Selasa, 11 Februari 2020

Jurnal 4, Tahap Ulat

Pada pekan ini, setelah kami mempunyai keluarga sendiri, melakukan diskusi untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu yang akan mengenyangkan ulat kecil yang mulai menggemuk, kami juga disuguhi buah apel terlezat dari keluarga lain melalui GoLive.

Berpuluh-puluh keranjang buah apel disodorkan didepan kami. Terserah kami mau melahap semuanya, tidak menyentuhnya sama sekali, atau mengambil sesuai kebutuhan saja. Kami juga diperbolehkan untuk bertamu ke keluarga lain untuk mengambil ilmu yang kami butuhkan. Pada saat bertamu ini kami boleh meninggalkan keluarga awal, boleh juga tetap di keluarga awal. Bebaaassss mah pokoknya yang penting bahagia. Daannn, harus tetap memperhatikan adab tentunya dalam masuk dan keluar grup keluarga ini.



Untuk ilmu dari GoLive, saya memang banyak menonton tayangannya. Soalnya pas untuk nemenin waktu sedang pumping ASI secara manual tangan yang bisa diambil kegiatannya cuma dengerin/nonton saja. Ada setidaknya 8 GoLive yang saya ikuti : Manajemen Waktu (it's a must), driving, bahasa, coaching n counseling, public speaking, portofolio anak, kerumahtanggaan, serta ASIP dan MPASI.

Kemudian saya bertamu ke dua keluarga yang sangat hangat dan ramah yaitu keluarga Cemara (terkait skill kerumahtanggaan) dan keluarga Manajemen Ruhiyah dan Ibadah. Untuk Keluarga Manajemen Ruhiyah dan Ibadah saya hanya bertamu sebentar karena rupanya bahasannya tidak sama dengan mindmap saya yang terkait manajemen waktu untuk dapat melaksanakan tahajud secara rutin dan menambah keeratan hubungan dengan Al-Quran. Sehingga saya memutuskan undur diri dan berpamitan. Untuk Keluarga Cemara saya masih tetap tinggal karena bahasannya beririsan dengan manajemen waktu saya yaitu bagaimana melakukan pekerjaan rumah dengan lebih cepat dan terorganisir misal foodprep dst.

Keranjang Apel Rita

Sedangkan di rumah sendiri Manajemen Waktu, banyaaakkkk sekali hidangan yang memanjakan lidah saya. Terkait bulet jurnal, manajemen konsistensi, manajemen Ruhiyah, manajemen waktu kerja ranah publik dsb. Di rumah kami juga diputuskan untuk membuat rumah-rumah kecil agar kami dapat fokus dengan ilmu yang ingin kami kuasai. Saya mengambil 3 rumah untuk penjajagan mana yang benar-benar saya butuhkan sesuai mindmap saya yaitu terkait manajemen waktu dalam Islam, BuJo, dan Ibu Bekerja Ranah Publik.

Keranjang ilmu yang saya ingat dan melekat adalah dari Ummu Sofwa terkait dengan tehnik deepsleep yaitu sebagai berikut:

Finally selama 1 bulan ini saya akhirnya menemukan cara tidur Deep Sleep.

Dan ini sangat membantu saya tetep sholat malam walau saya tidur jam 12 malam.

Apa itu?

Pernah gag temen2 tidur selama 6-8 jam tapi bangun malah badan terasa capek?

Tidur adalah aktivitas sepele, tapi sesungguhnya aktivitas ini sangat penting sekali.

Tidur itu bukan soal kuantitas, tapi pada kualitasnya.

Selama 1 bulan ini setiap malam saya hanya tidur 2-3 jam sehari. Bangun sebelum shubuh dan tidak tidur lagi. Kebayang gimana capeknya?

Tapi ternyata enggak capek. Malah badan jadi enakeun. Karena saya bener2 tidur deep sleep.

Saya tau tidur deep sleep ini dari coach Armala. Tadinya heran, masak sih?

Setelah browsing2 ternyata bener. Ada 3 tahapan ketika kita tidur.

1. Light sleep. Tahapan kita baru aja tertidur.
2. Deep sleep. Tahapan kita bener2 tidur. Nyenyak pules. Dan itu berlangsung selama 2 jam.
3. Rem sleep. Tahapan dimana kita tidur tapi bermimpi. Nah rata2 orang biasanya mengalami rem sleep. Akhirnya membuat badan cepat capek walaupun tidur selama 8 jam.

Kok bisa saya menemukan cara tidur Deep Sleep?

Nahh inilah tahapan yang saya siapkan sebelum tidur

1. Berwudhu sebelum tidur.
2. Sholat witir 3 rakaat sebelum tidur.
3. Tidak bermain HP lagi. Bener2 diletakkan
4. Sebelum baca doa tidur. Baca Alfatihah, Al ikhlas, Al Falaq, Annas, Ayat kursi. Lalu doa mau tidur.
5. Berdoa minta ampun sama Allah karena seharian banyak khilaf dan salah. Cara ini dipraktekan Bilal bin Rabbah.
6. Minum air putih 1 gelas

Alhamdulillah setelah membiasakan aktivitas sebelum tidur. Saya tidak bermimpi lagi. Bener2 tidurnya pulas. Tidur 2-3 jam cukup.

Dan alarm tubuh saya otomatis mensetting tubuh saya bangun sebelum shubuh.

Semua ini terjadi atas izin Allah. Tapi tetep manusia harus ikhtiar dlu. Mohon bener2 sama Allah agar Allah mau bertemu di sepertiga malam terakhir kita.

Tips nya cukup sederhana. Tapi jika dibiasakan InshaAllah jadi tidur yang berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar