Setelah selesai shalat maghrib berjamaah semalam, sebagaimana kebiasaan di malam Jumat, Ayah membuka mushaf untuk membaca al-Kahfi. Kakak dan Adik masih asyik main dengan bonekanya masing-masing. Berperan sebagai Bunda/Kakak yang sayang sama anak/adiknya. Bunda memasukkan hasil seterikaan baju ke loker masing-masing.
Tak berapa lama kemudian, Kakak mendekati Ayah dan menyapa: "Ayah kok tidak sujud?"
Bunda bingung mendengar pertanyaan itu. Tapi Bunda tidak menyela perbincangan Ayah-Anak ini. Ayah pun, menghentikan bacaannya dan berkata: "Kenapa Cinta?"
"Ini lho.. Kan ada ini.." sambil nunjuk ke mushaf yang dipegang Ayah.
Karena Bunda penasaran, Bunda pun mendekat. Dalam hati berfikir, emang Kakak sudah tau tentang sujud tilawah/ayat sajdah? Ternyata yang ditunjuk Kakak adalah nomor ayat yang di mushaf Ayah bentuknya berukir-ukir.
"Kalo ada ini kan mestinya sujud Ayah.. Iya kan Yah? Ayo Yah sujud.." sambil dorong-dorong Ayah agar sujud :D
"Bukan Kak.. Bukan tanda ini yang harus sujud.." terus Ayah mencari-cari dan menunjukkan tanda ayat sajdah.
"Kalo yang ada ini Kak yang harus sujud.." tambah Ayah.
Kakak pun memperhatikan tapi terus bilang lagi: "Yang ini ya Yah? Ayo Ayah sujud.. sujud!" katanya masih dengan kata perintah.
"Lah, Ayah kan sedang tidak membaca ayat ini. Ayah sedang baca al-Kahfi, masih di ayat-ayat awal. Jadi belum ada tanda ini. Ayah belum perlu sujud" Ayah menjelaskan
Ntah selanjutnya Kakak bilang apa, Bunda tidak fokus lagi karena Adik sudah minta nenen. Cuma samar-samar terdengar penjelasan Ayah tentang keutamaan membaca surat al-Kahfi pada malam/hari Jumat yaitu Allah akan memberikan cahaya dan menjaganya dari Jumat ini ke Jumat depan. Terus cerita tentang ashabul kahfi.
Ah yuk ah, semoga bisa konsisten mengamalkan. Semoga kita semua tidak hanya membaca tapi hafal dan faham ya Kak ke depannya.. Aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar