Indikator ke-empat yang saya amati adalah terkait daya tangkap anak terhadap informasi yang dilihat melalui visual misal video/film.
Walaupun dalam video/film ada aspek audio (suara), cuma disini agak saya sisihkan aspek itu dengan memilihkan film yang menggunakan bahasa asing agar pengamatan saya fokus ke aspek visualnya.
Baik Kakak maupun Adek, mereka bisa merekam dengan baik apa yang mereka lihat. Kakak bisa menceritakan ulang, memberikan interpretasinya terhadap apa yang dia lihat, serta memunculkan scene-scene dalam film tersebut ketika dalam keseharian mengalami hal yang serupa. Adek pun demikian, namun dengan tingkatan yang tentu saja berbeda dengan Kakak.
Jika dilihat dari daya tahan (durasi) ketertarikan terhadap media film/video ini, mereka berbeda jauh. Adek paling banter bertahan 10 menit, habis itu sudah bosan. Adek lebih senang bergerak kesana kemari berkegiatan. Sedangkan Kakak, jika dibiarkan, maka seharian pun kemungkinan sanggup duduk diam buat nonton.
Dari aspek ini, maka dua-duanya bisa masuk di gaya belajar visual. Tapi Adek memiliki kecenderungan kinestetik yang lebih dominan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar