Kelompok 4:
1. Diah Tri Yulianti
2. Kurnia Tri Hastuti
3. Siti Fatimah
FITRAH SEKSUALITAS:
Adalah tentang bagaimana seorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sbg lelaki sejati atau perempuan sejati.
Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sjk bayi lahir dan banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan sang buah hati pada ayah dan ibu.
Dimana figur ayah dan ibu harus senantiasa hadir sejak lahir sampai akil baligh. Dimana setiap tahapannya memerlukan kedekatan yang berbeda
Tahapan diatas adalah upaya yang tepat mencegah dan melindungi anak2 kita terhadap LGBT.
Mengapa demikian?
Usia 0 - 2 tahun
Kedua anak dekat dg ibu krn sedang dlm tahap menyusui
Usia 3 - 6
Anak perempuan dan anak lakilaki harus dekat dg ayah dan ibunya --> agar anakanak kita memiliki keseimbangan emosional dan rasional dimana pd usia 3 thn mereka sudah memastikan identitas seksualitasnya.
Sehinggà secara alami mereka menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya baik cara bicarà, berpakaian, berfikir dan bertindak. Secara jelas mereka bisa berkata " saya perempuan" atau "saya lelaki"
Usia 7 - 10 tahun
Anak perempuan dekät dg ibunya dan anak lakilaki dekat dg ayahnya --> krn di usia ini ego sentris bergeser ke sosio sentris. Mrk sudah punya tanggung jawab moral dan perlu dituntun utk mmahami peran sosialnya.
TANTANGAN:
1. Minimnya pengetahuan orangtua pada khususnya dan masyarakat pada umumnya mengenai pendidikn fitrah seksualitas
2. Minimnya peran ayah dalam pendidikan fitrah seksualitas, krn masih beranggapan tugas ibu lah untuk mendidik anak2nya
3. Maraknya tayangan televisi yang memperlihatkan ketidakjelasan gender
4. Tergesa-gesa dalam mengasuh anak
SOLUSI:
1. 1. Minimnya pengetahuan orangtua pada khususnya dan masyarakat pada umumnya mengenai pendidikn fitrah seksualitas
>>>>>>>>>>>>>>>>
Banyak belajar mengenai pendidikan fitrah seksualitas. Dan menjalankan pendidikan tsb sesuai dg tahapannya.
*(Usia 0 - 2 tahun)*
- Ibu menyusui anaknya.
- Menyusui bukan sekedar memberi ASI. Artinya ketika menyusui ibu memberikan perhatian secara penuh kepada anaknya. Tidak melakukan aktifitas lainnya saat menyusui
*(Usia 3 – 6 tahun)*
- Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional.
- Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan
*Tahap Pre Aqil Baligh 1 (Usia 7 - 10 tahun)*
- Pada usia ini anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah. Mengapa? Karena usia ini egosentris anak bergeser ke sosio sentris. Ayah membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya. Caranya bisa mengajak anak untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid. Melakukan kegiatan pertukangan bersama. Atau menghabiskan waktu di bengkel.
- Selain itu, ayah juga menjelaskan tentang fungsi reproduksi yang dimiliknya. Misalnya konsekuensi sperma bagi seorang laki-laki.
- Mereka sudah punya tanggung jawab moral dan perlu dituntun untuk memahami peran sosialnya
- Begitupula sebaliknya, di usia ini anak perempuan lebih didekatkan pada ibunya.
- Ibu membangkitkan peran keperempuanan dan keibuan anak. Misalnya memberi pengetahuan akan pentingnya ASI (Air Susu Ibu). Agar kelak anak perempuan akan melaksanakan tugas menyusuinya dengan baik. Mengajarkan tentang pentingnya pendidikan bagi seorang ibu. Seorang ibu haruslah terdidik, sebab ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Melibatkan anak dalam mempersiapkan hidangan yang bergizi bagi keluarga. Dan ibu menjadi tempat pertama yang menjelaskan tentang konsekuensi adanya rahim bagi perempuan.
2. Minimnya peran ayah dalam pendidikan fitrah seksualitas, krn masih beranggapan tugas ibu lah untuk mendidik anak2nya
>>>>>>>>>>>>
Mengajak ayah untuk ikutserta. Terus menjaga komunikasi. Dan juga memberikan menģenai informasi di atas👆
3. Maraknya tayangan televisi yang memperlihatkan ketidakjelasan gender
>>>>>>>>>>>>>
Krn sebagai individu tidak bisa memberikan batasan kpd para pembuat acara televisi. Maka memberikan edukasi kepada anak tontonan apa yg layak dinikmati oleh mereka sesuai dg usia mereka. Dan menyempatkan diri untuk menemani mereka menonton.
Tahapan diatas juga dapat membantu anak2 dapat berperan sesuai fitrahnya.
Saat ini bisa kita jumpai laki2 yang secara fisik laki2 namun psikologisnya tidak. Misal dalam kemandirian dan pengambilan keputusan.
Sumber bacaan:
1. Fitrah Seksualitas oleh IbuElly Risman
2. Perangi LGBT dg pend Fitrah oleh Ustad Harry Santosa
3. Hasil diskusi bersama mba Kurniia mba Diah dan Sifa
Poin diskusi yang berkesan:
Banyaknya fenomena lelaki yang gemulai misal Bang Shaleh di Ipin Upin, waria2 yang ngider ngamen bagaimana menjelaskan ke anak?
Kalau saya mba secara tegas dan jelas😊 menjelaskan kpd anak2 saya bahwa hal yg emacam demikian dibenci Allah (Mbak Sifa)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar