Senin, 18 September 2017

Day 5: Cerdas Finansial

[HISAB ATAS HARTA KEKAYAAN]


Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” [HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946)]
Hisab atas harta ini sungguh menarik, karena ia tidak seperti lainnya yang dinilai hanya proses keluarannya saja tapi juga cara masuk/mendapatkannya. Maka, menjelaskan tentang halal-haram cara memperoleh dan juga mengeluarkan harta ini sangat penting untuk diajarkan anak sedari dini. Dan ini mudah ditemukan dalam keseharian anak.
Yang sering kejadian di keluarga kami adalah Adek mengambil jatah makanan Kakak/memainkan mainan Kakak tanpa izin terlebih dahulu. Masih sangat dipahami sih, namanya juga anak usia 2 tahun. Tapi pada momen inilah kami ingin mengajarkan ke Kakak dan juga Adek, bahwa mengambil sesuatu yang bukan milik kita tanpa izin itu adalah haram.

Kalau semuanya berjalan lancar, pas si Adek meminta izin Kakak dan Kakaknya mengizinkan sih everyone happy. Tapi kalo pas Adek minta izin dan si Kakak bilang "Maaf ya Dek, Kakak tidak mau membagi atau belum mengizinkan". Maka yang terjadi kemudian adalah rumah seperti di medan perang.. Si Adek nangis kejer mempertahankan barang yang sudah terlanjur dia pegang, si Kakak berusaha merebutnya. Jika segala bujukan Bunda ke Kakak misal tentang baiknya berbagi dan menyenangkan orla mental, yasudahlah konsekuensinya adalah Bunda harus ambil paksa barang itu dari tangannya.


Tega ya? Ya bagaimana lagi, halal-haram kan penting sekali. Ingat kan terkait kisah ini:


Diriwayatkan dari Abul Hauraa’, bahwa ia bertanya kepada Al Hasan Radhiyallahu ‘anhuma : “Adakah sesuatu yang engkau ingat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?” Al Hasan menjawab,”Aku masih ingat, (yaitu) ketika aku mengambil sebiji kurma dari harta zakat, lalu aku masukkan ke dalam mulutku. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkan kurma itu beserta saripatinya, lalu mengembalikannya ke tempat semula. Ada yang berkata: ‘Wahai, Rasulullah. Tidaklah mengapa kurma itu dimakan oleh bocah kecil ini?’ Rasulullah n berkata: ‘Sesungguhnya, keluarga Muhammad tidak halal memakan harta zakat’.”
Kenapa sampai begitu ya? Karena terdapat hadist “Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya”. [HR Ahmad dan Ad Darimi].
Ngeri kan ya? Mending membiarkan anak nangis-nangis di dunia kan dari pada nanti dia masuk ke neraka. Di dunia masih bisa dipeluk disayang-sayang sama kita agar dia merasa lebih nyaman. Lah kalo di akhirat? Mana ada..

Kalo terkait dengan pembelanjaan, maka kami mengajari anak-anak kami hanya agar membeli produk yang tertera label halal. Tentu saja untuk produk-produk yang mejeng di swalayan-swalayan itu ya, kalo kue jajanan pasar mah ngga perlu.. :D Dulunya sempet ini Kakak nangis-nangis karena apa yang dia inginkan ngga terbeli gegara label halal ini. Tapi alhamdulillah, karena kami konsisten sekarang dia kalo mau beli apapun yang dicek label halalnya dulu. Bahkan jadi polisi label halal, kalo kami berbelanja sesuatu produk yang baru.

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar