Selasa, 04 Februari 2020

Jurnal 3, Tahap Ulat

Tugas jurnal ketiga sungguh seru. Salut untuk Bu Septi dan Tim yang sudah membuat kelas sangat dinamis dan hidup. Ngga tertebak pekan depan apa dan bagaimana lagi yaa? Metode saya yang suka grand design ambyar di sini. Tapi its so fuuuunnn. Saya seperti mendapat cara belajar yang baru lagi.

Pekan ini kami diminta berkumpul dalam satu keluarga yang dikepalai seorang kepala keluarga. Keluarga itu adalah yang mengambil tema yang sama. Saya mengambil keluarga Manajemen Waktu, sesuai dengan prioritas di mindmap.



Rupanya keluarga Manajemen waktu merupakan keluarga besaaaarrrr. Terakhir yang saya lihat ada 466 anggota keluarga yang tergabung. Kami bergabung menggunakan platform telegram. Terbayang kan bagaimana kudu setrongnya kepala keluarga kami yaitu Bun Nur Laila atau yang lebih beken dengan sebutan Mak Keke. MaasyaaAllaah, tabarakallaah.. Alhamdulillah dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Kepala Keluarga dibantu oleh Bun Wita Maulida dan Hutriana.

Pertama kali Mak Keke memastikan dulu apa saja yang kira-kira akan menjadi makanan ulat di keluarga Manajemen Waktu, karena manajemen waktu itu luas juga cakupannya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua ulat nantinya bisa cukup makan, tidak ada yang kelaparan karena makanannya tidak disediakan. Bahkan sampai dibuatkan gform untuk menjaring semua aspirasi dari anggota keluarga. Akhirnya bersepakat lah kami (sebenarnya saya tidak pernah ikut dalam jalannya diskusi karena buka grupnya pas udah malem-malem sudah ribuan chat wkwkwk..), bahwa makanan yang akan dimasak adalah ini:

1. Menemukan Strong Why dan Skala Prioritas  --> sepakat tidak dibahas karena mestinya sudah kelar pas di tahap buat mindmap

2. Metode Manajemen Waktu
[  2 sesi diskusi ▶️ Senin-Selasa, 3-4 Feb, 20.00 WIB ]
🔹 Sesi 1 :
a. Pomodoro
b. Bullet Journal
c. To-Do List
🔹 Sesi 2 :
d. Heatmap
e. Aplikasi Gadget
f. Kandang Waktu / Cutofftime

3. Sharing Praktek Konsistensi
a. Manajemen Waktu Ibu Bekerja Ranah Publik
b. Manajemen Waktu Ibu Bekerja Ranah Domestik
c. Manajemen Waktu Produktif di Malam Hari
d. Manajemen Waktu Tidur Berkualitas

4. Manajemen Waktu dalam Islam / ala Rasulullah

Nah, setelah legaan dapat makanan yang dapat memenuhi selera 466 ulat, maka bahasan selanjutnya adalah menemukan nama keluarga dan nama yang akan go live beserta SDM kelengkapannya (moderator dan peresume). Dari 5 kandidat nama, terpilihlah nama keluarga kami adalah Keluarga Uluwatu kependekan dari ulat-ulat manajemen waktu. Selanjutnya yang terpilih untuk go live secara aklamasi adalah Bun Lely Sejati yang mana di tahap jurnal Minggu kedua Potlucknya dicicip oleh sebagian besar ulat yg memilih tema di manajemen waktu. Video beliau sangat apik, sudah sangat pro dalam public speaking. Kemudian ada Bun Lenti yang jadi peresume dan Bun Putri Melia Sari yang akan memoderatori.

Gambar Keluarga Uluwatu by Mila Ummu Azkia

Jadwal go livenya adalah pada tanggal 4 Februari pukul 19.00 dengan judul "Semakin Bahagia dengan Manajemen Waktu". Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran untuk teman-teman yang bertugas dan menjadi wasilah amal jariyah.. aamiin..

Kemudian pada malam Selasa telah dilaksanakan juga sharing session terkait tehnik-tehnik dalam manajemen waktu yaitu Pomodoro, Bullet Journal, dan yang paling klasik To Do List. Disini saya jadi mikir, kemana aja lu woy selama ini?!!. Cuma stuck ditempat mikirin why oh why waktu kok ngga pernah cukup, energi sudah habis, kerjaan ngga beres oh rupanya saya kurang jauh mainnya. To do list memang sudah saya lakukan, efektif dipakai untuk harian, tapi tidak bisa untuk mengcascade goal tahunan. Jadi ya semacam jalan ditempat saja jadinya. Sehari-hari sibuk tapi ngga kelihatan hasilnya. Semoga dengan ikut Buncek IP ini jadi batu loncatan saya menemukan treatment yang tepat untuk mengatasi tantangan saya.

Terakhir yang sedang dibahas digrup adalah terkait apakah Keluarga Uluwatu akan tetap dalam 1 grup besar atau perlu dipecah lagi dalam grup-grup kecil dengan anggota maksimal 40 orang agar bisa fokus dengan tema khususnya masing-masing, tidak puyeng dengan tumpukan chat dan agar setiap ulat bisa turut aktif dalam jalannya diskusi. Pembahasan ini belum mendapatkan kesepakatan karena memang ada plus minusnya masing-masing. Mungkin akan dibahas lebih lanjut setelah sesi sharing makanan sebagaimana tersebut di atas sdh dilaksanakan sehingga nanti setiap ulat sudah punya gambaran bagian mana dari manajemen waktu yang akan diseriusi.

Pohon Apel Uluwatu by Rita


Yang dapat saya ambil hikmahnya dalam pertemuan keluarga ini adalah bagaimana Bunda-Bunda saling berlomba untuk dapat menyumbangkan apa yang ia bisa demi tercapainya goal bersama. Menyumbang nama grup, menyumbang perform, menyumbang ilmu, menyumbang gambar, menyumbang resume, menyumbang membuatkan platform bank data dan seterusnya dan seterusnya yang sungguh membuat saya harus banyak bercermin karena saya belum bisa membantu apa-apa. Doa saya semoga Allah memudahkan urusan Bunda-Bunda sebagaimana Bunda-Bunda telah saling memudahkan urusan Bunda-Bunda yang lainnya aamiin..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar