keluarga kami.

Xixixi..benar baru mulai. Baru beberapa bulan berjalan. Sebelumnya saya adalah tipe orang yang ya kalo ada uang ya belanja saja apa yang diinginkan. Kalo tak ada, ya tahan saja keinginan. Mau makan apa saja dengan harga berapa, ya hayok saja kalo pengen mah. Orang uangnya ada.. :DD Kalo untuk fashion dkk gitu sih saya tak tertarik, tapi terkait makan-memakan inilah cobaan hidup saya..

Kamis, 16 November 2017

Day 14: Kreativitas

Kreatif itu..

Bisa memanfaatkan hal-hal yang sepele, menjadi sesuatu yang memberikan nilai tambah. Nilai tambah tidak harus selalu berupa uang kan? Bisa menjadikannya sebagai sesuatu yang membuat 'bahagia' diri kita walaupun dalam beberapa menit saja, itu pun sudah cukup.

Misalnya sulur bunga yang berguguran, bisa loh dijadikan mahkota-mahkotaan. Dan silakan merasakan sensasi menjadi seorang putri, dalam beberapa menit ke depan..







Rabu, 15 November 2017

Day 13: Kreativitas

Kreatif itu..

Sering-seringlah tanyakan kepada anak pendapatnya tentang ini dan itu. Dalam kesempatan apa pun yang memang anak bisa involve disitu. Sehingga kita bisa memetakan dan mengerti anak kita dengan lebih baik. Hal ini saya rasakan sangat membantu hubungan saya dengan anak-anak saya. Ketika anak saling bertengkar dan ada yang menangis maka bertanyalah kepada dua-duanya, biarkan mereka menceritakan dengan sudut pandangnya masing-masing. Kemudian cari kesepakatan/solusi bersama-sama. Tidak semua senang tentu saja dengan solusi yang diambil, tapi tiap anak jadi tidak apatis karena pendapatnya pun didengarkan. Dia tau bagaimana cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya, dia juga jadi tahu apa alasan dan isi kepala 'rivalnya', dia tau cara memusyawarahkan sesuatu, dan dia tau bahwa jika ada konsekuensi negatif yang ia terima dari perbuatannya itu sebagai hasil dari musyawarah maka itu adalah keputusan yang obyektif sehingga bisa meminimalkan tekanan batin misal merasa tak adil, merasa tak disayangi dll.

Selasa, 14 November 2017

Day 12: Kreativitas

Kreatif itu..

Bagaimana kita selaku emak-emak yang bekerja tetap bisa membangun bonding yang kuat dengan anak-anak kita. Bagaimana mencari momen yang bisa dikenang walaupun ianya hanya hal-hal yang sederhana. Saya belum bisa fokus untuk mengukir momen itu dari masak-memasak, jahit-menjahit, bikin ini-itu. Saya hanya menyediakan diri saya untuk turut serta bermain beserta mereka. Main peran jadi guru-murid, kakak-adek bayi, masak-masakan, dokter-dokteran, dunia hewan. Dan entah mengapa dua anak itu selalu melibatkan saya di setiap permainannya.. Mungkin harus nambah armada lagi biar mereka tidak kekurangan pemain nantinya.. :D

Kadang juga gimanaa gitu. Cucian baju menggunung, cucian piring terbengkalai, masakan ngga kelar-kelar, lantai belum dipel, setrikaan belum kepegang. Tapi terus ingat, mereka tidak akan kecil terus. Bentar lagi mereka akan semakin besar, bisa jadi waktu main dengan mereka akan menghilang. Dan mungkin momen-momen kebersamaan kami yang seperti inilah yang akan kami kenang nanti. Alhamdulillah, Mas Suami sangat pengertian. Tidak ada kemarahan melihat rumah yang selalu seperti kapal pecah.. >.<  Maaciihhhh..

Selain permainan yang bebas mereka pilih, tentu ada permainan yang saya arahkan. Salah satunya adalah membuat buku cerita. Tujuannya agar mereka mengerti alur membuat buku, bagaimana kesulitannya, dan segala sesuatu tidak 'ada' mak bedunduk begitu saja.

Pertama saya akan minta Kakak untuk memotong 5 kertas HVS bekas, masing-masing menjadi 2 bagian. Setelah itu tugas saya untuk menggambar dan menuliskan draft ceritanya. Kakak bertugas mewarnai. Setelah cerita bergambar selesai dalam beberapa halaman, maka kemudian di streples pinggirnya sehingga mirip seperti buku sederhana. Nah baru deh dibacakan seperti buku biasa..


Contoh draft mentah



Senin, 13 November 2017

Day 11: Kreativitas

Kreatif itu..

Ketika kita melihat emak-emak lain bisa jahitin baju-baju lucu ke anaknya, terus diri ini bahkan pegang mesin jahit saja belum pernah ibaratnya.. Mau membuatkan mainan kerdus-kerdusan tapi kok antara effort dan bagaimana kesudahan barang-barang itu di tangan anak-anak dalam sejam pertama saja, sudah males duluan.. :D

Jadi, mumpung ada kain flanel marilah kita bikin kan tas ransel ala-ala.. Sebagai pelipur lara seorang emak yang tidak bisa membuatkan apa-apa untuk anaknya dari hasil tangannya..




Minggu, 12 November 2017

Day 10: Kreativitas

Kreatif itu..

Memberikan ruang kepada anak untuk menampilkan hasil karyanya. Apapun hasilnya, bagaimanapun penampakannya. Asal tidak bertentangan dengan syariat kan?

Dengan tempelan ini dan itu, membuat rumah kita benar-benar sebuah 'rumah' bukan?



Sabtu, 11 November 2017

Day 9: Kreativitas

Kreatif itu..

Ketika kesulitan mencari worksheet yang sesuai dengan usia dan minat anak, serta berbahasa indonesia, plus tak punya printer sendiri sehingga tidak bisa mengumpulkan worksheet lucu-lucu yang bertebaran di internet maka marilah kita mengupgrade diri kita untuk mau belajar mencoret-coret kertas alias menggambar..

Ternyata paling hanya butuh waktu tak sampai 2 menit untuk membuat tiap lembarnya. Siapkan 5 lembar, dan anak bisa anteng sementara.. Tak perlu berwarna, biarkan anak lebih lama berjibaku dengan worksheetnya dengan mengoles-oles warna sesuka hatinya.








Jumat, 10 November 2017

Day 8: Kreativitas

Kreatif itu..

Mengajari anak untuk bertanggung jawab dengan cara yang menyenangkan. Seperti yang sudah di posting kemarin tentang betapa happy-nya mainan hujan salju dari kertas. Nah postingan ini mau nunjukin, happy-nya bertanggung jawab setelah main..

Ayo..ayo..ayo rapikan
Ayo rapikan sekarang juga.. #sing legendary song

Semangat Kakak!

Adek juga lah. Kan syeneng2nya tadi bersama.

#Maryam, 4Y6M
#Ribby, 2Y6M

Kamis, 09 November 2017

Day 7: Kreativitas

Kreatif itu..

Tak selalu 'baik'. Karena itu, tugas orang tua lah untuk mengarahkan agar kreativitas anak terasah dan senantiasa tumbuh dalam kebaikan. Ini akan menjadi pondasi yang penting bagi mereka di masa yang akan datang.

Beberapa hari yang lalu tanpa sepengetahuan Bunda, Kakak dan Adek berkreasi untuk membuat hujan salju. Dari apa? Bedak baby yang masih tergeletak di lantai karena Bunda lupa taruh di atas.. :D

Rabu, 08 November 2017

Day 6: Kreativitas

Kreatif itu..

Ketika anak kita yang masih ber-pospak terkena penyakit kulit (akibat gigitan nyamuk yang digaruk dan jadi luka bernanah) di bagian yang tertutup karet pospak. Kemudian setiap kali mau membuka pospak, merupakan hal yang membuat trauma buat kami. Saya gemetaran membayangkan sakitnya si anak dan si anak sudah tetangisan karena terbayang ada bagian lukanya yang mengering dan menempel di pospaknya. Sehingga ketika pospak dicopot maka luka itu seperti disayat kembali, berdarah lagi.

Sudah mencoba dipakaian plester luka yang didalamnya ditaruh minyak but-but agar tidak menempel, tapi ternyata tetap nempel juga di plesternya. Sudah coba pakai cara sebelum dicopot dioles dulu pakai minyak yang banyak di bagian yang saling melekat itu, cukup berhasil tapi proses menunggunya itu lho lamaaaaa sekali. Kalo anaknya keburu pup kan ngga bisa juga.

Alhamdulillah, semalam ditunjukkan jalan sama Allah. Caranya sangat simple. Tinggal sobek separuh bagian dari jahitan samping pospak dimana luka itu berada. Jadi pas pakai pospak, bagian lukanya itu tidak tertutupi lagi. Tapi memakaikan pospaknya harus hati-hati, karena jadi rentan sobek sampai ke atas. Kan sayang kalo sobek, ngga bisa dipakai lagi.

Plong dan lega. Alhamdulillaah..tsumma alhamdulillaah..


Selasa, 07 November 2017

Day 5: Kreativitas

Kreatif itu..

Ketika AyahBundamu terlalu pelit untuk membelikan pakaian yang sedang heits semisal 'rok ekor duyung', walopun kamu sudah pake seribusatu cara untuk menaklukkan kekerasan hati mereka; mulai dari bercerita tentang bagusnya pakaian itu, betapa kamu ingin memilikinya, hingga sampe nangis dan gulung-gulung pun tak mempan..

Maka, marilah kita gunakan apa yang ada. Lembaran kain katun jepang pink warna-warni ini pun oke juga kan?



#Maryam, 4Y6M

Senin, 06 November 2017

Day 4: Kreativitas

Kreatif itu..

Ketika anak sedang tak selera makan, ditawari ini itu tak tergerak hatinya, Alhamdulillaah diingatkan Allah masih ada kopi R*dix dan roti tawar.

Dan..jreng..jreng..jreng.. Lahap dimakan..


Alhamdulillah..

#SimpleCreativity

Minggu, 05 November 2017

Disebalik Manisnya 'Kreativitas'

Ketika orangtua telah memahami bahwa kreativitas anak adalah anugerah yang harus disyukuri karena dia berperan penting bagi keberhasilan dan kebahagiaan dunia akhirat anak tersebut, maka ada hal yang selanjutnya juga harus diterima dengan lapang dada oleh si orang tua. Hal apakah itu? Ini yang masih jarang dibahas.

Setiap orang tua menginginkan anak yang memiliki kreativitas yang tinggi, yang wow, yang membuat tertakjub.. Tapi apakah orang tua juga telah menyiapkan dirinya untuk menjadi pendamping dan mentor terbaik bagi setiap tahapan proses anak menuju masing-masing kreativitas bintangnya?

Day 3: Kreativitas

Kreatif itu..

Saat kamu sedang menginginkan peran menjadi Elsa, tetapi apa daya rambut kamu tak lebih panjang dari ujung bawah telinga..

Dan AHA.. Alhamdulillaah ada karet gelang yang siap siaga..



#Maryam, 4Y6M

Sabtu, 04 November 2017

Day 2: Kreativitas

Kreatif itu..

Saat kacamata satu-satunya yang dipunya putus benang penyangga bawahnya sehingga lensa kanannya copot dari rangka.. Dicoba berulang dipasang lagi, tapi tak berhasil jua. Belum ada waktu ke optik karena padatnya agenda.. #halaaahh..

Terus tetiba inget sesuatu yang tersimpan dalam stok rumah tangga. Dan taraaaa..



Alhamdulillaah ketemu jalan keluarnya..

Lem tembak, lilin dan korek api berhasil menjadi pahlawan berharga yang menyelamatkan saya. MasyaaAllah walhamdulillaah..

Jumat, 03 November 2017

Day 1: Kreativitas

Kreatif itu..









Ketika susunan bajumu berada di rak paling atas, sedangkan tanganmu tak sanggup menggapainya.. Maka bantal-bantal pun jadi penolong yang siap menggenapkan tinggimu untuk meraihnya..

#Ribby, 2Y6M

Sabtu, 07 Oktober 2017

Aliran Rasa: Cerdas Finansial

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” [HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946)]

Hadist di atas menurut saya telah dapat menjelaskan betapa pentingnya ilmu tentang finansial. Bahwa tidak sebagaimana nikmat Allah yang lain yang hanya dihisab terkait 'output'nya, maka untuk masalah finansial ini dihisab melalui dua pintu sekaligus yaitu pintu masuk dan juga pintu keluarnya. Bagaimana memperolehnya dan bagaimana membelanjakannya. Dan jawaban dari pertanyaan 'bagaimana' itu tadilah yang akan menjadi salah satu parameter bergesernya kaki kita di akhirat, mendekat ke surga atau justru ke neraka?

Jumat, 29 September 2017

Day 16: Cerdas Finansial

[BERKEBUN = BERLIPAT KEUNTUNGAN]

Entah kapan dan dimana mulainya, saya jadi senang sekali dengan perihal pepohonan dan hijauan tanaman sendiri. Mungkin berawal dari saya senang makan sayur, terus nyari/beli yang organik itu tidak mudah dan murah, kemudian lihat postingan beberapa orang yang mereka kalau mau nyayur tinggal petik itu kok sepertinya menyenangkan sekali...

Pengennya udah lama. Tapi cuma pengen doang. Alasannya macam-macam lah yaa.. Pas di Jakarta karena rumah ngontrak dan tak ada halamannya. Nah pas sekarang pindah ke Aceh, halaman ada sedikit tapiiii ternyata disini syusyah sekali mencari penjual bibit sayur. Mungkin karena belum ketemu saja ya..  Semoga Allah mudahkan.. Sudah cari-cari di penjual tanaman yang besar-besar tuh, tak ada pula. Adanya standar cabai, tomat. Pan eike pengen nanem bayam, kangkung, daun bawang, daun sop, brokoli yang semacam itu.

Kamis, 28 September 2017

Day 15: Cerdas Finansial

[MENABUNG UNTUK MEMBELI KEBUTUHAN]

Kakak yang sudah mulai kami ajarkan untuk hal ini. Waktu itu pernah menabung dari koin bintang yang didapat kalau rajin baca iqra, hasilnya sudah dibelikan crayon. Saat ini sedang proses menabung untuk membeli botol minum yang dia mau. Uangnya dia hasilkan sendiri dari proses membantu Bunda. Misal, Kakak kalo malam masih dipakein pospak saat ini. Nah kalo paginya pospaknya kering alias tidak mengompol, maka Kakak berhak mendapat uang 2 ribu dari Bunda. Dari poin ini Kakak sudah dapat banyak uang, karena dalam 14 hari paling ngompol sekali/2 kali saja.

Rabu, 27 September 2017

Day 14: Cerdas Finansial

[BERMAIN JUAL BELI]

Nah ini permainan rutin yang kami mainkan tiap malam. Kalo ngga jual beli ya masak-masakan atau bermain peran. Kadang semuanya di blend jadi satu. Jadi si Adek pun sudah fasih dengan permainan ini, walaupun kalau jualan harganya selalu dua ribu.. :D

Tujuan permainan ini sih untuk saat ini hanya sekedar mengenalkan profesi pedagang kepada anak-anak. Bahwa berdagang itu memiliki kemuliaan. Para shahabat Rasulullah yang kaya raya itu berasal dari perdagangan, pun bahkan Rasulullah pun pernah berdagang.

Saat bermain itu dikasih tau, bahwa tidak boleh berbohong kepada pembeli. Misal buahnya ada yang busuk, ya bilang ini saya kasih harga murah karena buahnya sudah tidak segar lagi misalnya. Tidak dicampur-campur dan disembunyikan. Kan yang dicari berkahnya, tidak hanya sekedar banyaknya keuntungan.

Dikasih tau juga bahwa tidak boleh memperjualbelikan yang haram misal buah curian (karena alat peraganya cuma buah dan sayur mainan), daging babi/anjing dkk (saat bermain warung makan), rokok, dan gambar/patung yang berbentuk manusia/hewan.

Terus infonya ditambah bahwa boleh menawar dagangan, tapi permudahlah. Jangan menawar terlalu menggigit, yang wajar harga pasar saja.

Tapi selama ini kami main tanpa menggunakan peraga uang. Pengen sih kedepannya yang real gitu pakai print-print-nan uang. Cuma kok ya emaknya ini sok sibuk, males pergi ke tukang printer. Hayuk lah kapan-kapan cus dieksekusi.. InsyaAllah..

Selasa, 26 September 2017

Day 13: Cerdas Finansial

[ANTARA KEINGINAN DAN KEBUTUHAN]

Tema ini mah sebenarnya masih perlu untuk Bundanya. Kadang perang pemikiran antara INGIN atau BUTUH ini sering kali jadi blur di praktiknya. Misalnya saja di satu tema : beli kompor. Diperdalam lagi dengan kompor gas atau kompor minyak? Alasan masing-masing apa? Yakin mampu merawat dan membersihkannya? Akan sering digunakan bila beli yang mana? Jika sudah dapat pilihan misal 'Kompor gas karena lebih mudah menggunakannya, lebih bersih di perabotan, lebih mudah perawatan sehingga tidak malas memasak karena tinggal ceklik..ceklik." Terus tapi lari lagi ke yang satu tatakan apa 2 tatakan? Yang 2 tatakan nampak lebih manis-manis lho ditaruh didapur. Merk ini yang harganya sekian kali lebih mahal desainnya oke punya jika dibandingkan dengan merk-merk lain yang harganya murah. Dan akhirnya jreng..jreng..jreng..beli lah kompor gas 2 tatakan dengan harga yang agak tinggi terus tapi ternyata... Tetep jarang masak.. Hahahahaha..

Senin, 25 September 2017

Day 12: Cerdas Finansial

[MENJAGA KESEHATAN SEBAGAI BAGIAN MANAJEMEN FINANSIAL]

Manajemen finansial itu tidak melulu sesuatu yang berkonotasi dengan 'pengiritan' kan ya? Misal selalu dinilai dengan pertambahan rupiah-rupiah yang dimiliki. Memiliki badan dan jiwa yang sehat, sehingga bisa beribadah dan beraktivitas dengan baik pastilah merupakan salah satu penyempurna kebahagiaan hidup juga. Dan merupakan bagian perencanaan finansial pastinya.

Oleh karena itu, kami berusaha menjaga kesehatan anak-anak kami agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun, usaha yang kami lakukan saat ini tidaklah spesial. Hanya sekedar mengurang-ngurangi. Belum bisa hijrah yang sesuai dengan parameter saya. Mungkin malah baru di tahap 10%nya.. Tapi bismillah, semoga sedikit-sedikit bisa berbenah ke depannya.

Minggu, 24 September 2017

Day 11: Cerdas Finansial

[UANG TIDAK DATANG SENDIRINYA DI MESIN ATM]

Karena dasar-dasar hukum terkait finansial atau rezeki ini sudah dibahas pada day-day sebelumnya, maka untuk day 11 dst saya mengambil hal-hal yang ringan saja. Bilang saja sudah kehabisan ide.. :D

Pernah ngga sih Bun, ketika anak-anak meminta sesuatu dan kita bilang belum ada bagian uang yang dialokasikan untuk itu terus si anak dengan polos, lugu, dan entengnya menjawab: Ambil di ATM lah Bunda!

Sabtu, 23 September 2017

Day 10: Cerdas Finansial

[ADA HAK ALLAH DALAM REZEKI KITA?]

Rezeki berupa harta yang kita miliki tidak serta merta menjadi punya kita seutuhnya. Selain bahwa Allah akan menghisab jalan masuk dan jalan keluarnya, juga lebih dari itu ada hak Allah berupa zakat yang harus kita tunaikan. Zakat ada aturannya yang harus dipenuhi. Baik dari sisi nisab jumlah maupun nisab waktu, juga dari besaran perhitungannya. Selain itu, penerima zakat juga harus tepat sasaran sesuai dengan yang disyariatkan.

Beberapa dasar hukum zakat:

Jumat, 22 September 2017

Day 9: Cerdas Finansial

[MEMBELANJAKAN REZEKI DARI ALLAH: BOROS VS PELIT?]

Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67)

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu boros), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal” (QS al-Israa’:29


Kamis, 21 September 2017

Day 8: Cerdas Finansial

[WASILAH MEMPERBANYAK REZEKI SESUAI TUNTUNAN NABI]

Pertama: Istighfar


Allah Ta’ala berfirman:

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al-Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al-Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Rabu, 20 September 2017

Day 7: Cedas Finansial

[MENGENAL PROFESI SEBAGAI SALAH SATU JALAN MENDAPAT REZEKI]

Rezeki kita memang sudah djamin oleh Allah, namun ikhtiar mencari rezeki itu harus tetap kita lakukan. Walaupun bisa jadi rezeki kita tidak datang dari ikhtiar itu, namun dari jalan lain yang tidak kita duga. Tetapi bekerja/berkarya/menebar manfaat itu adalah jalan hidup para nabi/rosul dan orang-orang shalih.

Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata, ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Rizkiku pasti  akan datang sendiri.” Imam Ahmad lantas mengatakan, ”Orang ini sungguh bodoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda,”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku. [HR. Ahmad, dari Ibnu ‘Umar. Sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan Al ‘Iroqi dalam Takhrij Ahaditsil Ihya’, no. 1581. Dalam Shahih Al Jaami’ no. 2831, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Selasa, 19 September 2017

Day 6: Cerdas Finansial

[REZEKI YANG HALAL DAN YANG HARAM]

Postingan kali ini merupakan lanjutan dari yang kemarin. Hanya lebih meluaskan materinya ke hal-hal yang bisa jadi tidak langsung ditemui dalam keseharian anak.

Misal tentang dasar kehalalan makanan/minuman kita. Kalo minuman, sy belum pernah terangkan karena menurut saya belum saatnya memperkenalkan anak balita dengan alkohol. Tapi kalo makanan banyak materi yang bisa disampaikan.

Senin, 18 September 2017

Day 5: Cerdas Finansial

[HISAB ATAS HARTA KEKAYAAN]


Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” [HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946)]

Minggu, 17 September 2017

Day 4: Cerdas Finansial

[CARA BERTERIMA KASIH ATAS REZEKI DARI ALLAH]

Sebagai agama yang mendidik pemeluknya untuk berbudi yang luhur, Islam mengajarkan agar manusia pandai mensyukuri dan berterimakasih kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya. Jika kepada manusia yang hanya menjadi wasilah saja kita diminta untuk berterima kasih, maka Allah jauh lebih berhak mendapatkan terima kasih kita karena hanya dari-Nya sajalah semua sumber nikmat yang sampai kepada kita.

Lalu bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat tersebut?


Sabtu, 16 September 2017

Day 3: Cerdas Finansial

[MACAM-MACAM REZEKI DARI ALLAH]

Anak kita perlu tahu dan memahami bahwa rezeki dari Allah itu tidak melulu berwujud uang, kekayaan, atau benda yang bersifat material dan sebangsanya. Tetapi jauh lebih luas maknanya dari itu. Misal diberikan anggota tubuh yang lengkap dan tanpa cacat, diberikan kesehatan, diberikan kepandaian, diberikan kemudahan untuk berakhlak mulia, diberikan teman-teman yang baik, dijauhkan dari musibah dlsb. Itu semua adalah rezeki yang bisa jadi nilainya lebih besar dari beratus juta uang yang dimiliki. Terutama nikmat dapat merasakan manisnya islam dan iman, merupakan nikmat yang tak kan pernah mau kita tukar dengan dunia seisinya bukan?

Dalam hal ini, maka ketika anak misal bilang: "Bunda, hasil gambar Kakak bagus ya?"

Maka kita bisa arahkan jawaban: "MasyaAllah wal hamdulillaah.. Iya Kak, bagus! Ini rezeki yang Allah karuniakan ke Kakak ya. Kakak mempunyai tangan yang tidak cacat, tubuh yang tidak sakit, diberikan ilham untuk menggambar, dimudahkan membeli pensil-kertas-dan crayon sehingga Kakak bisa menggambar dengan hasil yang bagus.." Peluk dan usap kepalanya, maka pancaran matanya akan membuat Anda tertakjub bahagia.

Misal ketika sedang belajar berkebun. Pas bibit-bibit mulai tumbuh dan dia bersorak girang. Jangan lupa ingatkan bahwa itu juga rezeki dari Allah. Allah yang dapat menumbuhkan dan mematikan. Minta anak diminta mengingat berapa jumlah biji yang dulu disemai. Tanah yang sama, air yang sama, sinar matahari yang sama, tapi dari sekian biji itu ada yang tumbuh bertunas tapi ada juga yang tidak tumbuh.

Misal ketika hujan, maka sampaikan ke anak bahwa hujan adalah juga rezeki dari Allah. Kita tidak boleh men-stigma hujan dengan keburukan. Jangan sampai kita bilang: hujan lagi, jadi becek deh jalannya atau jadi ngga kering bajunya dst dengan nada kecewa. Tapi selalu ajak anak ketika hujan datang untuk memanjatkan do'a yang diajarkan nabi dan do'a-do'a lainnya sesuai kebutuhan kita. Karena waktu hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdo'a. Jadi ingat do'a Kakak kemarin pas sedang hujan, dia malu-malu berdo'a minta donat dan minta mainan. :)

Di momen ini bisa pula dimasukkan pembelajaran tentang malaikat Mikail yang diberikan tugas oleh Allah untuk membagi rezeki.

Jumat, 15 September 2017

Day 2: Cerdas Finansial

[JANGAN KHAWATIR, REZEKI KITA SUDAH DIJAMIN OLEH-NYA]

MasyaaAllah, kemarin pas di dokter gigi, tayangan televisi yang sedang menyala di ruang tunggu adalah cerita Adit (Sopo Jarwo apa ya kalo tidak salah judulnya). Ada adegan dimana Adit menendang bola kuat-kuat sehingga bola memantul jauh sekali. Adit dan ke-tiga kawannya bersegera mengejar bola itu. Ada salah satu anak yang bertubuh gemuk yang bernama Dennis (lupa euy..) yang diminta tetap di lapangan saja, tidak usah ikut mengejar bola. Mungkin kawan-kawannya khawatir Dennis kecapean atau berlari dengan lambat karena postur tubuhnya.

Adit dan ketiga kawan yang mengejar bola sudah berlarian kesana-kemari karena bola terus memantul sehingga pada akhirnya mereka menyerah dan menganggap bola itu sudah wassalam alias hilang. Mereka pun kembali ke lapangan. Ketika sampai di lapangan, terkejutlah mereka karena mereka sudah melihat Dennis bermain menggunakan bola itu. Ternyata bola itu tadi memantul kembali ke lapangan, mendekat ke arah Dennis yang tidak turut serta berlelah-lelah mencari.

Kamis, 14 September 2017

Day 1: Cerdas Finansial

ALLAH AR-RAAZIQ DAN AR-RAZZAAQ

Memperkenalkan anak terkait dengan finansial, yang paling utama harus disampaikan terlebih dahulu oleh keluarga muslim adalah konsep rezeki dalam islam. Dan yang paling dasar adalah tentang 'Siapakah yang memberi rezeki?' Agar anak tidak menyimpulkan bahwa rezeki itu semata-mata datang karena usaha atau keberuntungan dan seterusnya.

Dalam Asma'ul Husna, terdapat dua Asma Allah yang terkait dengan rezeki yaitu Ar-Raaziq dan Ar-Razzaaq. Lalu apa bedanya?


Jumat, 01 September 2017

Day 9: Bintang Keluarga

Di ranah change factor, tidak ada proyek khusus yang kami lakukan. Kami hanya berusaha meningkatkan kemandirian mereka sesuai usia dan kemampuan. Misal saja dari makan disuapi jadi makan sendiri, begitu pula mandi, pakai baju dst. Dari yang sebelumnya pup dan pee di pampers jadi belajar berubah harus di WC. Yang sebelumnya kalo butuh/ingin sesuatu pakai nangis2 dan tantrum, beralih kepada bicara keinginannya apa dan mengapa menginginkan itu? Manfaatnya apa? Kalo menurut kami itu tidak bermanfaat ya kami jelaskan apa tidak baiknya dan tidak akan kami belikan.

Perubahan yang kami tanamkan ya di seputar kebutuhan keseharian mereka saja seperti contoh-contoh di atas.

Kamis, 31 Agustus 2017

Day 8: Bintang Keluarga

Seharusnya kali ini postingannya tentang ranah hubungan interpersonal. Tapi setelah saya baca-baca ulang, ternyata ini berhubungan dekat dengan yang intrapersonal kemarin. Khususnya di poin 2 yang terkait dengan sikap sosial. Mungkin irisannya adalah intrapersonal itu lebih menekankan pada bagaimana anak memandang dirinya sendiri ketika berhadapan dengan orang lain, sedangkan interpersonal itu lebih ditekankan pada penilaian orang lain yang berhubungan dg si anak. Bisa jadi anak memandang dirinya sudah berlaku sopan kepada orla tapi orla secara umum memandang anak tersebut masih tergolong slengekan.

Rabu, 30 Agustus 2017

Day 7: Bintang Keluarga

Ranah Intrapersonal Adek Ribby (2Y4M)

Karakteristik Pribadi

Karakter Adek sangat berbeda dengan Kakak. Jika Kakak terhadap sesuatu yang baru mottonya adalah coba dulu risiko belakangan. Kalau Adek tidak mau dulu, sampai yakin bahwa hal baru itu membuatnya nyaman. Kakak mengandalkan logika, Adek lebih banyak bermain di ranah perasaan.

Selasa, 29 Agustus 2017

Day 6: Bintang Keluarga

Lanjut ke ranah selanjutnya yang hendak dieksplorasi yaitu ranah intrapersonal.

Apa maksudnya ya?

Dari wikipedia disebutkan bahwa komunikasi intrapersonal merupakan penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek yang tidak nampak (misalkan Tuhan). Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam proses simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan.

Senin, 28 Agustus 2017

Day 5: Bintang Keluarga

Hari ini giliran laporan Adik 2Y4M di ranah hubungan dengan Rabb-nya. Karena di rentang usia 0-7 tahun yang difokuskan adalah Kaya Wawasan, maka pengenalan dan pelajaran yang kami sampaikan ke Adik di lingkup area 'Ketuhanan' masih sebatas menyebut sebanyak mungkin Allah di berbagai hal yang ditemui dalam keseharian.

Kalau melihat sesuatu yang baru semisal hujan, maka kami akan bertanya siapa yang menciptakan hujan Dek? Allah. Iya Allah. Maha Pemberi Rizki. Hujan itu rezeki dari Allah, mari kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasululullah: Allohumma shayyiban nafi'an. Ya Allah kami memohon kepada-Mu hujan yang bermanfaat.

Jumat, 25 Agustus 2017

Day 4: Bintang Keluarga

Kali ini akan membahas tentang Kakak dalam ranah hubungan terhadap Rabb-nya.

Di usia Kakak yang 4Y4M ini, kami belum mewajibkan Kakak untuk ikut shalat. Kalau pas diajak mau, maka hayuk ikut shalat bersama. Kalo masih mau dengan aktivitas lain, ya silakan saja. Namun demikian, dalam keseharian kami sering menyelipkan bahasan tentang shalat ini ke Kakak. Bahwa kalau mau masuk surga ya kuncinya shalat dan seterusnya. Bahwa dalam shalat tidak boleh ada becandaan karena kita sedang berbicara kepada Allah dst. Sambil diajarkan doa2 yang dibaca dalam setiap gerakan shalat. Harapan kami adalah Kakak nanti pas di waktu wajib shalat sudah paham dasar teorinya dan melaksanakan shalat secara sadarjaga dari manifestasi kehambaannya bukan karena takut orangtua, malu kepada teman dll.

Rabu, 23 Agustus 2017

Day 3 : Bintang Keluarga

Postingan yang lalu sudah ceki-ceki Kakak, sekarang ceki-ceki Adek dulu yaa.. Ribby 2Y4M..

I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL

  1. Mulai meniru gerakan berdoa/sembahyang sesuai dengan agamanya
  2. Mulai memahami kapan mengucapkan salam, terima kasih, maaf, dsb

Day 2 : Bintang Keluarga

Sebelum masuk ke detil kegiatan, saya lebih prefer mengecek secara keseluruhan perkembangan anak-anak sesuai dengan modul 0 KM yang kemarin.

Untuk Day 2 ini, perkembangan Kakak (4Y4M) dulu ya yang dicek.. Warna hijau berarti sudah, kuning sudah ada tapi masih sangat minim, merah belum sama sekali. Alhamdulillah hampir semuanya sudah hijau. Yang merah/orange karena saya belum pernah mencobanya atau saya tidak mengerti maksudnya bagaimana. Semoga Allah memudahkan saya untuk mencoba mengenalkan hal-hal tersebut ke Kakak dalam waktu dekat.

I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL

  1. Mengetahui agama yang dianutnya 
  2. Meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar
  3. Mengucapkan doa sebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu (terhadap doa yang sudah dihafal)
  4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk (sudah sesuai yang diajarkan, masih on going)
  5. Membiasakan diri berperilaku baik (sudah sesuai yang diajarkan, masih on going)
  6. Mengucapkan salam dan membalas salam

Senin, 21 Agustus 2017

Day 1 : Bintang Keluarga


Di dalam dunia yang penuh dengan 'persaingan' adalah sangat wajar bahwa kita pun ikut melaju berkompetisi di dalamnya, pun bahkan tanpa kita sadari. Realita menjerumuskan kita ke dalam perlombaan dimana pemenang akan mendapatkan semuanya dan yang kalah tidak akan mendapatkan apapun, sehingga kita terus berlomba dengan mengerahkan segala tenaga, waktu, sumber daya untuk menjadi yang 'terbaik'. Dalam segala hal. Kita pun sampai lupa bagaimana caranya menikmati proses dari laku kita, apatah lagi mensyukuri capaian-capaian kecil yang sudah kita dapatkan. Semuanya terstandar dengan standar 'keumuman'. Dan capaian yang belum mencapai standar itu, masih dianggap sebagai kegagalan.

Duh, mau sampai kapan seperti ini? Bahagiakah dengan begini? Jika kita terus berada pada kondisi ini, suatu saat kita juga akan dihempaskan oleh realita bahwa di atas langit masih terus akan ada langit. Jadi kenapa harus mengukur kesuksesan/kebahagiaan kita dengan standar umum? Sampai matipun bisa jadi kita tidak akan pernah mensyukuri apa yang sudah kita raih jika pola pikirnya begini.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Day 10: Pengenalan Matematika



Selain belajar melalui apa yang ditemui dalam keseharian, kami juga mulai memperkenalkan ke Kakak belajar dengan 'kertas maupun buku'.

Day 7: Pengenalan Matematika

Kalau lagu satu dua tiga dan seterusnya itu untuk Adek. Maka yang sedang diajarkan ke Kakak adalah tentang mengenal hari. Lagunya yang: senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu minggu, itu nama-nama hari.

Day 6: Pengenalan Matematika

Nah, yang ini pasti mudah, murah, dan menyenangkan. Yaitu dengan lagu. Siapa coba yang tidak hafal lagu satu-satu aku sayang Ibu? Nah ini bisa dinyanyikan dengan anak usia toddler ya. Ketika dia sudah hafal lagu itu beserta gerakan tangannya dengan baik, maka lagu bisa kita ubah hingga sampai hitungan yang lebih tinggi.

Day 5: Pengenalan Matematika

Pengenalan matematika untuk anak bisa juga dengan melakukan perhitungan untuk memberikan batasan waktu. Selain anak jadi hafal urutan bilangan, anak juga tau konsep lama/lebih lama dan sebentar.

Minggu, 30 Juli 2017

Day 4: Matematika Logis

Untuk Adek, selain diperkenalkan dengan konsep berhitung menggunakan jari juga sedang diperkenalkan dengan warna, bentuk, besar, kecil, berat, ringan, jauh, dan dekat.

Dalam pengenalan ini tentu harus menimbang kecakapan anak dalam berbicara. Mungkin ada anak seusia Adek yang sudah banyak kosa katanya sehingga sudah bisa mengenal dan menyebut dengan baik kosakata-kosakata tersebut. Bisa juga disambil dengan tahapan selanjutnya yaitu mana yang lebih jauh, dekat, ringan, berat, besar, kecil dst.

Adek warna baru hafal tanpa salah sejumlah 4 yaitu hitam, putih, merah, dan hijau. Yang lain masih tertukar-tukar. Untuk mana yang lebih jauh, dekat dll, sudah cukup bisa membedakan dengan baik.

#BundaSayangIIP
#Level6
#ILoveMath
#MathAroundUs

Day 3: Pengenalan Matematika

Siapa yang anaknya tidak suka bermain? Hehehe kayaknya tidak ada anak yang tidak suka bermain ya. Pun bahkan kita, kalo ngga ingat tanggungjawab maunya maiiiinn aja.. Main ke mall, online shop, FB-an.. :D Eh tapi banyak juga ding emak-emak yang 'mainnya' menghasilkan sesuatu yang produktif.. d^^b


Sabtu, 29 Juli 2017

Day 2: Pengenalan Matematika

Untuk Kakak (4y3m) pengenalan matematika sudah mulai pada konsep hitung tambah dan kurang sederhana yaitu sampai angka 20. Untuk pembagian dan perkalian baru dikenalkan sedikit banget, yang penting dia paham dulu konsepnya bahwa membagi itu adalah mengurangi dengan bilangan yang sama secara berulang. Sedangkan mengalikan adalah menambah dengan bilangan yang sama secara berulang.

Kamis, 27 Juli 2017

Day 1 : Pengenalan Matematika

Siapa yang tidak suka dengan matematika, fisika, dan kimia ya? Hayoo acungkan jari.. #ngacung paling tinggi :D

Ada yang tau penyebabnya? Kalo saya sih karena tidak tau segala macam rumus dan hitung-hitungan yang diajarkan waktu itu akan digunakan untuk apa di keseharian? Saya tidak merasa butuh tau sin, cos, tan. Saya tidak merasa butuh tau reaksi kimia. Saya tidak merasa butuh tau gimana ngitung gaya. 'Ilmu' yang dipelajari selama beberapa taun itu, akhirnya nganggur. Hanya muncul di rapor/ijazah. Dan bahkan sekarang mungkin sudah hilang sama sekali dari ingatan.. ;p

Makanya saya berusaha untuk tidak mengulangi hal yang sama ke anak-anak. Setidaknya saat mereka bersama saya. Mereka mestinya berhak untuk diajarkan ilmu sesuai kebutuhan mereka. Ilmu yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya untuk dirinya. Harapannya nanti ketika mereka harus memilih spesialisasi keilmuan, maka mereka tau dan punya alasan yang kuat mengapa memilih itu.

Nah, nyambung dengan uraian di atas maka mengajarkan ketrampilan matematika dasar kepada anak-anak hendaknya menggunakan sarana yang dekat dengan keseharian mereka. Tidak hanya dikenalkan melalui 'teori', tapi mereka harus belajar dari praktik langsung.

Untuk Adek Ribby (2y3m), pengenalan matematika saat ini sudah sampai bisa mengurutkan bilangan 1-10. Sedangkan yang sedang banyak diulang adalah menggabungkan urutan bilangan tadi dengan konsep bilangan
jari-jari tangan.

Ini bisa dilakukan kapanpun dan tidak perlu repot bawa alat peraga. Alloh sudah kasih default ke kita. Jadi pas mau tidur bisa diulang, pas mau makan, atau mau pakai baju juga bisa. Menggunakan bayang-bayang tangan lebih seru lagi. Matikan lampu, nyalakan senter. Lakukan konsep hitung satu, dua, tiga dst menggunakan jari-jari kita dan jarinya.

Pas beberapa kali diulang, Adek sekarang jadi hobi tiba-tiba bilang 'lima' sambil membuka penuh jari tangan kanannya. Atau 'dua' dengan jari tangan kanannya membentuk victory. Dan 'sepuluh' dengan membuka semua jarinya.

Belajar itu ternyata menyenangkan yaa..

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Tantangan 10 Hari: Matematika Logis

*Tantangan 10 hari*
*Level 6*

Matematika bukan hanya tentang angka dan hitungan namun juga ada hubungannya pada kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak anak mencari segala sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.

Atau saat seru ngobrol dengan si kakak sambil menghitung jumlah rumah di 1 blok komplek sehingga menemukan jumlah rumah seluruh cluster yang terdiri dari 6 blok.

Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak kakaknya.

Atau saat cerianya bersama anak anak menghitung jumlah langkah kaki ke masjid terdekat.

Saat saat menunggu kakak selesai mengerjakan desain interior kamarnya sendiri,
dan seterusnya ...dan seterusnya.


🌸Tantangan 10 hari level 6🌸
 *Temukan Matematika di sekitarmu*

 ❤ Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, temukan matematika dalam aktivitas sehari-hari bersama ananda. Jadikan momen aha! Tuliskan keseruannya.

💛 Bagi yang belum mempunyai anak dan belum menikah, temukan  matematika dalam aktivitas keseharian mu, tuliskan kisah menariknya.

Bagi anda yang menggunakan blog, berikan label:
IIP
KuliahBunsay
ILoveMath
MathAroundUs

Kirimkan tugas tantangan ke link...

Gunakan hashtag:
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

Materi 6 : Pengenalan Matematika Logis

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #6_

*MENSTIMULUS  MATEMATIKA LOGIS  PADA ANAK*

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing.  Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di  dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA.  Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

" *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* "


*MATEMATIKA LOGIS*

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.

Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*


Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis  dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.


*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan  pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*

*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

*Bermain di Dapur*

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti  ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.


*Belajar Memahami  Kuantitas*

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau  donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat,  mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi  pohon kelapa atau  pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?


*Kegiatan di Luar Rumah*

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka  Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.


Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.


Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di  rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.



_Salam Ibu Profesional_



/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/


📚Sumber bacaan:

_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_

_Howard Gardner, Multiple Intelligence,  Gramedia, 2000_

_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Mneyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_

Jumat, 05 Mei 2017

Day 10: Gaya Belajar

Nah, saatnya mencoba menyimpulkan gaya belajar untuk Kakak dan Adek ya..

Kakak:
  1. Tidak teliti, rapi, detail --- Bukan Visual
  2. Berbicara tanpa menggunakan gesture  --- Auditory
  3. Terganggu dengan bunyi-bunyian --- Auditory
  4. Mampu menangkap dan mengingat video/film tanpa suara --- Visual
  5. Berminat terhadap alur cerita tanpa mementingkan buku --- Auditory
  6. Mengobrol/cerita ketika membaca Iqra' --- Auditory
  7. Berbicara sendiri ketika bermain/mengingat sesuatu --- Auditory
  8. Lebih mudah mengingat hal yang dipraktikkan, didengar, atau dilihat --- Seri
  9. Bergerak terus --- Kinestetik
  10. Mengingat lagu dengan cepat --- Auditory
  11. Perfectionist khusus untuk hasil gambar/mewarnai --- Visual
Dari hasil rekap pengamatan selama sembilan hari, bolehlah ya disimpulkan kalo gaya belajar Kakak Auditory.

Adek:
  1. Teliti, rapi, detail terhadap penampilan/tatanan --- Visual
  2. Berbicara menggunakan gesture  --- Kinestetik
  3. Terganggu dengan bunyi-bunyian --- Bukan Auditory
  4. Mampu menangkap dan mengingat video/film tanpa suara --- Belum Bisa Diamati
  5. Buku dipakai untuk menyusun rumah/kereta/bangunan --- Kinestetik
  6. Membaca Iqra' hanya karena ingin meniru --- Kinestetik
  7. Berbicara sendiri ketika bermain/mau tidur --- Auditory
  8. Lebih mudah mengingat hal yang dipraktikkan, didengar, atau dilihat --- Belum Bisa Diamati
  9. Bergerak terus --- Kinestetik
  10. Mengingat lagu dengan cepat --- Auditory
  11. Perfectionist khusus untuk hasil gambar/mewarnai --- Belum Bisa Diamati
Jadi sampai dengan saat ini, kesimpulan untuk gaya belajar Adek adalah Kinestetik.


Kamis, 04 Mei 2017

Day 9: Gaya Belajar

Parameter yang dilampirkan dalam materi Gaya Belajar, Bunda Sayang IIP, sepertinya sudah terulas semua. Walaupun ya, saya ambil secara global saja. Rencananya untuk Day 10 postingan saya berupa kesimpulan tentang gaya belajar apa sih yang dominan dari Kakak dan Adek berdasarkan hasil pengamatan dari parameter-parameter di Day 1-9. Nah tapi terus PR banget dong, Day 9-nya mau mengulas apa lagi? :D

Alhamdulillah setelah shalat dzuhur saya mendapatkan ide.. Setelah shalat atau pas shalat? hayoo ngakuu.. #celeguk :D

Jadi, saya tuliskan hal-hal unik di Kakak yang belum terbahas di parameter sebelumnya saja lah ya:

1. Keep moving alias gerak terus

Ini PR banget deh pokoknya. Karena suka pusing sendiri lihat anak-anak tidak bisa disuruh duduk diam misal pas shalat saja. Ini bukan hanya terkait rentang fokus anak sesuai usia deh kayaknya, tapi 'karakter' bawaan anak sepertinya ngaruh ya. Karena toh banyak anak tetangga atau anak teman yang tidak se'wow' mereka saat bermain. Padahal mereka perempuan lho.. Duh, padahal Bundanya kalem begini yaa.. Bawaan dari mana coba? :D

Rabu, 03 Mei 2017

Day 8: Gaya Belajar

Krik..krik..krik..hari ini apa lagi yang mau diamati ya? Parameter ini saja deh: Apakah anak ketika berfikir, kadang suka menutup mata sambil membayangkan?

Jawabannya baik Kakak maupun Adek, sampai sejauh ini belum pernah menutup mata ketika berkomunikasi atau bercerita atau sedang berimajinasi. Jadi untuk poin ini, kedua shalihah Bunda bukan tipe visual.

Udah begitu saja?

Oke biar agak panjang postingannya, tambah satu parameter lagi :D

'Mana yang anak lebih mudah ingat: sesuatu yang dilakukan dengan praktik, yang dibaca, atau yang didengarnya?'

Ehm, untuk parameter ini, saya belum menemukan jawaban yang pas. Kakak bisa ingat bahkan untuk kata yang hanya didengarnya sekali, tapi bisa juga ngga ingat-ingat yang sudah diperdengarkan berulang-ulang. Begitu juga dengan bacaan. Begitu juga dengan melihat video. Begitu juga dengan praktik langsung. Dan setelah saya perhatikan, Kakak mengingat dengan baik terhadap sesuatu yang walaupun hanya sekali dilihat/didengar/dipraktikkan, ketika sesuatu itu menurutnya menarik. Kalo tidak, dia anggap sampah memori yang sebaiknya dibuang biar ngga numpuk kali ya.. ;p

Terus jadinya bisa digolongkan kemana ini? Ketiganya (visual, auditory, kinestetik) boleh lah ya dapat skor sama untuk parameter ini..