[Rita Lestari_Aceh_Sejuta Cinta]
Tahun 2020 Ibu Profesional melaunching New Chapter dalam susunan kepengurusannya. Semakin banyak pos jabatan yang bisa diisi, semakin banyak SDM yang bisa berkontribusi. New chapter IP, new chapter me. Karena akhirnya saya memutuskan untuk turut serta dalam roda pengurusannya. Hal yang sebelum-sebelumnya tidak berani saya lakukan. Khawatir tidak amanah, khawatir mendzalimi yang lain karena rasanya urusan domestik keluarga saja belum dapat saya handle dengan baik. Tapi sampai kapan? Saya malu terus-terusan mengambil manfaat dari Bunda-Bunda lain yang juga ditengah keterbatasan waktu dan tenaganya, telah turut berkontribusi aktif dalam keberlangsungan IP. Maka bismillah saya menerjunkan diri menjadi pengurus, mengambil peran yang kira-kira masih bisa saya lakukan yaitu di manajer keuangan SC regional.
Menjadi pengurus di cabang terkecil IP, rupanya tetap harus profesional juga. Nyatanya IP memberikan Diklat untuk para pengurus. Hal yang tak saya duga sebelumnya. MaasyaaAllah semoga saya dapat mengambil ilmu dan menerapkannya sehingga saya dapat menjalankan peran saya dengan lebih baik, dengan lebih amanah.
Tugas Diklat atau yg disebut dengan Nice Home Work (NHW) pekan pertama kami diminta untuk berani bermimpi. Menganalisa tantangan yang ada di IP Regional, dan mencari 'jalan' untuk mengatasi tantangan tersebut.
Maka sekedar yang bisa saya lihat saat ini adalah kurangnya keterpautan hati dan rasa memiliki diantara member IP Aceh. Hal ini sangat mungkin terjadi karena anggota IP Aceh masih sedikit dan domisilinya berjauh-jauhan. Bisa diantara lokasi perlu perjalanan seharian. Jadi kumpul bareng itu benar-benar suatu kemewahan dan sangat sulit terjadi. Tapi mestinya ada cara yang bisa dilakukan untuk bisa menguatkan cinta walau jarak memisah raga #eaaaa
Maka inilah hasil dari tugas saya:
Tantangan: Jarak yang Membuat 'Berjarak'
Perubahan yang ingin dilakukan : Sejuta Cinta Menjadi Salah Satu Yang Menyatukan
Specific :
Sejutai Cinta Regional Aceh membuat program rutin maupun by event yang diharapkan menjadi ajang yg bisa mendekatkan hati IP Regional Aceh.
Contoh kegiatan rutin :
1. Memberikan 'hadiah cinta' utk member IP Aceh yang sedang berbahagia misal menikah dan kelahiran. Memberikan 'uluran cinta' utk member IP Aceh yg terkena musibah (sakit, bencana dst). Dana berasal dari member IP Aceh yg ingin turut berbagi dan menyambung cinta, seikhlasnya. Yg menyampaikan adl member yg domisilinya berdekatan. Jk tdk ada, mk ditransfer atau diberikan hadiah berupa barang dan dikirim.
Dasar:
“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
2. By event (bisa rutin tp tahunan).
Menangkap gelora berbenah Mamak-Mamak IP Aceh dimana barang-barang yg tak lagi berguna bisa dimanfaatkan orang lain. Maka dapat dibuka donasi buku bekas, baju layak pakai, mainan dst yg bisa disalurkan ke tempat yg membutuhkan. Ini salah satu manfaat dari tersebarnya domisili member IP Aceh, yaitu penyaluran donasi jadi bisa ke daerah yang berbeda-beda sehingga terjadi pemerataan dan bantuan sampai pada yang prioritas lebih membutuhkan.
Measurable : adanya antusiasme dan partisipasi dari member, kegiatan bisa berjalan secara berkelanjutan
Achievable : InsyaAllah
Realistic : Ya
Timely : Utk poin 1 saat semua setuju bisa dijalankan. Utk poin 2, bisa dilaksanakan 1 tahun sekali. Bisa memakai momen milad IIP. Persiapan bisa dilakukan 2 bulan sebelumnya (pengumpulan data calon penerima donasi, pengumpulan data barang-barang yg akan didonasikan, pemilihan tempat mana yg diprioritaskan dst).
Langkah selanjutnya adalah mendiskusikan hal tersebut di tim pengurus. Karena saya dari Tim SC maka saya mintakan pendapat dari Tim SC terlebih dahulu. Setelah mendapat persetujuan, saya diskusikan di Tim Pengurus IP Regional Aceh. Alhamdulillah disetujui juga tanpa ada 'sidang' seperti skripsi hehe..
Aliran rasa:
Alhamdulillaah senang sekali ada ide yang insyaAllah akan bisa dieksekusi bersama. Sengaja yang saya tuliskan adalah hal-hal yang insyaAllah sangat bisa dilakukan. Ada beberapa program SC yg perlu effort yg lebih besar masih saya endapkan di pikiran saja, karena memulai harus dengan langkah yang kecil dulu. Nanti saat langkah-langkah kecil itu tercapai, insyaAllah langkah2 selanjutnya akan lebih mudah dijalani walaupun medan jalannya lebih terjal dan lebih mendaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar