[JANGAN KHAWATIR, REZEKI KITA SUDAH DIJAMIN OLEH-NYA]
MasyaaAllah, kemarin pas di dokter gigi, tayangan televisi yang sedang menyala di ruang tunggu adalah cerita Adit (Sopo Jarwo apa ya kalo tidak salah judulnya). Ada adegan dimana Adit menendang bola kuat-kuat sehingga bola memantul jauh sekali. Adit dan ke-tiga kawannya bersegera mengejar bola itu. Ada salah satu anak yang bertubuh gemuk yang bernama Dennis (lupa euy..) yang diminta tetap di lapangan saja, tidak usah ikut mengejar bola. Mungkin kawan-kawannya khawatir Dennis kecapean atau berlari dengan lambat karena postur tubuhnya.
Adit dan ketiga kawan yang mengejar bola sudah berlarian kesana-kemari karena bola terus memantul sehingga pada akhirnya mereka menyerah dan menganggap bola itu sudah wassalam alias hilang. Mereka pun kembali ke lapangan. Ketika sampai di lapangan, terkejutlah mereka karena mereka sudah melihat Dennis bermain menggunakan bola itu. Ternyata bola itu tadi memantul kembali ke lapangan, mendekat ke arah Dennis yang tidak turut serta berlelah-lelah mencari.
AHA.. Tapi ini momen AHA-nya untuk Emak-nya.. :)
Dari potongan adegan itu, si Mamak bisa bercerita bahwa Allah sudah mengatur semua rezeki untuk makhluk-Nya. Yang muslim, yang kafir, yang munafik, hewan-hewan semuanya, sudah dibagi jatah rezekinya.
“Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (memperoleh) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Al-‘Ankabuut: 60).
Rezeki yang datang kepada kita, tidak selalu berbanding lurus dengan usaha/ikhtiar kita. Lihat saja Dennis yang tidak bergerak untuk mencari bola tetapi bola datang sendiri ke arahnya. Jadi jangan sampai karena kita sibuk mencari rezeki, kita meninggalkan kewajiban-kewajiban utama kita seperti shalat dll. Karena rezeki kita sudah dijamin oleh Allah. Pasti. Pasti. Pasti.
Sengaja pada pembelajaran kali ini saya tidak menyinggung keutamaan ikhtiar/usaha. Biar satu tema dulu yang masuk ke anak bahwa rezekinya sudah ada yang mengatur. Suatu saat pas ketemu momen AHA lagi tentang usaha/ikhtiar, semoga bisa dikembangkan lagi. InsyaAllah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar