Adek: "Mauuuu..mauuuuu.." sambil menunjuk buah naga
Kakak: "Apa dek? Oh.. Adek mau buah naga? Iya?"
Adek: "Iya.. Ndoook.." (baca: sendok)
Kakak: "Kakak suapin ya Dek.. Boleh Bun?" tanya Kakak
Bunda: "Boleh banget Kak.." (senyum paling manis)
Kakak: "Ini Dek.." (suapan pertama, Adek sigap membuka mulutnya)
Kakak: "Ih anak pinter.. Adek hebat ya makannya.. Anak kesayangan Kakak ini.." (niruin Bundanya)
Bunda: "Kok anak Kak? Dek Ribby kan Adeknya Kakak. Bukan anak" (kalau dengar anak salah harus diluruskan kan?)
Kakak: "Iya ni.. Anak kesayangan Kakak, kesayangan Ayah, kesayangan Bunda.." (sambil mengusap-usap kepala adeknya)
Bunda: (Ah yo wislah, belum paham sepertinya konsep anak-adek. Lain kali lagi daripada mengganggu kebahagiaan)
Adek: "Haakk..hakkkk.." (mulutnya membuka-buka mendekati tangan Kakak, karena kecepatan makan lebih cepat dari kecepatan menyendok)
Kakak: "Shabar Adek.." (berusaha cepet-cepet)
Adek: "Haaaaakkkkk..haaakkkk.." tambah ngotot
:D :D :D
---
Terima kasih Sayang Shalihah, yang rukun yaa.. Saling sayang dengan Saudara..
![]() |
| Haakk..haakkk.. |
![]() |
| Nyaaammmmm.. enyaakk! |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar