Minggu, 17 September 2017

Day 4: Cerdas Finansial

[CARA BERTERIMA KASIH ATAS REZEKI DARI ALLAH]

Sebagai agama yang mendidik pemeluknya untuk berbudi yang luhur, Islam mengajarkan agar manusia pandai mensyukuri dan berterimakasih kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya. Jika kepada manusia yang hanya menjadi wasilah saja kita diminta untuk berterima kasih, maka Allah jauh lebih berhak mendapatkan terima kasih kita karena hanya dari-Nya sajalah semua sumber nikmat yang sampai kepada kita.

Lalu bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat tersebut?



Pertama: Mengucap Hamdalah

Sebagaimana yang telah Rasulullah sabdakan:


Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.” (HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani)

Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734).


Kedua: Menjaga Baik-Baik Nikmat tersebut


Apa yang Bunda rasakan ketika membelikan mainan untuk anak tapi oleh anak mainan itu dirusak/dihancurkan? Pasti sedih kan ya?


Nah lalu ketika Allah sudah memberikan nikmat misalnya kesehatan kepada kita, lalu kita tidak baik-baik menjaganya kira-kira bagaimana ya?


Ketiga: Menggunakan Nikmat untuk Beramal Shalih


Sama kasusnya seperti poin nomor dua. Misal kita membelikan anak pensil, yang bertujuan untuk media belajar calistung/menggambar. Eh tapi sama si anak pensilnya justru dipakai untuk mencoblos teman-temannya. Pasti kita eng..ing..eng a.k.a marah kan ya..


Maka ketika Allah sudah memberikan kita misal mata yang sehat, gunakan untuk sesuatu yang bernilai kebaikan. Membaca yang baik-baik. Melihat yang baik-baik. Bukan malah diumbar kemana-mana.


Contoh kasus yang mudah untuk anak adalah ketika makan.


Sebelum makan/sambil makan kita bisa sampaikan ke anak bahwa makanan ini merupakan rezeki dari Allah. Banyak orang-orang yang tidak bisa makan/minum sehingga kelaparan/sakit. Maka kita harus bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan makanan ini kepada kita, sehingga kita tidak merasa kelaparan, kita jadi kuat melakukan kegiatan dll. Salah satu wujud syukur adalah dengan tidak membuang-buang makanan dan tidak mencaci makanan. Makan yang disukai, tinggalkan yang tidak disukai tanpa mencaci.


Dalam hal ini, ketika Kakak makan sesuatu dan kemudian dia tidak suka maka dia akan berkata: "Bunda, kue ini enak. Tapi Kakak tidak suka." atau"Kakak rasa makanan ini sedikit pedas" atau kalimat lain yang menunjukkan bahwa dia tidak mau makan itu, tapi tetap dengan bahasa yang baik. Alhamdulillah..


Nah setelah selesai makan, selalu ingatkan untuk membaca hamdalah. Apabila ada makanan berlebih di rumah kita, ajarkan untuk berbagi makanan yang kita punya ke tetangga-tetangga. Biarkan anak yang mengantar dan biarkan dia merasakan hebatnya sensasi berbagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar